PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Pelelangan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah membersihkan diri Arata melihat kedua istrinya masih tenggelam di balik selimut.


"Sayangku, cintaku apa kalian tidak lapar? cepat bangun dan sarapan" ucap Arata dengan lembut.


{HOEKK…}


Tidak ada jawaban dari mereka tetapi sistem yang menjawabnya.


Bibir Arata berkedut, "Diam! masih pagi jangan cari masalah denganku sistem" ucapnya.


Arata pun terpaksa membangunkan mereka walaupun tampak kelelahan karena harus sarapan dan membersihkan dirinya dari keringat beserta sesuatu cairan yang sangat lengket.


"Hoammm… Ahh sudah pagi ternyata" ucap Lin Yu yang bangun pertama kali.


"Tidur mu nyenyak sekali yah?" ucap Arata tersenyum kecil.


BLUSHH…


Tiba-tiba muka Lin Yu menjadi merah dan seperti keluar asap dari kepalanya.


"I-itu semua kan gara-gara kamu!" ucap Lin Yu malu karena teringat kejadian semalam.


"Hahaha aku minta maaf, sudah sekarang bangunkan Lin Si setelah itu mandi dulu baru sarapan. Aku akan menunggu kalian di ruang makan bersama kaisar" ucap Arata kemudian keluar dari kamar.


Lin Yu pun membangunkan Lin Si setelah itu mereka membersihkan diri dari keringat yang menempel di badan. Selesai mandi Lin Yu dan Lin Si pergi menyusul Arata ke ruang makan untuk sarapan bersama kaisar.


"Ohh kalian memang benar-benar sangat cantik dan imut" ucap Arata saat melihat kedatangan Lin Yu dan Lin Si yang sangat memanjakan mata.


Mereka hanya menunduk malu dan duduk di samping Arata, kaisar yang melihat itu tersenyum canggung karena tatapan Arata yang sangat tajam nya seperti mengartikan 'jangan melihat wajah istriku'.


"Ekhem… Tuan bagaimana kalau setelah ini anda dan nyonya sekalian pergi ke suatu tempat yang sangat ku rekomendasikan sekali" ucap kaisar.


"Hooo baiklah nanti beritahukan tempatnya sekarang mari kita makan terlebih dahulu" ucap Arata dan mereka semua pun mulai menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh para pelayan istana.


Setelah beberapa saat kemudian mereka selesai sarapan, Arata mulai membicarakan kembali tempat yang di maksud oleh kaisar.


"Jadi tempat apa itu? dan dimana?" tanya Arata.


"Di sebelah barat ibukota terdapat sebuah paviliun yang akan mengadakan pelelangan" ucap kaisar.

__ADS_1


"Paviliun apa namanya?" tanya Arata.


"Hmmm kalau tidak salah paviliun Healthy yang di pimpin oleh Yun Li " jawab kaisar.


"Ohokk… Ahh paviliun Healthy katamu?" ucap Arata terkejut sampai tersedak saat minum.


"Sayang apa yang terjadi denganmu?" tanya Lin Yu.


"Ahh tidak, aku hanya terkejut karena pernah mendengar nama tersebut sebelumnya" ucap Arata.


"Berikan aku tiket masuk VIP untuk 3 orang" ucap Arata memerintahkan kaisar untuk membantunya mendapatkan tiket masuk tersebut.


"Baik tuan akan saya usahakan!" ucap kaisar.


Arata mengangguk dan sedikit tersenyum kecil. Lin Yu yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya karena ia sedikit khawatir masalah apa yang akan Arata ciptakan.


***


Setelah beberapa saat kemudian Arata di hampiri oleh seorang prajurit.


"Tuan…" ucapnya berlutut dan memberikan sebuah undangan yang di cetak begitu indah dan tertuliskan 'salam hormat kami paviliun Healthy'.


"Ohh oke tidak masalah sampaikan rasa terimakasih ku kepada kaisar" ucap Arata kemudian menyuruh prajurit tersebut pergi.


Setelah itu Arata menemui kedua istrinya untuk mengajak mereka pergi ke pelelangan.


