
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kaisar mengangguk mengerti dan ia tetap menolak untuk tunduk kepadanya tetapi kalau sebatas kerjasama seperti aliansi maka ia tidak menolaknya.
Arata juga mengerti karena tidak mungkin juga seorang yang telah lama memimpin tiba-tiba ada orang yang baru ia kenal dan baru bertemu memintanya menjadi bawahan? masih lebih baik tidak terjadi peperangan karena masalah tersebut hanya di anggap candaan semata.
"Baiklah tidak masalah… Tapi tolong utus seseorang dari kekaisaran untuk menandatangani perjanjian aliansi antara klan Luo dan kekaisaran Argantika" ucap Arata kemudian pergi menghilang bersama Lin Yu meninggalkan mereka semua.
Setelah kepergiannya Arata barulah mereka bereaksi dan kaisar langsung mengadakan rapat pertemuan penting secara mendadak.
Kaisar juga memerintahkan mereka untuk menutup mulut persoalan yang terjadi hari ini, apabila sampai bocor keluar maka kaisar tidak segan-segan untuk membunuh mereka semua saat itu juga.
***
Arata tidak mengetahuinya dan tidak peduli dengan rapat penting tersebut karena tujuannya telah terpenuhi yaitu mencari perlindungan untuk keluarganya selama ia berpergian.
"Lain kali apabila membutuhkan bantuan lebih baik bicara secara baik-baik, jangan seperti itu!" ucap Lin Yu menceramahi Arata.
"Hahaha maaf-maaf, baik aku akan ingat nasihat mu itu" ucap Arata tertawa ringan melihat istrinya benar-benar menggemaskan saat menceramahi nya.
{Tuan…}
'Hmmm ada apa sistem?'
{Sistem memiliki jalur rute khusus untuk perjalanan kedepanya, apa anda akan mengikuti nya?}
'Rute khusus? baiklah nanti jelaskan waktu keberangkatan' ucap Arata.
{Baik tuan…}
Karena matahari sudah hampir terbenam akhirnya Arata dan Lin Yu kembali ke klan dengan cara teleportasi, awalnya ingin berjalan tetapi melihat situasi tidak memungkinkan jadi lebih baik menggunakan cara praktis dan aman.
Setelah sampai di klan Luo, mereka pun membersihkan diri dan tertidur berisitirahat.
Keesokan harinya barulah Arata dan Lin Yu di marah habis-habisan oleh Lin Si karena tidak mengajaknya berpergian. Lin Yu kemudian menjelaskan alasannya dan memberikan Lin Si oleh-oleh dari perjalanannya tersebut, seketika Lin Si pun terdiam dengan wajah ceria tidak lagi mempermasalahkannya.
Arata menghela nafas lega karena kali ini ia selamat tidak di omeli habis-habisan oleh Lin Si.
Ia pun pergi menemui putranya yang sedang bermain dengan neneknya dan kakeknya.
"Oh nak, kamu sudah kembali?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Iyah bu, aku tidak mau berpergian lama-lama meninggalkan anak ku" ucap Arata sambil mengelus-elus pipi putranya tersebut.
"Apa kamu memang harus pergi?" tanya ibunya yang sangat mengerti dengan perasaan yang sedang di rasakan oleh Arata saat ini.
"Tidak bisa bu… Semakin malas aku mengemban kekuatan maka semakin berbahaya juga keselamatan keluargaku, aku ingin kehidupan kita aman, tenang dan damai" ucap Arata.
"Hahh baiklah kalau keputusan mu sudah bulat, ibu tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi ingat satu hal, jangan khawatirkan kami dan kembalilah dengan selamat" ucap ibunya dengan sedih.
"Dan juga jangan berani-berani menikah lagi tanpa seijin kedua istri mu!" ucap ayahnya kali ini.
"Hah? kenapa begitu, hmmmm ahh aku tahu ayah iri kan apabila aku memiliki banyak istri? ayah juga sebenarnya menginginkannya kan?" ucap Arata menjahili ayahnya.
Hal tersebut memang lah tepat sasaran, karena ibunya langsung bermuka dingin menatap ayahnya tersebut.
"Hey nak! ayah hanya menasihati mu tetapi kenapa kamu jahat sekali pada ayah?!" ucapnya kesal bercampur takut.
