PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Identitas Sebenarnya


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam ruangan pertemuan terdapat Arata, tetua ke 7 dan utusan kaisar.


Mereka membahas tentang 'kompensasi' dari mereka atas perlakuan kurang menyenangkan selama di pelelangan.


Tanpa di minta oleh Arata sekalipun mereka akan tetap datang dan meminta maaf atas semua yang terjadi pada Arata.


"Jadi kedatangan kalian kemari untuk memberikan kompensasi dan meminta maaf?" ucap Arata dengan tenang.


"Benar tuan… Tetua" ucap mereka berdua.


"Hmmm baiklah aku akan terima dengan senang hati dan permintaan maaf kalian sudah di terima" ucap Arata.


"Terimakasih tuan, tetua!" ucap mereka berdua tersenyum senang.


Arata hanya mengangguk sambil menikmati minumannya.


"A-anu tetua…"


"Hmmmm ada apa tetua?" tanya Arata sambil melihat tetua ke 7.


"Kalau boleh tahu apa hubungannya anda dengan kaisar?" tanya tetua ke 7 yang sedikit ragu-ragu karena takut pertanyaannya terlalu berlebihan.


Seketika ekspresi Arata berubah menjadi serius saat mendengar pertanyaan tersebut dan tetua yang melihatnya pun merasa khawatir.


"Maaf tetua… Tidak masalah kalau anda tidak mau menjawab juga tetua" ucapnya.


Arata menggelengkan kepalanya dan bertanya, "Apa kamu bisa menjaga rahasia?".


Tetua mengangguk dengan cepat dan berjanji akan tutup mulut.


"Biar dia saja yang menjelaskannya" ucap Arata menunjuk ke utusan kekaisaran.


Utusan kekaisaran mengangguk mengerti dan mulai menjelaskan identitas Arata sebenarnya.


Saat utusan kekaisaran menjelaskan hal tersebut, Arata melihat-lihat toko sistem.


'Hmmm sistem apa ada sesuatu yang menarik?' tanya Arata.


{Anda memiliki banyak kotak hadiah mengapa tidak membukanya?}


'Hahh aku tahu tapi tetap saja tergantung keberuntungan kan?' tanya Arata.


{Benar juga…}


{Kalau begitu ada suatu skil yang mungkin saja berguna untuk anda tuan}


'Hooo apa itu?' tanya Arata penasaran.


{Dimension Move…}


{Perpindahan cepat seperti teleportasi tetapi skil ini versi jarak pendek}


'Hmmm berapa poin sistem yang di butuhkan untuk membelinya?' tanya Arata.


{5.000.000 poin sistem…}


"Tampilkan status!" ucap Arata.


......................


Nama : Arata ( Luo An )


Umur : 17 tahun


Kondisi : Sehat

__ADS_1


Ras : Manusia


Ranah : Alam Kaisar 2


Elemen : Api dan Petir


Teknik/Skil :


-Sentuhan Penguasa


-Extermination


-Crafter


Poin Sistem : 49.969.730 poin sistem


Poin Pengalaman : 1.500.000/1.700.000


Job :


-Alkemist (Ahli)


-Summoner


-Necromancer


Gelar : The Calamity


Penyimpanan :


-Kotak Hadiah (1.000)


-Kotak Hadiah Misteri Legendaris


......................


"Masih banyak ternyata poin ku… Kalau begitu beli saja!" ucap Arata.


{Poin sistem di kurangi sebanyak 5.000.000 poin}


Setelah membeli skil nya, penjelasan yang di lakukan utusan kekaisaran ternyata sudah selesai dan juga tetua menatap Arata dengan tatapan tidak percaya.


"Apa itu benar tuan?" tanya tetua yang masih belum sepenuhnya percaya.


Arata hanya mengangkat bahunya tidak peduli mau ia percaya atau tidak.


Tetua hanya terdiam melihat jawaban Arata tersebut.


Menjadikan seorang kaisar sesungguhnya menjadi tetua ke 8? bukankah itu suatu penghinaan? ia telah melakukan sebuah kesalahan besar.


Tetua kemudian berlutut dan bersujud, "Maafkan saya tuan…" ucapnya dengan seluruh badannya gemetar.


"Kenapa kamu meminta maaf?" tanya Arata.


"Saya telah keterlaluan karena menjadikan anda tetua ke 8, kalau saya tahu identitas anda sebenarnya saya tidak akan berani melakukan hal tersebut" ucap tetua.


