PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Waktunya Eksekusi


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


{Skill unik CRAFTER}


{Dapat membuat/menghasilkan apapun yang anda inginkan… Persyaratannya mudah, anda hanya perlu berimajinasi tinggi}


"Apa skil tersebut termasuk skil serangan?" Tanya Arata.


{Tergantung imajinasi anda tuan… Setiap apapun yang anda pikirkan entah itu benda, mahkluk hidup, ataupun skil bertahan, dan menyerang akan dapat dengan mudah di wujudkan}


"Oi…oi…oi… Bukankah kalau begitu curang sistem!" Ucap Arata terkejut tidak percaya ada skil yang seperti itu.


{Seperti yang sistem katakan sebelumnya… Itu semua tergantung imajinasi anda tuan, walaupun skil Crafter sangat hebat tetapi apabila pemiliknya tidak memiliki gambaran untuk persyaratannya maka skil tersebut hanyalah sampah semata}


"Kau memang benar tetapi bukankah aku mengingat tentang dunia sebelumnya? dan itu bisa menjadi keuntungan untuk ku" Ucap Arata.


{Maka anda beruntung tuan? bukankah sesimpel itu? kenapa di buat ribet sekali}


Alis Arata berkedut tidak habis pikir dengan apa yang semua sistem katakan. Beruntung? bukankah dengan bereinkarnasi kembali dan di temani sistem saja sudah termasuk keberuntungan yang tinggi? kalau begitu apa yang bisa menggambarkan situasinya saat mendapatkan skil tersebut?.


"Terserah kau saja sistem!" Ucap Arata.


{Bukankah harusnya anda berterimakasih tuan?}


Arata semakin di buat kesal oleh sistemnya.


"Baik-baik, terimakasih! sudah cukup?" Ucap Arata.


{Sama-sama tuan…}


Ia pun menutup koneksinya dan pergi untuk menemui kaisar kekaisaran Horyen.


"Ahh tuan Luo An! ada apa anda kemari?" Tanya kaisar dengan sopan dan ramah.


"Aku hanya ingin memberikan hadiah sebagai tanda terimakasih ku karena telah membantuku untuk semuanya" Ucap Arata tersenyum tenang.


"Skil Crafter : Sword of Heaven" Ucap Arata mencoba menggunakan skil barunya tersebut.


SRINGGG…


Sebuah pedang berwarna biru dengan gagangnya berbentuk kepala naga dan sarung nya berwarna emas terlihat begitu indah tiba-tiba muncul di tangan Arata.


"Terimalah" Ucap Arata menyodorkan pedang tersebut.


Kaisar terdiam tidak percaya dengan hal tersebut karena tiba-tiba sebuah pedang yang indah muncul di tangan Arata dan juga diberikan kepadanya? mimpi apa ia semalam.

__ADS_1


"T-tuan, benarkah ini untuk saya?" Tanya kaisar ragu-ragu karena merasa pedang tersebut terlalu berlebihan untuknya.


"Haishh sudah terima saja… Gunakan pedang ini untuk menjaga kedamaian dunia, ingat itu!" Ucap Arata dengan tegas.


"Ahhh- baik tuan!!" Ucap kaisar dengan tegas juga. Ia pun mengambil pedang tersebut dari tangan Arata.


Arata tersenyum dan mengangguk, "Aku percaya kepadamu jadi jangan sampai merusak kepercayaan ku ini" Ucapnya kemudian pergi kembali meninggalkan kaisar yang sedang terpana oleh pedang tersebut.


Setelah tenang kaisar akhirnya menyadari Arata telah pergi tetapi ia pun berlutut dengan hormat, "Kepercayaan anda akan saya pertaruhkan dengan nyawa saya ini!" Ucapnya dengan serius.


***


Arata yang telah kembali dari kekaisaran, saat ini tengah berada di kamar para istrinya.


"Hahh… Cepatlah bangun istriku, apa kalian lupa kita sudah menikah? jadi harus segera melaksanakan malam yang sakral itu" Ucap Arata sambil menghela nafasnya.


{Cihh di otak anda hanya ada pikiran kotor saja!}


"Berisik kau hologram hidup!" Jawab Arata.


{Hah?! apa maksudnya tuan?}


"Ahh tidak-tidak, aku harus segera menuju ke ruang eksekusi" Ucap Arata mengalihkan pembicaraan.


Ia pun dengan segera pergi ke ruangan yang telah di siapkan untuk memberikan pelajaran terhadap pelaku penculikan keluarganya.


Suara pintu yang jadul terdengar mengerikan bagi seseorang yang di ikat di dalam ruangan tersebut.