Arata hanya tertawa dan membawa putranya ke gendongannya.
Ia pun bermain-main dengan anaknya itu yang sangat tampan mirip seperti dia dan juga matanya mirip Lin Si.
"Maafkan ayah nak… Karena terpaksa harus meninggalkan mu demi kamu juga, ayah tidak tahu kapan akan kembali tetapi ayah berjanji akan kembali kepadamu dan keluarga kita" ucapnya sambil mencium kening putranya tersebut.
***
Di hari tersebut semua keluarganya berkumpul dan ada kaisar juga.
Permasalahan tentang kerjasama dengan kekaisaran Argantika telah di urus oleh ayahnya, jadi ia tinggal hanya pergi saja.
"Zhao Wei kumohon kepada mu sebagai teman pertama ku, tolong lindungi keluarga ku seperti keluarga sendiri" ucap Arata.
Zhao Wei tentu saja tertegun mendengarnya karena baru kali ini Arata memanggilnya teman.
"Tenang saja temanku, percayakan saja semuanya kepadaku!" ucap Zhao Wei dengan serius.
"Baik terimakasih" ucap Arata tersenyum hangat.
"Dan juga kaisar, kamu tidak perlu terlalu memfokuskan perlindungan kepada klan Luo karena keamanan kekaisaran juga berada di tanganmu, tapi aku hanya minta satu hal yaitu apabila klan Luo membutuhkan bantuan, kamu harus yang paling pertama datang dan paling depan" ucap Arata.
"Tenang saja tuan Hiro, saya berjanji akan melakukan semua apa yang anda katakan!" ucapnya.
Arata mengangguk senang dan melihat ke arah kedua istrinya.
__ADS_1
"Lin Yu, jaga diri baik-baik dan jangan malas untuk berlatih. Kalau berpergian keluar bawalah satu atau dua pengawal" ucapnya tersenyum manis kepada istrinya tersebut.
Lin Yu mengangguk sambil tersenyum menahan kesedihannya karena kepergian Arata.
"Lin Si, tolong rawat putra kita dan juga ceritakan terus tentang diriku kepadanya" ucapnya kemudian menggendong putranya dan menciumnya untuk terakhir kalinya.
"Ayah pergi dulu yah nak, tunggu lah ayah janji akan kembali lagi kepadamu dan menghabiskan waktu untuk bermain bersama-sama" ucapnya.
Setelah itu Arka langsung menangis kencang karena mungkin tahu dan mengerti bahwa ayahnya akan pergi meninggalkannya.
Lin Si langsung menggendongnya dan memberikan susu untuk menenangkan nya.
Karena takut hatinya akan goyah apabila menunda lebih lama lagi, maka ia pun setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya dan memberikan beberapa peti untuk keluarganya, ia pun langsung menghilang pergi.
***
"Sial! aku baru saja merasakan peran sebagai ayah tetapi harus meninggalkan mereka" ucap Arata yang telah pergi keluar wilayah kekaisaran.
Ia menangis sedih karena harus meninggalkan keluarganya dan anaknya.
"Apa ini yang di rasakan oleh ayah waktu itu? t-tapi aku tidak dapat mengerti karena masih belum mengerti peran sebagai ayah?" ucapnya bersedih karena mengingat keluarganya di dunia sebelumnya.
"Apa aku salah sistem?!" ucapnya.
{Jawaban tidak dapat di temukan…}
"Apa aku salah?!" ucapnya kembali.
{Maaf tuan jawabannya tidak dapat di temukan…}
Arata pun tenggelam di dalam perasaan sedih dan menyesal. Mungkin saja keluarganya juga dulu terpaksa meninggalkannya demi dirinya juga.
Setelah beberapa saat kemudian ia pun tenang kembali…
"Tunggulah nak, ayah pasti akan kembali lagi kepada mu dengan cepat" ucapnya setelah tenang.
Akhirnya ia menemukan jawabannya yaitu tidak boleh menjadi seperti orangtuanya di Dhani sebelumnya. Ia harus kembali dengan cepat ke putranya agar dia tidak merasakan apa yang pernah ia rasakan dulu.
"Tunjukkan arahannya sistem!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1