'Aku masih di anggap sebagai tetua ke 7 mereka kan?' ucap Arata dalam hatinya.


Keesokan harinya ibukota kekaisaran telah ramai di penuhi oleh orang-orang yang ingin melihat ataupun berpartisipasi dalam pelelangan kali ini yang di adakan oleh paviliun Healthy.


Arata yang telah bersiap-siap pergi bersama dengan kedua istrinya. Perhatian semua orang tertuju kepada mereka karena Arata sangat tampan dan juga kedua istrinya sangat cantik, sungguh pasangan serasi yang paling indah di kekaisaran.


Tetapi Arata mengabaikannya, ia hanya berjalan dengan tenang sambil menggandeng tangan mereka berdua dengan lembut dan erat.


"Hati-hati jangan sampai terpisah nanti susah carinya" ucap Arata.


Lin Si dan Lin Yu mengangguk mengerti, mereka pun berjalan sejajar dengan Arata.


Tatapan kagum orang-orang sangat menganggu Arata, terutama tatapan iri dari para pria maupun wanita.


"Inilah yang aku tidak mau membawa kalian… Terlalu berat beban yang kubawa karena kecantikan" ucap Arata menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Lin Yu dan Lin Si hanya menunduk malu, tetapi sekali-kali mereka berdua membalas balik tatapan para wanita terhadap Arata. Mereka menatap tajam hingga terlihat sangat mengerikan, para wanita yang menatap Arata akhirnya menyerah dan berkeringat dingin ketakutan.


"Hmmm?" ucap Arata kebingungan karena merasa ada sesuatu yang aneh.


'Entah kenapa aku merasakan firasat buruk bahwa kalau mataku berkeliaran maka akan ada sesuatu yang menusuk dari belakangku' ucap Arata dalam hatinya.


Setelah beberapa saat kemudian berjalan akhirnya Arata sampai di pintu masuk menuju aula pelelangan.


"Minggir… Minggir! tuan muda kami akan lewat!"


Tiba-tiba terjadi suatu keributan di antrian belakang Arata.


Orang-orang memberikan jalan kepada kelompok pemuda yang membuat keributan itu, tetapi tidak dengan Arata. Ia dengan tenang berdiri menunggu gilirannya.


Hal tersebut cukup membuat orang-orang terkejut karena entah keberanian Arata atau kebodohannya menghadang kelompok pemuda tersebut.


"Hey? sialan! kubilang minggir, yah minggir bajing*an!" ucap salah seorang pemuda memaki Arata sambil menendangnya supaya terjatuh.


Tetapi usahanya sia-sia karena Arata tetap dengan kokoh berdiri tenang bagaikan tidak ada sesuatu yang terjadi.


Hal tersebut membuat pemuda yang memimpin kelompok tersebut memerah marah wajahnya karena baru kali ini, ada seseorang yang berani menentang dirinya.


"Kenapa kalian diam saja? cepat singkirkan si sialan itu!" teriak pemuda tersebut memberikan perintah terhadap pemuda lainnya.


SWOOOOSSHHH…


Para pemuda itu dengan segera menyerang Arata dengan cara memukul, menendang dan juga menyundul nya dengan kepala nya yang botak.


Tetapi semua pemuda tersebut terpental hingga belasan meter, karena kejadian yang begitu singkat dan cepat itu membuat semua orang terdiam membeku tidak mengerti apa yang terjadi.


Sedangkan Arata masih dengan sikap tenangnya berdiri kokoh sambil merangkul kedua istrinya.


'Hahhh para bocah papi mami… Lebih baik biarkan saja, nanti juga mereka pasti akan berhenti karena sia-sia melakukan hal yang akan mempermalukan diri sendiri' ucap Arata dalam hatinya.


Arata hanya sedang tidak ingin meladeni bocah-bocah yang belum tahu kehidupan dunia yang sangat keras ini.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya giliran Arata telah tiba, "Kartu undangan nya tuan?" tanya orang yang bertugas memeriksa orang-orang yang akan memasuki ruangan pelelangan.


Arata dengan tenang mengeluarkan kartu undangan nya, "Apa yang anda maksud ini nona?" tanya Arata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2