PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Jenius?


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oi sistem kenapa kamu tidak memberikan ku hadiah yang tidak normal agar aku menjadi kuat dengan cepat? biasanya di novel-novel yang sering ku baca dulu kalau sistem selalu membantu pemiliknya untuk kuat dengan cepat" Ucap Arata.


{Sistem hanya akan memberikan hadiah kalau anda benar-benar melakukan sesuatu yang normal seperti misalnya membunuh monster tetapi hadiah tersebut tetap pada taraf tingkatannya, misal anda berhasil membunuh raja iblis maka hadiahnya akan sangat bagus tetapi tidak kalau membunuh monster-monster kecil yang hadiahnya mungkin sampah}


"Ohhh begitukah? hahhh sayang sekali, kupikir aku akan bertambah kuat dengan cepat karena adanya dirimu tetapi begitu juga tidak buruk" Ucap Arata.


{Sistem hanya pendamping anda bukan pembantu ataupun dewa yang dapat mengabulkan apapun yang anda mau}


"Baik-baik aku mengerti" Ucap Arata.


Setelah selesai pembicaraan nya Arata memutuskan untuk pergi menuju suatu paviliun alkimia yang di kabarkan akan mengadakan kompetisi membuat ramuan atau potion.


Arata memutuskan untuk mengikuti nya walaupun menurutnya ia tidak terlalu hebat dalam hal meracik ramuan tetapi bisa lah untuk mencari pengalaman.


Paviliun alkimia yang mengadakan kompetisi tersebut adalah Healthy. Sebuah paviliun yang belum lama ini beroperasi tetapi sudah dapat menarik perhatian orang-orang di seluruh penjuru wilayah, mungkin karena paviliun memiliki alkemist tingkat guru yang dapat berjaya langsung.


Arata telah tiba di depan paviliun Healthy, ia melihat lumayan banyak yang daftar untuk mengikuti kompetisi tersebut.


"Woahh ternyata lumayan banyak sekali yang mengikuti nya, apa aku bisa sampai final? ahh aku tidak yakin" Ucap Arata, kemudian ia pun mengikuti antrian yang sedikit orangnya.


Tanpa ia sadari bahwa hal tersebut dapat membuat ia kerepotan dan menarik perhatian.


"Silahkan isi terlebih dahulu formulir pendaftaran tuan" Ucap penjaganya.


Arata mengangguk dan mengisi semua formulir yang hanya perlu mencantumkan identitas nya saja dan tingkatan alkemist nya.


"Baik terimakasih, silahkan masuk dan tunggu acaranya di mulai" Ucap perempuan penjaga antrian.


Kemudian Arata di bawa ke sebuah tempat yang sangat luas, dimana telah banyak orang-orang yang datang hanya untuk menonton acaranya.


"Hah?! lihat pemuda itu, apa benar ia adalah alkemist tingkat guru? tidak mungkin" Teriak orang-orang pada saat melihat Arata.


"Hei nak jangan bercanda! tidak mungkin dirimu seorang bocah seperti mu alkemist tingkat guru!" Teriak orang-orang yang tidak percaya Arata berada di kelompok alkemist tingkat guru.


'Hahh? apa yang di maksud orang-orang?' Pikir Arata kebingungan.


{Anda berada di kelompok alkemist tingkat guru tuan, maka lawan anda semua adalah alkemist tingkat guru walaupun hanya tahap rendah}


Seketika Arata terkejut mendengar penjelasan sistem, "Apa?!" Ucapnya.


"T-tapi bagaimana mungkin? aku hanya mengikuti antrian yang sedikit orangnya dan tidak tahu apa-apa" Ucap Arata panik, karena ia bukanlah seorang alkemist tingkat guru, ia hanyalah alkemist pemula yang ingin mencari pengalaman.

__ADS_1


{Sistem bisa membantu anda tetapi biayanya 200 poin sistem…}


{Ya/Tidak?}


"Ya ya ya!" Ucap Arata dengan terburu-buru karena kalau ia sampai tidak bisa melakukan apa-apa maka ia akan malu seumur hidup.


{Selamat tuan! anda telah mendapatkan job Alkemist tingkat Ahli!}


{Poin sistem di kurangi sebanyak 200 poin}


'Hahh syukurlah sistem bisa membantuku tetapi apa maksudnya Alkemist tingkat Ahli?!' Pikir Arata, ia sedikit tenang tetapi terkejut pula karena sekarang ia adalah Alkemist tingkat Ahli?.


{Selamat berjuang tuan! semoga anda menang!}


Mendengar sistem tidak menjawabnya dan hanya memberinya semangat membuat Arata terdiam.


