
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
3 hari berlalu dengan begitu cepat, hari ini Arata akan kembali ke rumahnya dengan membawa beberapa orang yang mungkin akan menjadi bagian dari keluarganya.
"Hmmm waktu pertama kali aku kemari membutuhkan waktu 3 hari, kali ini mungkin akan sedikit lama dan berbahaya karena akan menarik perhatian pada bandit saat melewati hutan" Ucap Arata.
{Skil Teleportasi : 500 poin sistem}
"Woahh kamu sangat perhatian sekali sistem terimakasih!" Ucap Arata tersenyum senang.
{Cih…}
"Kenapa sistem?"
{Tidak… Poin sistem anda di kurangi sebanyak 500 poin}
Arata tersenyum senang mendapatkan skil yang sangat berguna dan juga murah pastinya.
'Hehe aku tahu kamu pasti memiliki nya tetapi tidak ingin memberitahukan ku sebelumnya karena ingin menjualnya dengan harga yang mahal setelah aku memiliki poin sistem yang banyak…' Pikir Arata.
"Bagaimana cara menggunakannya sistem?" Tanya Arata.
{Cukup bayangkan saja tempat tujuan anda tuan}
"Oh baiklah aku mengerti" Ucap Arata.
Kemudian ia pun pergi menemui mereka semua yang akan ikut dengannya.
"Apa kalian sudah siap?" Tanya Arata saat bertemu mereka.
"Aku siap teman, aku sudah tidak sabar ingin melihat klan mu yang luar biasa itu!" Ucap Zhu Wei heboh.
Sedangkan yang lainnya yaitu Patriak, istrinya, Lin Yu dan Lin Si hanya mengangguk.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang!" Ucap Arata.
"Tunggu?" Ucap Lin Yu.
"Kenapa? ada apa?" Tanya Arata.
"Ayah apa kereta kudanya sudah siap?" Tanya Lin Yu.
"Sudah kita tinggal berangkat saja" Ucap Patriak.
"Kereta kuda? untuk apa?" Tanya Arata.
"Tentu saja alat transportasi kita" Ucap Lin Yu menatap aneh Arata.
"Hey, berhenti menatapku begitu… Maksud ku kita tidak perlu menggunakan kereta kuda" Ucap Arata.
"Kamu aneh sekali?! bagaimana mungkin kita tidak menggunakan kereta kuda, apa kita akan jalan kaki?" Ucap Lin Yu.
"Akan lebih cepat kalau seperti ini… "
__ADS_1
Ctakk…
Arata menjentikkan jarinya dan sebuah lingkaran sihir tiba-tiba muncul dibawah kaki mereka.
"Apa ini?"
"Luo An apa yang kamu lakukan sebenarnya? Tanya Lin Yu.
SWOOOOSSHHH…
Tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan mereka dan saat membuka mata mereka semua telah berpindah tempat.
Saat membuka matanya pertama kali yang mereka lihat adalah sebuah bangunan besar dan tinggi dengan tembok yang bertulisan 'KLAN LUO'.
"B-bagaimana b-bisa ini terjadi?!"
"A-apa y-yang terjadi sebenarnya?!"
"Ara- Luo An jelaskan tadi itu apa sebenarnya?!!"
Mereka terkejut setengah mati dengan apa yang Arata lakukan.
Tidak bisa di percaya awalnya mereka di klan Lin yang berada di wilayah barat berjarak sekitar 3-4 hari untuk sampai kesini tetapi Arata membawa mereka hanya dalam sekejap mata? bagaimana bisa mereka mempercayai nya kalau tidak merasakannya secara langsung.
"Ah itu hanya sesuatu yang mudah di lakukan tetapi aku mohon jangan sampai hal ini terdengar oleh yang lainnya" Ucap Arata meminta mereka untuk merahasiakannya.
Mereka yang masih belum sepenuhnya sadar hanya mengangguk.
Saat membuka pintu para prajurit di sekitar mengerumuni mereka semua.
"Hey tidak perlu kasar begitu… Ini aku Luo An" Ucap Arata.
"Tuan muda? astaga maafkan kami tuan muda kami tidak tahu!" Ucap mereka kemudian membuang senjata mereka dan berlutut.
"Hahh sudahlah tidak apa-apa, sekarang bisakah kalian membukakan jalan untukku?" Ucap Arata tersenyum senang karena ia telah pulang.
"Baik tuan muda!" Kemudian mereka membuka barisan dan menundukkan kepalanya bagaikan seorang penguasa berjalan melewati mereka.
Arata yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Mereka memang agak aneh?" Ucap Arata.
"A-anu teman, mereka berkata tuan muda? apa maksudnya itu?" Tanya Zhu Wei.
