PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Gadis Cantik


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya di saat Arata membuka pintu di depan terlihat Zhu Wei yang menunggunya dengan wajah penuh senyum.


"Hahaha kukira kau akan bangun siang teman jadi aku menunggumu… " Ucap nya.


"Haishh! kenapa kau selalu menggangguku?" Ucap Arata.


"Mengganggu? tidak tidak, aku hanya menunggu mu apa itu termasuk mengganggu?" Ucap Zhu Wei.


Arata hanya menghela nafas kemudian pergi tanpa memperdulikan Zhu Wei. Ia pergi menuju kembali ke klan Lin bersama dengan Zhu Wei di belakangnya, begitu mereka telah tiba tatapan semua orang menuju ke arah mereka berdua.


"Hey, apa mereka itu yang di kabarkan jenius sejati?"


"Benar, dan menurut orang-orang mereka berdua sudah pasti akan di akui oleh patriak Lin. Bagaimanapun juga kesempatan ini hanya datang sekali jadi pasti klan Lin akan berusaha sebisa mungkin untuk menarik mereka berdua bergabung ke sektenya"


Banyak sekali bisik-bisik penonton tentang mereka berdua berawal dari sebuah rumor kemudian di lebih-lebih kan agar menarik perhatian.


'Beginilah yang aku tidak suka saat menunjukkan kekuatan ku!' pikir Arata sedikit kesal.


Tetapi hanya Zhu Wei yang tidak merasa demikian malah dia bersikap sangat narsis sekali sampai-sampai membuat Arata ingin memukulnya.


Tanpa berlama-lama kemudian acara di mulai melanjutkan no selanjutnya dari kemarin yaitu 51-100.


Arata duduk di kursi paling depan dengan Zhu Wei di sampingnya.


Entah kenapa Arata merasa bahwa mereka semua bukanlah memperhatikan pertandingan nya tetapi malah memperhatikan dirinya. Tatapan kagum, sinis, iri dan sebagainya sangat terasa oleh Arata.


Sampai suatu peserta yang sedang bertarung, Arata merasakan sesuatu getaran yang entah berasal darimana tetapi saat itu yang ia rasakan adalah suatu getaran ancaman!


"Sistem apa yang aku rasakan barusan salah?!" Tanya Arata serius.


{Tidak tuan… Semua perasaan ancaman yang anda rasakan barusan berasal dari gadis yang sedang bertarung saat ini}


Mendengar perkataan sistem membuat Arata semakin serius.


"Zhu Wei, kalau ada sesuatu yang terjadi cepatlah pergi dari sini dan suruh para tetua ataupun patriak untuk menyegel tempat ini!" Ucap Arata serius.


Zhu Wei merasa aneh dengan sikap Arata yang tidak seperti biasanya tetapi ia mengangguk dengan cepat tanpa menanyakan apa alasannya.


Selang beberapa menit kemudian tiba-tiba hawa sekitar menjadi sedikit janggal.


Hal tersebut di rasakan oleh beberapa orang termasuk Arata.

__ADS_1


"Sial! Zhu Wei, cepat lakukan apa kataku sebelumnya!" Ucap Arata berdiri.


Zhu Wei dengan cepat melaksanakannya, ia pergi ke arah tetua klan yang sedang berjaga di podium.


Para tetua pun dengan segera bergerak saat mendengar penjelasan dari Zhu Wei, mereka langsung mempercayai nya karena mereka pun sama merasakan ada sesuatu yang janggal dengan sosok perempuan yang sedang bertarung tersebut.


Tanpa berlama-lama pertandingan di berhentikan dan para penonton di bubarkan secara paksa, awal nya para penonton keras kepala tidak ingin meninggalkan acara begitu saja tanpa ada alasan.


Dengan sedikit ancaman mereka pun akhirnya menghamburkan diri meninggalkan tempat tersebut yang kini hanya tersisa para tetua, Patriak, murid-murid elite klan, Zhu Wei dan Arata yang berdiri tempatnya.


Setelah itu array penyegelan di buat oleh para tetua yang luasnya mencakup seluruh tempat tersebut.


Arata yang melihat array penyegelan telah terbuat, ia pergi mendekat ke Patriak.


"Patriak… Situasi ini akan sangat gawat kalau kita tidak bisa menghentikannya" Ucap Arata.