Dan juga selain orang yang di ikat ada juga 3 mahkluk yang sangat mengerikan sedang berlutut dengan hormat saat melihat sosok Arata yang masuk setelah membuka pintu ruangan tersebut.


Arata melangkah dengan tenang mendekati 'tahanannya'.


"Apa mereka membawamu dengan nyaman? ada luka?" Tanya Arata.


Sosok tersebut mengangguk dengan cepat karena sudah sangat ketakutan.


"Syukurlah kalau tidak akan aku bunuh mereka apabila tidak menuruti perintah ku" Ucap Arata.


Ketiga monster tersebut ketakutan saat mendengar perkataan Arata, mereka semakin menundukkan kepalanya hingga menyentuh lantai ruangan.


"Baiklah apa kau sudah siap?" Tanya Arata dengan dingin.


Sosok yang di ikat tersebut ternyata adalah patriak sekte Langit Malam yang bernama Ye Ga dari klan Ye.


Sebelumnya Arata memerintahkan kepada sistem untuk menggali informasi tentangnya dan sistem memberitahukan bahwa patriak sekte Langit Malam adalah orang dari klan Ye yang bernama Ye Ga. Ia menjadi patriak sekte berkat bantuan dukungan penuh dari klan Ye yang berkuasa di wilayah utara kekaisaran Argantika.

__ADS_1


Jadi secara otomatis sebenarnya klan Ye telah menguasai 2 wilayah dari kekaisaran Argantika. Tetapi tidak ada pertentangan dari pihak lainnya karena mereka tidak bisa secara sembarangan menyinggung klan Ye karena 'sesuatu'.


"Skil Crafter : Brazen Bull"


Kemudian sebuah benda berbentuk banteng dengan perut terbuka terbuat dari perunggu tiba-tiba muncul di depan Arata.


"Masukan dia!" Ucap Arata memberikan perintah kepada Hydra.


Hydra menggigit patriak dan memasukkannya kedalam perut banteng tersebut.


"Bakar dengan api mu!" Ucap Arata memberikan perintah kembali ke Hydra.


Hydra mengangguk dan dengan segera menyemburkan api nya membakar banteng yang terbuat dari perunggu tersebut.


Suara teriakan kepanasan tiba-tiba terdengar dari dalam banteng yang sedang di bakar tersebut. Suara itu adalah patriak Ye Ga yang tengah menjerit-jerit meminta ampun dan kepanasan karena api Hydra.


(Cttn : Brazen bull adalah alat siksa kuno yang diciptakan oleh orang Mesir bernama Perillus. Brazen bull terbuat dari bahan perunggu yang dibentuk menyerupai banteng. Orang yang bersalah akan dipotong lidahnya, kemudian tangannya diikat tetapi author tidak memotong lidahnya karena biarkan dia berteriak kesakitan, baru kemudian dimasukkan ke dalam brazen bull. Di bawahnya akan dinyalakan api yang cukup untuk memanggang si pendosa dan api tersebut author buat dari api Hydra)


"Panas! tolong ampuni aku-… Panas!"


Arata mengabaikannya dan hanya menatap Ye Ga yang sedang di bakar di dalam banteng tersebut dengan wajah dinginnya.


"Cukup!" Ucap Arata setelah 15 menit kemudian.


Setelah itu Arata mengeluarkan Ye Ga yang telah lemah dengan kulit nya memerah karena kepanasan dan basah oleh keringat.


"T-tolong m-maafkan a-aku… S-sudah c-cukup b-bunuh saja aku" Ucap lemah Ye Ga.


Arata mengernyitkan keningnya, "Cukup? tidak aku masih belum puas" Ucapnya sambil menyiram Ye Ga dengan ramuan penyembuhan.


Seketika seluruh badan Ye Ga kembali normal tetapi hal tersebut tidaklah membuatnya senang melainkan bergetar hebat ketakutan.


"Aku mohon! bunuh aku! jangan siksa aku lagi" Ucap Ye Ga menundukkan kepalanya di bawah kaki Arata dan memegang kakinya memelas untuk segera membunuhnya.


Arata hanya menatap tajam dan mendengus dingin, "Tidak bisa!"


"Skil Crafter : Spanish Tickler"


Sebuah benda tajam yang seperti kuku muncul di tangan Arata.


"Hoo menarik, hey pria tua! apa kau tahu alat apa ini?" Ucap Arata sambil tersenyum kejam.


Ye Ga hanya menggelengkan kepalanya dan wajahnya pucat pasi saat melihat benda tersebut.


"Alat ini bisa mencabik-cabik dan mengoyak daging mu sampai ke tulang… Mengerikan bukan?" Ucap Arata dengan dingin dan tersenyum bagaikan psikopat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2