PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Mencari Kabar


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arata juga memberikan perintah kepada para pasukan kekaisaran untuk bergerak membersihkan klan Luo yang kini telah hancur berantakan.


"Sial! kenapa aku bisa lengah begini!" Ucap Arata kesal membenci dirinya yang terlalu merasa aman padahal setiap masalah pasti akan menimbulkan ancaman yang tiada akhirnya.


{Tuan…}


"Apa!" Jawab Arata keras, ia masih dalam keadaan emosi.


{Tenanglah tuan… Sesuatu masalah yang di sertai dengan emosi akan sangat buruk}


"Tenang bagaimana! kau tidak lihat keluarga ku menghilang tidak tahu masih hidup atau tidak! jadi bagaimana bisa aku tenang?!" Ucap Arata frustasi.


{Kemungkinan besar mereka pasti hidup tuan tetapi…}


"Tetapi apa?! cepat selesaikan perkataan mu" Ucap Arata.


{…}


"Sial! kenapa kau diam? lanjutkan apa yang ingin kamu katakan!" Ucap Arata.


SWOOOOSSHHH ……


Para prajurit kekaisaran telah selesai membersihkan dan menyisir setiap ujung klan Luo tetapi tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, mereka hanya menemukan mayat-mayat gosong karena terbakar.


"Tuan… Semuanya telah di periksa tetapi kami tidak menemukan tanda-tanda kehidupan sama sekali" Ucap kaisar memberikan laporan para prajuritnya.


"Hahhh yah sudah tidak apa-apa… Kalian beristirahat lah di tempat yang masih bisa di tinggali" Ucap Arata kemudian pergi untuk menenangkan dirinya.


Arata pergi ke tempat yang sepi, ia masih sangat terpukul dengan kebenaran bahwa keluarganya menghilang entah dimana.


"Kumohon… Kuharap kalian masih hidup" Ucap Arata sedih.


Ia duduk di sebuah batu besar sambil berharap menunggu monster panggilannya kembali membawa informasi yang di harapkan.


"Sistem apa aku lemah? apa level Alam Raja tidak cukup untuk hidup tenang bersama keluarga ku?" Ucap Arata.


{Sebenarnya level Alam Raja cukup tinggi untuk di dunia ini tetapi kita tidak mengetahui apa ada sosok yang lebih tinggi dari anda tuan}


"Hahhh… Aku sebenarnya tidak ingin bertambah kuat dengan cepat tetapi sepertinya tidak ada pilihan lain selain peningkatan level ekstrem" Ucap Arata.


{Tuan… Sistem mempunyai informasi yang mungkin cukup berguna bagi anda}

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Arata.


{Dengan job necromancer, anda dapat mengendalikan kehidupan dan kematian}


"Terus? apa maksudmu?" Tanya Arata.


{Sistem minta maaf sebelumnya… Jadi walaupun keluarga anda telah tiada, mungkin anda dapat membangkitkan mereka kembali tetapi dengan syarat yang cukup sulit}


"Hah?! benarkah?" Ucap Arata terkejut sampai berdiri.


{Benar tuan… Tetapi syaratnya cukup sulit dan mungkin saja persentase keberhasilannya sangat kecil}


"Aku tidak peduli! asalkan ada kemungkinan walaupun 0.5% sekalipun" Ucap Arata sedikit tenang.


{Tapi lebih baik pastikan terlebih dahulu kabar mengenai keberadaan keluarga anda tuan}


"Tentu saja tetapi nanti beritahukan aku syarat-syarat nya!" Ucap Arata.


{Tentu tuan}


"Baiklah bagus! kalau begitu sekarang aku hanya perlu mencari informasi sekecil apapun tentang keluarga ku" Ucap Arata bersemangat kembali.


Setelah malam hari Arata memutuskan untuk bermalam di hutan tersebut.


Arata pun menyuruh kaisar agar memberikan perlindungan terhadap klan Luo yang saat ini telah kosong karena ia akan berusaha mencari keluarganya terlebih dahulu baru membangun kembali klan nya dari awal.


Setalah memberikan beberapa perintahnya Arata pergi meninggalkan klan nya dan berpetualang untuk mencari keberadaan keluarganya.


Tujuan pertama yang ia tuju adalah pergi ke Kekaisaran tetangga. Karena menunggu kembalinya Hydra dan Cerberus tentunya akan memakan waktu yang lama.


'Tunggu aku ayah, ibu, Lin Yu dan Lin Si. Aku pasti akan berusaha keras untuk mencari kalian!' Pikir Arata.


***


Di suatu tempat.