"Test…1…2…3… Test, ekhem… Selamat datang kepada semua orang yang telah hadir dan aku ucapkan terimakasih kepada kalian semua yang dengan sudi mengikuti acara kami, aku Yu Jin yang akan membawa acara kita hari ini dan aku umumkan bahwa acara di mulai!" Ucap seseorang di tengah lapangan.


"Woahhhhhhh!!!" Teriak keras para penonton bersemangat tidak sabar untuk menyaksikan pertunjukan yang menarik.


Mendengar suara keras itu membuat Arata tersadar.


"Baiklah kompetisi alkemist kali ini di bagi menjadi 3 tingkatan, yaitu alkemist tingkat pemula, murid, dan guru yang telah di tempatkan berbeda-beda. Di setiap tingkatan tentu saja akan berbeda dalam hal membuat pil"


"Kami mengerti!" Teriak para kontestan.


"Baiklah waktunya di mulai dari… Sekarang!!!" .


Swoshhhh…


Setelah mendengar kata mulai semua orang langsung dengan cepat untuk membuat pil.


Para pemula memang mendapatkan waktu yang lumayan banyak tetapi berbeda dengan tingkat murid dan guru, menurut mereka waktu 15 menit adalah sesuatu tantang yang sangat berat.


Arata tidak memperdulikan hal lain, ia dengan tenang tanpa terburu-buru memasukan semua bahan-bahan ke dalam kuali.


Sebagian orang yang melihat tindakan Arata merasa terkejut dan aneh, karena tidak ada alkemist manapun yang melakukan hal seperti Arata.


Bahkan juri-juri yang melihatnya merasa menarik dan dengan cermat memperhatikan Arata.


"Apa dia gila? bagaimana mungkin memasukkan semua bahan sekaligus seperti itu?"


"Sudah kuduga dia hanya seorang penipu yang hanya ingin mencari muka dengan cara mendaftar sebagai alkemist tingkat guru"

__ADS_1


Teriak cemoohan terdengar berasal dari para penonton yang mengejek Arata.


Tetapi Arata mengabaikannya, ia hanya fokus dalam pembuatan pil.


Ia berniat untuk membuat pil tingkat 7 karena sesuai dengan pengetahuan yang ia dapat di kepalanya pil tingkat 7 hanya bisa di buat dengan cara memasukkan semua bahan sekaligus dengan api yang pas, tidak terlalu besar ataupun tidak terlalu kecil.


10 menit berlalu semua orang akhirnya berhasil membuat sebuah pil, tersisa hanya para alkemist tingkat guru saja yang masih fokus mengatur suhu agar tidak meledakan kuali.


Tidak lama kemudian satu persatu para alkemist lainnya telah berhasil membuat sebuah pil tingkat 5 walaupun begitu mereka tetap senang karena dengan begitu mereka bisa melanjutkan ke babak selanjutnya.


Kini hanya tersisa Arata seorang yang masih belum membuat satu pil pun.


Para penonton menyoraki Arata dan menyuruh untuk menyerah saja.


Tetapi hal berikutnya membuat semua orang terbungkam.


Saat Arata membuka matanya tiba-tiba kuali di depannya bersinar terang yang membuat silau semua orang.


DUAR…


Suara ledakan kecil terdengar, mereka menyangka bahwa kuali Arata meledak tetapi saat sinar menyilaukan itu mulai meredup mereka di kejutkan dengan 3 buah pil yang melayang dengan aroma yang harum sekali.


"A-apa i-itu?!"


"B-bagaimana m-mungkin?! d-dia berhasil membuat 3 buah pil?!" Teriak orang-orang tidak percaya.


Bahkan para juri pun berdiri dan menatap kosong ke arah Arata.


"I-itu p-pil tingkat 8!"


"D-dengan b-bahan s-seadanya d-dia d-dapat membuat pil tingkat 8?! dan juga tidak hanya satu tetapi ada 3 buah pil?!!" Teriak para juri terkejut dan tidak percaya.


"J-jenius!! dia seorang jenius!" Tiba-tiba seorang pria paruh baya turun dari langit.


Suasana menjadi hening, mereka yang menghina Arata terdiam dengan rasa malu yang sangat-sangat besar bahkan untuk menegakkan kepalanya mereka tidak berani.


"Fyuhh… Aku hanya berniat membuat pil tingkat 7 tapi kenapa menjadi tingkat 8? aneh sekali" Ucap Arata.


Mereka yang mendengar perkataan Arata memuntahkan seteguk darah.


Di karenakan suasana yang hening jadi mereka semua dapat mendengar perkataan Arata walaupun pelan.


"Hehh?!! ada apa ini? kenapa hening sekali?" Ucap Arata yang terkejut karena ia telah sadar bahwa semua orang terdiam sambil melihat ke arah nya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2