
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Para penonton diam membisu tidak bisa berkata-kata saat melihat pertandingan antara Arata dan Zhu Wei yang menurut mereka di luar nalar akal sehat.
Kecepatan pergerakan mereka berdua sangat tidak bisa di ikuti oleh mata mereka semua. Pertandingan kali ini sungguh mengejutkan semua orang tanpa terkecuali, mereka tidak menyangka akan ada kuda hitam di acara ini.
Kembali ke Arata, ia saat ini sedang menikmati pertarungan nya dengan 'teman' yang baru bertemu.
TRAANGGGG…
Suara dentingan pedang terdengar dan setelah itu tidak ada lagi suara di antara mereka berdua.
Sosok Arata dan Zhu Wei kini terlihat sedang berjauhan tetapi pandangan mereka tidak lepas dari satu sama lainnya.
Keheningan terjadi karena tekanan mereka berdua membuat penonton merasakan ketegangan.
"Apa yang akan terjadi?"
"Mungkinkah mereka akan saling membunuh?"
"Apakah akan berlanjut atau akan ada yang menyerah?"
Pertanyaan demi pertanyaan memasuki pikiran semua orang di dalam diamnya.
Mereka fokus untuk memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya di antara mereka berdua.
Arata melihat pedangnya yang telah rusak karena beradu dengan pedang Zhu Wei.
"Benar-benar beda level, hanya dengan beberapa kali tabrakan pedangku sudah rusak" Ucap nya tersenyum kecil.
"Haishh kawan, gunakan senjata lain jangan berhenti karena kalah level senjata" Ucap Zhu Wei.
"Aku masih punya satu lagi tetapi aku ragu memakainya karena akan sangat berbahaya" Ucap Arata.
"Tidak perlu khawatir! aku masih bisa bertahan. Jadi cepat keluarkan senjata mu yang lain" Ucap Zhu Wei dengan yakin.
"Baiklah tetapi jangan salahkan aku kalau kau terluka sedikit parah" Ucap Arata tersenyum misterius, kemudian ia membuat pedang yang telah rusak itu.
'Keluarkan Excalibur sistem!' Perintah Hiro dalam pikirannya.
SWOSHHHH…
Angin tiba-tiba berhembus sangat kencang di saat sebuah pedang muncul di tangannya Arata.
Pedang tersebut mengeluarkan aura yang sangat tidak biasa, bahkan seluruh orang merasakan tekanan dari aura yang di keluarkan pedang tersebut.
"P-pedang apa itu?!!"
"Kenapa bisa mengeluarkan aura mengerikan seperti ini?!"
Semua orang kini kembali heboh, mereka berkali-kali di kejutkan dengan apa yang terjadi hari ini.
"Pedang itu sangat tidak biasa…"
"Kamu benar tetua… Pedang itu sangat mengerikan tetapi pemegangnya lah yang lebih mengerikan jangan sampai kita berurusan dengannya dalam hal buruk, sebisa mungkin kita harus menjalin hubungan dengan nya" Ucap Patriak dengan serius.
__ADS_1
Tetua tersebut pun mengangguk setuju dengan ucapan patriak, karena baru kali ini mereka merasakan ketakutan dari sosok pemuda.
"Hey temanku apa-apaan pedang mu itu?!!! a-aku melihat sosok menakutkan di belakangmu!" Ucap Zhu Wei ketakutan.
'Mengerikan? aneh sekali, bukankah pedang Excalibur adalah pedang kebenaran yang memusnahkan banyak kejahatan? harusnya kan yang terlihat sosok yang sangat agung' Pikir Arata.
"Tunggu yang lebih penting kenapa kau bisa melihatnya?" Tanya Arata.
"B-bukan aku saja tetapi semua orang juga dapat melihatnya!" Ucap Zhu Wei kemudian menunjuk ke semua orang yang mengangguk.
Arata tersentak sebentar karena bagaimana mungkin mereka bisa melihatnya.
{Itu karena aura yang anda keluarkan dan Excalibur bersatu menjadi besar dan kuat, hingga siapapun dapat melihat sosok perwujudan dari persatuan aura anda tuan}
'Hmmm jadi begitu tetapi apa yah yang mereka melihat? sampai ketakutan begitu?' Pikir Arata, karena ia sendiri tidak bisa melihatnya.