"Oh itu karena aku adalah putra dari Luo Nan dan Luo In Patriak klan Luo saat ini… Apakah aku belum memberitahu kalian sebelumnya?" Ucap Arata memiringkan kepalanya.
"Sama sekali belum!!" Ucap mereka semua yang kesal karena di buat terkejut berkali-kali.
"Haishh aku menyesal bertanya… " Ucap Zhu Wei memegang dadanya.
"Untuk jantungku sehat nak… Ingat beritahukan hal penting sebelumnya karena aku tidak tahu apakah jantung ku akan kuat ingatlah aku sudah tua jangan membuatku mati karena serangan jantung!" Ucap Patriak.
"Hahaha baiklah baik" Ucap Arata tertawa melihat mereka semua yang reaksinya sangat jauh melebihi apa yang ia bayangkan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di bangunan yang sebelumnya mereka lihat, bangunan yang menjulang tinggi sampai menembus langit dan juga megah.
"Ayah, ibu aku pulang!!!" Teriak Arata sedikit menggunakan Qi nya agar terdengar.
SWOOOOSSHHH…
Bagaikan menyambut kedatangan Arata semua orang di dalam keluar bersamaan setelah suara Arata bergema.
"Anakku, putraku kamu sudah pulang nak! syukurlah kamu baik-baik saja" Ucap seorang wanita tiba-tiba memeluk Arata.
"Aku baik-baik saja ibu dan tolong lepaskan karena banyak orang melihat kita" Ucap Arata yang sedikit malu.
"Ahh anak ku sudah besar ternyata di peluk oleh ibu masa kamu malu?" Ucap Luo In ibunya Arata.
"Bagaimana perjalanan mu menyenangkan? dan juga sepertinya kamu pulang membawa tamu suruh mereka masuk ayo kita akan membuat pesta penyambutan" Ucap Luo Nan ayahnya Arata saat ini.
Arata mengangguk dan mengajak rombongannya memasuki kediamannya.
Di dalam para pelayan dan murid-murid elite di sibukkan dalam mengatur pesta, mereka sangat antusias karena kabar mengenai Arata yang kembali telah menyebar ke seluruh orang-orang. Karena itu mereka suka rela membantu mempersiapkan pesta tidak peduli capek atau tidaknya.
"Apa?!! kamu mau menikah?" Ucap kedua orangtuanya.
Mereka terkejut saat mendengar kalau alasan Arata kembali adalah untuk meminta restu mereka.
Baru beberapa minggu atau hari Arata meninggalkan rumahnya kini ia kembali dengan membawa 2 calon menantu? mereka bingung ini kabar baik atau kabar buruk?.
"T-tunggu bagaimana bisa tiba-tiba menikah?" Tanya Luo Nan.
"Jadi begini ayah…" Kemudian Hiro menjelaskan secara detail cerita awalnya.
Setelah mendengar itu Luo Nan menepuk dahinya, "Nak! lain kali kalau ikut suatu acara lihat dulu hadiahnya! walaupun kamu tidak menginginkan nya tetapi mau tak mau apabila kamu menang kamu harus mengambilnya kalau tidak hal tersebut akan membuat pihak penyelenggara di rendahkan olehmu, mengerti?!" Luo Nan memberikan nasihat kepada Arata agar lebih berhati-hati.
Luo Nan melihat ke arah istrinya, mereka saling menganggukkan kepala.
"Baiklah ibu memberi mu restu tetapi ingat jangan sampai hal seperti ini terulang kembali!" Ucap Luo In.
"Maafkan kenakalan anak kami Patriak Lin, ia agak sedikit kekanak-kanakan" Ucap Luo Nan sedikit menundukkan kepalanya.
"Ahh angkat kepala anda patriak Luo, anda tidak perlu sampai seperti itu" Ucap Patriak Lin sedikit panik saat Luo Nan menundukkan kepalanya, karena di depannya itu adalah orang yang sangat terhormat berbeda dengan dirinya walaupun posisi mereka sama-sama patriak tetapi level mereka berbeda jauh.
"Terimakasih dan mohon kerjasama kedepanya sebagai besan" Ucap Luo Nan tersenyum senang.
"Ahh baik" Ucap Patriak Lin menjabat tangan Patriak Luo.
Arata tersenyum melihat itu, ia kemudian melihat kedua calon istrinya yang menundukkan kepalanya karena malu.
'Hahh aku memiliki istri? ah tidak maksud ku 2 istri!' pikir Arata sedikit tidak menyangka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hoo kerajaan Harem akan segera terbangun kembali!
Bagi yang tidak suka terserah sih mau suka atau tidak tapi author suka Harem karena bisa 3some atau lebih 🤣
__ADS_1