BRAKKK!…


"Apa?!! muridku mati?! bagaimana bisa!" Ucap seseorang marah besar saat mendengar berita dari bawahannya tersebut.


"B-benar t-tuan… T-tetapi misi yang anda berikan telah kami selesaikan dan juga sesuai perintah sebelumnya kami telah menawan beberapa orang" Ucapnya ketakutan saat melihat tuan nya sangat marah besar mendengar kabar kematian murid yang sangat ia banggakan.


"Sialan! aku tidak peduli dengan permintaan murid ku tentang menghancurkan klan lemah itu! tetapi yang jadi permasalahannya kenapa bisa murid ku mati?!" Ucapnya sangat tidak terima murid satu-satunya telah mati.

__ADS_1


"M-maaf tuan…" Ucapnya berlutut ketakutan.


"Sial…sial… Cari orang yang telah membunuh muridku itu! jangan kembali sampai kalian menemukannya!" Ucapnya dengan keras dan dingin.


"B-bbaik tuan tetapi bagaimana dengan tawanannya?" Ucapnya tanyanya sambil gemetaran.


KRAK… BOOMMMM…


Tiba-tiba ruangannya meledak dan hancur hanya tersisa tempat duduknya saja yang juga telah hampir roboh karena tidak sanggup menahan tekanan aura yang sangat besar yang keluar dari tubuh orang tersebut.


Bawahan sosok yang mengeluarkan aura itu pergi seketika dengan cepat karena ketakutan.


"Siapapun kau apabila bertemu denganku maka akan ku buat kau menginginkan kematian yang sangat cepat!" Ucapnya dengan dingin dan tatapannya tajam setajam silet.


***


Arata yang saat ini berada di luar wilayah kekaisaran atau lebih tepatnya perbatasan antara kekaisaran Horyen dan kekaisaran Argantika.


"Sial! aku sama sekali belum mendapatkan informasi tentang keluarga ku" Ucap Arata kesal. Ia telah melewatkan beberapa desa dan kota sebelumnya tetapi tidak ada satupun kabar tentang keberadaan sekte yang membawa keluarganya.


"Aku harus mencarinya kemana sistem? bantu aku!" Ucap Arata putus asa.


{Sekte Langit Malam keberadaannya sangat tersembunyi tuan…}


"Tetap saja cari!" Ucap Arata kesal.


{Baik tuan! akan sistem usahakan…}


{Proses pencarian………}


Arata kemudian pergi melanjutkan kembali perjalanan ke kota yang terdekat, ia berniat untuk beristirahat terlebih dahulu.


Setengah jam kemudian barulah Arata melihat sebuah kota yang lumayan besar. Arata masuk ke dalam antrian, ia hanya perlu menunjukkan identitasnya setelah itu barulah ia di perbolehkan untuk memasuki kota tersebut.


Tanpa berlama-lama lagi ia mencari penginapan untuk istirahat.


Tetapi saat mencari penginapan, Arata melihat di kota tersebut banyak manusia setengah hewan. Ada manusia kucing, rubah, dan sebagainya.


'Tunggu! Kenapa banyak sekali ras hewan?' Pikir Arata.


"Bisa kamu jelaskan sistem?" Ucap Arata.


{Sebenarnya di dunia ini hidup berbagai ras yang berdampingan dengan manusia, mereka hidup bersama di atas pernjanjian antara manusia dan ras hewan. Ras hewan dan manusia hidup berdampingan telah sangat lama bahkan mungkin dari nenek moyang mereka tetapi hingga suatu saat kaisar kekaisaran Horyen melanggar perjanjian tersebut dan menjadikan ras hewan budak mereka. Hidup di bawah tekanan manusia, ras hewan akhirnya pergi dari kekaisaran Horyen. Perang besar tercipta di saat kekaisaran Argantika mendengar kabar bahwa kekaisaran Horyen melanggar perjanjian yang telah ada dari dulu, mereka pun menampung semua ras hewan yang pergi meninggalkan kekaisaran Horyen hingga akhirnya kekaisaran Horyen menyerah dan memberikan kompensasi atas tindakan mereka. Kekaisaran Argantika tidak menerimanya begitu saja, mereka memberikan satu syarat kepada kekaisaran Horyen diantaranya yaitu ras hewan tidak akan pernah menginjakkan kaki mereka di sana dan juga apabila ada satu ras hewan yang tersesat dan berada di kekaisaran Horyen maka kekaisaran Horyen harus mengembalikan mereka ke kekaisaran Argantika dalam keadaan selamat tanpa luka sedikitpun, jadi itulah alasannya mengapa di kekaisaran Argantika banyak ras hewan di banding dengan kekaisaran Horyen}

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2