"Tarik semua auranya sistem jangan sampai tersisa!" Ucap Arata.
Setelah itu sosok yang kata semua orang sangat mengerikan tiba-tiba memudar dan masuk ke dalam tubuh Arata. Tekanan dari aura sebelumnya menghilang sepenuhnya membuat mereka dapat bernafas lega.
"Mau lanjut?" Tanya Arata sambil tersenyum ke arah Zhu Wei.
Dengan spontan Zhu Wei menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangannya.
"Menyerah! aku menyerah!" Ucap Zhu Wei.
Sang wasit pun naik ke atas arena memberhentikan pertandingan.
"Pemenangnya adalah Arata!"
"Pertandingan hari ini cukup sampai disini… Peserta yang tersisa mohon menunggu besok hari!" Ucap tetua.
"Selamat kepada pemenang pertandingan kali ini kalian lolos ke babak selanjutnya!" Ucap tetua kembali berbicara.
Acara tersebut segera berakhir dan pihak klan membubarkan para penonton termasuk peserta.
Arata kembali ke penginapannya tetapi ia merasa sedang di ikuti oleh seseorang.
"Keluar saja tidak perlu bersembunyi" Ucap Arata dengan tenang.
"Hahaha teman sungguh kau luar biasa sekali" Ucap Zhu Wei yang ternyata mengikuti nya.
"Kenapa kau mengikuti ku?" Tanya Arata.
"Aku? tidak tidak, hanya kebetulan penginapan kita sama" Ucap Zhu Wei.
"Hoo benarkah?" Tanya Arata.
"Sungguh aku tidak bohong" Ucap Zhu Wei.
"Baiklah kalau begitu" Arata kemudian pergi meninggalkan Zhu Wei.
Di dalam kamarnya Arata tengah melihat-lihat status nya.
"Keluarlah!" Ucap Arata dengan dingin.
__ADS_1
swoshhhh…
Sosok bayangan tiba-tiba muncul di depan Arata.
"Siapa kau?!" Ucap Arata dingin dan tatapannya menjadi tajam.
"Aku bukan musuh mu tetapi aku hanya ingin menyampaikan pesan" Ucap sosok tersebut.
"Hoo bagaimana aku bisa percaya itu?" Ucap Arata.
Sosok tersebut kemudian mengeluarkan sebuah lencana dengan lambang klan Lin.
Arata kemudian menurunkan aura nya dan menjadi tenang kembali.
"Ada apa?"
"Setelah selesai pertandingan besok, entah kamu menang atau kalah Patriak ingin bertemu, jadi temui lah beliau" Ucap sosok tersebut kemudian menghilang.
"Haishh pak tua itu berbuat semaunya, apa ia pikir aku akan menuruti nya?" Ucap Arata tetapi ia tersenyum kecil.
{Apa mungkin anda akan di jodohkan langsung dengan putrinya tuan?}
"Hahh mana mungkin" Ucap Arata membantah perkataan sistem.
{Sistem hanya menerka-nerka}
"Apa aku menyerah saja besok?" Ucap Arata kebingungan.
Tok…tok…tok
Sebuah suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Arata.
"Haishhhh!!! kenapa hari ini banyak sekali hal-hal yang menggangguku!" Ucap Arata kesal tetapi ia tetap membukakan pintu.
"Halo temanku" Ucap Zhu Wei.
"Ada apa lagi?!" Ucap Arata sedikit kesal.
"Tenanglah teman aku hanya ingin berbicara denganmu" Ucap Zhu Wei serius.
Melihat keseriusan nya Arata akhirnya mengijinkannya masuk.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Arata.
"Apa kau menerima pesan juga?" Tanya Zhu Wei.
"Hmmm? bagaimana kau bisa tahu?" Ucap Arata.
"Aku tadi di beri pesan oleh sosok misterius bahwa harus menemui Patriak besok… Tetapi yang aku bingung kenapa patriak mengundang ku? padahal aku kalah oleh mu" Ucap Zhu Wei.
"Entahlah mungkin ia tertarik denganmu" Ucap Arata.
"Haishh kau ini" Ucap Zhu Wei menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah segera keluar! aku ingin istirahat besok harus bangun pagi" Ucap Arata mengusir Zhu Wei.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...