Arata menggelengkan kepalanya, "Kamu tidak bersalah karena dari awal aku ingin menutupi identitas ku" ucapnya.


"Tapi tuan tetap saja saya telah keterlaluan!" ucap tetua keras kepala.


"Hahhh baiklah terserah kamu saja… Tapi ingat jaga baik-baik identitas ku! jangan sampai tersebar luas" ucap Arata dengan serius.


"Saya bersumpah akan menjaga rahasia ini sampai mati…" ucap tetua dengan tegas.


Arata tersenyum puas dan menyuruhnya untuk berdiri.


"Urusan kalian sudah selesai kan? kalian boleh pergi karena aku masih memiliki urusan" ucap Arata mengusir mereka berdua.

__ADS_1


Tetapi mereka berdua tidak tersinggung sama sekali, mereka menganggukkan kepalanya dan berpamitan untuk pergi tanpa protes sama sekali.


Setelah kepergian kedua orang tersebut, Arata pergi mencari kedua istrinya.


"Lin Yu? Lin Si?"


Arata tidak menemukan mereka di kamarnya, kemudian ia mencari mereka di kamar keluarganya.


Dan benar saja ternyata mereka berada disana memperhatikan ayah dan ibunya yang sedang berbaring tidak sadarkan diri.


"Tenang saja, jangan khawatir mereka baik-baik saja…" ucap Arata.


"Ahh sayang… Maaf kamu pasti mencari kami" ucap Lin Yu sambil mengusap sedikit air matanya.


'Sistem, berapa lama lagi mereka akan segera sadar?' tanya Arata.


{Paling lama 3 hari lagi tuan…}


Arata memeluk kedua istrinya untuk menenangkan mereka.


"Kalian jangan khawatir, mereka pasti akan segera sadar percaya padaku" ucap Arata.


Lin Yu dan Lin Si mengangguk percaya, mereka pun kembali ceria.


Arata tersenyum senang saat melihat mereka sudah tidak bersedih kembali.


"Jalan-jalan?"


"Kemana?"


"Ibukota?"


"Tunggu, kami bersiap-siap terlebih dahulu" ucap mereka kemudian berlari ke kamarnya.


Arata menggelengkan kepalanya melihat mereka yang cepat sekali berubah.


"Kalian harus segera sadar ayah, ibu mertua… Istriku sangat mengkhawatirkan kalian" ucap Arata kepada kedua laki-laki dan wanita yang sedang berbaring itu.


Arata pun keluar dari ruangan tersebut dan menunggu istrinya di luar istana.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Lin Yu dan Lin Si muncul dengan sangat cantik hingga membuat Arata menelan ludah.


"Aku sangat beruntung mendapatkan wanita cantik seperti kalian" ucap Arata pelan tetapi masih terdengar oleh Lin Yu dan Lin Si yang membuat wajah mereka berdua memerah malu.


"Ahh ayo kita berangkat" ucap Arata sambil menggandeng tangan mereka.


***


Tetua ke 7 yang telah kembali ke paviliun Healthy memerintah semua orang disana untuk menghormati Arata sehormat mungkin. Bahkan mereka harus lebih mengutamakan Arata daripada kaisar sendiri.


Mendengar itu semua orang di paviliun merasa aneh dan terkejut, mengapa mereka harus lebih menghormati tetua ke 8 dari pada kaisar dari kekaisaran?.


Tetapi mereka tetap mengangguk karena tidak ingin membuat suatu kesalahan akibat tidak mendengarkan tetua ke 7.


Setelah itu pun tetua ke 7 sering menghubungi kaisar karena telah mengetahui identitas Arata.


Mereka berdua menjalin hubungan baik, tetapi tidak memperlihatkannya di publik.


Kaisar sendiri tidak masalah apabila paviliun Healthy lebih memprioritaskan Arata daripada dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo pengumuman bagi kalian semua pecinta crazy up ada kabar baik nih.


Author ada rencana akan dilakukan Crazy Up besar-besaran di kedua novel author, yaitu Bereinkarnasi Bersama System dan juga novel yang ini.


Waktu dan tanggal masih belum dapat di tentukan tetapi dapat author pastikan hanyalah bulan ini bukan untuk bulan depan.

__ADS_1


Jadi lebih di tingkatkan lagi like nya dan komen nya agar author tidak berubah pikiran!!!


Sekian dan terimakasih 🙏👏


__ADS_2