Patriak mengangguk mengerti, "Kalau begitu apa rencana mu?" Tanyanya.


"Tetap seperti sebelumnya buatlah array pertahanan sebanyak-banyaknya, aku akan mencoba untuk menghentikannya tetapi kalau tidak berhasil terpaksa anda harus membantu saya" Ucap Arata sedikit tersenyum.


Patriak tanpa ragu mempercayai semua perkataan Arata dan menyuruh semua tetua yang tersisa dan para muridnya untuk membuat sebuah penghalang sebanyak yang mereka bisa.


Sebelum itu Arata mendekati perempuan yang sedang berdiri diam di tengah arena.


"Arata"


"Jangan mendekat! pergilah berlindung, aku masih bisa mengendalikannya" Ucap gadis yang masih membelakangi Arata.


"Kau sudah tidak mampu karena sebagian besar kekuatannya telah menguasai dirimu" Ucap Arata dengan serius.


"Jangan ikut campur!!! pergilah selamatkan nyawa mu sendiri" Teriak keras gadis tersebut.


"Aku akan membantumu jadi diamlah" Ucap Arata terus berjalan mendekatinya.


"Pergi! pergi! pergi!" Gadis tersebut terus menyerang Arata agar menjauh.


Tetapi serangan tersebut tidak mempengaruhi Arata, ia masih berjalan secara perlahan tapi pasti ke arahnya.


"Diam! kalau sampai 'itu' keluar maka seluruh kekaisaran ini akan hancur" Ucap Arata.


"Aku- aku masih bisa menahannya!" Gadis tersebut berteriak sambil terus menyerang Arata.


'PELUK'

__ADS_1


Arata secara tiba-tiba memeluknya dan mengelus-elus kepala nya.


"Sudah tidak apa-apa… Aku akan membantu mu" Ucap Arata dengan lembut.


SWOOOOSSHHH…


Sebuah aura yang sangat mengerikan tiba-tiba keluar dari tubuh gadis tersebut.


Aura tersebut memporak-porandakan sekitarnya, tanah retak tidak mampu menahan tekanan yang keluar dari aura tersebut.


Kekacauan terjadi di dalam penghalang, bahkan lapis demi lapis penghalang yang di buat oleh para tetua dan murid-murid lainnya hancur tidak mampu menahannya.


Ekspresi patriak berubah menjadi serius, ia saat ini dalam posisi siap untuk melakukan apa yang Arata katakan sebelumnya.


"Tetap tenang! tugas kalian hanya perlu mempertahankan penghalang tersebut!" Ucap Patriak menenangkan semua orang.


'Kamu pasti bisa nak!' Ucap Patriak dalam hatinya.


Arata seperti di selimuti oleh aura tipis tetapi aura dari gadis tersebut tidak mampu menembusnya.


"Sudah kubilang diam dan tenang. Jangan bersikap seolah-olah kamu kuat, manusia itu makhluk sosial jadi tidak bisa berbuat secara individual. Lepaskan saja semua beban ataupun perasaan yang selama ini kamu pendam, tenang saja tidak akan terjadi apa-apa" Ucap Arata dengan lembut sambil mengelus nya.


Gadis tersebut badannya bergetar setelah mendengar perkataan Arata.


Ia tiba-tiba menangis keras sekali, meluapkan semua nya yang selalu ia kubur dalam-dalam. Hanya dengan beberapa perkataan Arata membuatnya tidak bisa lagi menahan itu semua.


Serentak dengan tangisan gadis tersebut aura yang saat itu ganas menjadi lebih ganas dan liar.


Selang beberapa menit kemudian tangisan gadis tersebut mereda, auranya pun sedikit tenang di bandingkan saat dia menangis.


'Lakukan sistem!' Ucap Arata.


{Baik tuan…}


SWOSHHHH…


Tubuh Arata secara perlahan menyerap semua aura kacau yang keluar dari gadis tersebut.


Sedikit demi sedikit aura yang terhisap membuat gadis itu menjadi tenang.


Bahkan ia membalas pelukan Arata dengan erat. Arata yang merasakan hal tersebut menepuk-nepuk pelan punggung gadis tersebut sambil berkata, "Bagus, kamu telah berusaha keras" .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Oi…oi…oi apa kalian tahu penyebab dan apa yang di maksud 'itu' oleh Arata? Ahh entahlah author sendiri tidak tahu 🤣


__ADS_2