PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
RENTENIR!


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arata menatap kaisar yang keadaannya kini sangat mengenaskan bahkan mungkin bisa di bilang sedang sekarat tetapi kejam nya Arata, ia memberikan sebuah ramuan agar kaisar hidup walaupun seluruh badannya kini telah mati rasa.


"Ku tanya sekali lagi apa kau ingin mati dengan cepat?" Ucap Arata.


Kaisar sekuat tenaga dengan bersusah payah ia menggerakkan kepalanya ke atas kebawah untuk menjawab pertanyaan Arata.


"Kalau begitu ku tanya sebelumnya dapat darimana keberanian mu itu sampai berani menyentuh keluargaku dan menginginkan kedua istriku?" Ucap Arata dengan dingin.


"Iiii-itu karena aaa-anakku menginginkannya" Ucap kaisar terbata-bata.


"Cihh sayang sekali dalang dari ini semua ternyata mati dengan mudah" Ucap Arata kesal.


"T-tolong b-bunuh a-aku" Ucap kaisar dengan tatapan menyedihkan.


Arata melirik ke arah keluarganya, mereka menganggukkan kepala dan Arata pun menebas kepala kaisar hingga menggelinding.


"Maafkan aku karena memperlihatkan sesuatu yang tidak enak di lihat oleh kalian" Ucap Arata menundukkan kepalanya merasa bersalah tetapi mau bagaimana lagi ia sudah termakan oleh api amarah karena ini menyangkut keluarganya.


Lin Yu dan Lin Si berlari memeluk Arata sambil mengucapkan, "Tidak masalah lagipula kamu melakukan nya untuk kami… Jadi kenapa kami harus merasa takut kepadamu? seharusnya kami berterimakasih" Ucap mereka dengan hangat dan lembut.


Arata melihat ke orang tuanya dan orang tua mereka berdua yang ternyata tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Kami tidak masalah nak asalkan kamu melakukannya ke orang yang bajingan seperti dia!" Ucap Luo Nan.


PLAK…


"Enak saja mengajarkan anakku seperti itu! kamu tidak boleh seperti itu nak! tetapi lain ceritanya kalau orang itu berniat macam-macam dengan menantuku kamu harus lebih memberi siksaan yang tidak bisa mereka lupakan walau sudah mati!" Ucap Luo In dengan tatapan membara.


'Haishh! kamu sama saja istriku jadi kenapa pula aku di pukul?!' Pikir Luo Nan.


"Tidak apa-apa nak… Tidak masalah selagi hak tersebut berhubungan dengan keluarga kamu boleh melakukannya semau mu" Ucap patriak Lin.


"Ara~ kami mendapatkan menantu yang luar biasa jadi mengapa kami membencimu karena sikap kejam?" Ucap istrinya patriak tersenyum manis.


Arata senang sekali karena mereka tidak mempermasalahkannya, ia sempat berpikir mungkin setelah ini keluarganya akan menjauh darinya.


"Terimakasih!" Ucap Arata terharu.


***


Keesokan harinya semua orang kekaisaran di hebohkan dengan beredarnya kabar bahwa kaisar sebelumnya telah di ganti dengan yang baru.


Permasalahan intinya mereka tidak mengetahuinya tetapi secara garis besar kaisar sebelumnya bermasalah dengan seseorang yang seharusnya tidak di singgung dan mengakibatkan ia di bunuh oleh sosok tersebut.

__ADS_1


Kekacauan istana kekaisaran terjadi dan berhasil di redam oleh klan-klan besar lainnya.


Pengganti kaisar sendiri di sarankan oleh klan Luo, jadi secara tidak langsung kekaisaran saat ini di genggam oleh klan Luo sendiri yaitu Arata sendiri yang sosok di balik layar dalam mengatur kekaisaran.


Kini klan Luo telah di bangun kembali oleh Arata dengan bantuan sistem.


Setelah kejadian tersebut kini Arata tidak ingin berpergian terlalu jauh dengan keluarganya bahkan ibunya yang ingin keluar klan harus di jaga oleh beberapa orang, sebegitu traumanya Arata.


"Anakku sudahlah jangan terlalu berlebihan seperti ini, yang berlalu biarlah berlalu kini tidak akan ada lagi yang bisa mengganggu kami" Ucap Luo Nan menasihati Arata agar tidak terlalu khawatir.


"Tapi ayah bagaimana kalau nanti kejadian kemarin terulang lagi dan bagaimana kalau aku tidak bisa datang tepat waktu?" Ucap Arata bersikeras untuk tetap seperti itu.


"Haishh nak! dengarkan ayah mu ini… Bukankah kalau km seperti ini akan seperti merendahkan keluargamu sendiri dan juga tidak mempercayai keluarga mu sendiri?" Ucap Luo Nan.


Arata terdiam mendengar ucapan ayahnya tersebut yang ada benarnya juga.


"Baiklah ayah" Ucap Arata.


"Bukannya kami tidak senang nak, kami berterimakasih sungguh benar-benar senang kamu seperti ini tetapi jangan berlebihan juga" Ucap ayahnya tersenyum dan memeluk Arata.


"Aku mengerti ayah maafkan aku" Ucap Arata.


"Bagus nak sekarang kamu temui lah kedua gadis itu kasihan mereka mengkhawatirkan dirimu" Ucap ayahnya.


Arata mengangguk dan pergi menuju ke tempat kedua wanitanya itu.


"Tuan muda… " Ucap tetua dan murid-murid lainnya memberi hormat kepada Arata.


Arata tersenyum dan melambaikan tangannya, "Lanjutkan saja latihan kalian tetapi tetua…" Ucap Arata sambil memberi kode tatapan ke Lin Yu dan Lin Si.


"Ohh baik tuan muda silahkan" Ucap tetua mengerti.


"Terimakasih tetua" Ucap Arata tersenyum kemudian menemui Lin Yu dan Lin Si.


"Kalian rajin sekali berlatihnya… Hmmm bagaimana kalau aku menggantikan tetua untuk melatih kalian?" Ucap Arata sambil tersenyum.


"An'er!" Ucap Lin Yu terkejut.


Arata tersentak saat mendengar Lin Yu memanggilnya demikian.


"Sejak kapan?" Tanya Arata.


"Apa maksud mu?" Ucap Lin Yu tidak mengerti.


"Maksudku sejak kapan kamu memutuskan untuk memanggilku seperti itu?" Jelas Arata.

__ADS_1


"Ahh… I-itu ibu yang menyuruh kami" Ucap Lin Yu dan Lin Si malu-malu.


"Oh ya sudah tidak apa-apa lagipula aku suka" Ucap Arata tersenyum manis.


Lin Yu dan Lin Si wajah mereka memerah malu karena saat ini mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.


"Berhenti, lihatlah sekeliling mu!" Ucap pelan Lin Yu.


"Hmmm?" Arata kemudian melihat sekitarnya.


"Haishh apa yang kalian lihat? cepat berlatih atau kalian ingin ku latih kembali?!" Ucap Arata tersenyum.


Mendengar hal tersebut semua murid langsung memalingkan wajahnya dan kembali melanjutkan pelatihan.


"Nah sekarang sudah tidak apa-apa" Ucap Arata kemudian mengandeng tangan mereka pergi dari lapangan pelatihan.


{Tuan…}


Saat berjalan tiba-tiba suara sistem terdengar di pikiran Arata.


"Hmm ada apa?" Ucap Arata.


{Harap membayar tagihan untuk yang waktu itu!}


"Hah?! tagihan apa?" Ucap Arata terkejut.


{Apa anda lupa tuan?…}


{Waktu itu anda menyuruh sistem untuk menghancurkan array ilusi dan mencari tahu dalang dari semua kekacauan yang terjadi}


{Total semuanya menjadi 10.000 poin sistem!… Oh yah dengan biaya pembangunan juga hampir sistem lupakan}


{Total semua menjadi 20.000 poin sistem!}


Alis mata Arata berkedut saat mendengar penjelasan sistem yang begitu detail mengenai semua yang harus ia bayar.


'Kau ini rentenir berkedok sistem kan?! sialan apa-apaan ini kau terlalu perhitungan sistem!' Pikir Arata. Ia sangat terkejut mendengar perkataan sistem.


{Kapan anda akan membayarnya? kalau semakin lama maka bunganya semakin besar}


"Sial! baik-baik bayar sekarang saja!" Ucap Arata marah-marah.


{Poin sistem anda di kurangi sebanyak 20.000 poin…}


{Terimakasih sudah membayar tuan <3}

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2