
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka berusaha berdiri dengan sisa tenaga yang di miliki.
5 buah pedang tergeletak di depan mereka dengan aura yang begitu hebat keluar dari kelima pedang tersebut.
"T-tuan muda apa maksudnya ini?" Tanya mereka gagap.
"Apa kalian tidak mendengarkan ku? itu hadiah karena telah memenangkan permainan" Ucap Arata tersenyum.
BRUK…BRUK…
Mereka berlima berlutut dengan keras walaupun dalam kondisi tubuh tidak baik.
Kenapa mereka berlutut walaupun sedang terluka? karena apa yang mereka lihat adalah 5 pedang tingkat tinggi yang sangat langka keberadaannya tetapi di berikan begitu saja kepada mereka? apakah berlutut dalam keadaan terluka cukup? tidak tentu saja tidak!
"Tuan muda! bagaimana kami membalas kebaikan anda ini?!!" Ucap mereka.
"Syutt! kalian cukup setia kepada klan dan lindungi klan ini" Ucap Arata.
Mereka semakin terharu mendengar perkataan Arata yang begitu murah hati.
"Tentu saja tuan muda! anda tidak perlu khawatir bahkan akan kami persembahkan nyawa kami sendiri apabila di butuhkan untuk kebaikan klan!!!" Ucap mereka dengan bersungguh-sungguh bahkan langit menjadi gelap dan muncul petir seperti memegang perkataan mereka.
Arata tersenyum bangga dan puas, "Cukup sudah aku yakin kalian tidak akan mengecewakan ku!" Ucap Arata kemudian menyuruh mereka berdiri dan beristirahat.
Setelah 'permainan' itu Arata kembali melanjutkan berkeliling klan bersama Lin Yu dan Lin Si.
"Jangan tanya darimana aku mendapatkan kelima pedang tersebut… Karena aku masih memiliki rahasia lainnya yang mungkin cukup untuk mengejutkan seluruh dunia ini" Ucap Arata tersenyum kecil.
Mereka hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Kalian tidak akan menyesal karena telah memilih ku" Ucap Arata mengelus kepala kedua gadis tersebut.
"Tentu saja tidak! kami tahu apa yang terbaik untuk kami" Ucap Lin Yu.
"Hahaha bagus-bagus" Ucap Arata tertawa mendengar perkataan nya.
Setelah semua penjuru klan di kunjungi, Arata membawa mereka kembali ke tempat keluarganya berkumpul.
"Sudah?" Tanya ibunya Arata.
"Sudah bu" Ucap Arata sambil mengangguk.
"Kalau begitu sini ikut berkumpul bersama kami"
Mereka pun berkumpul di tempat dengan meja yang besar dan di penuhi oleh makanan yang sangat banyak.
Mereka berbincang-bincang dengan penuh canda dan tawa, Arata sendiri tersenyum bahkan terharu karena akhirnya ia bisa merasakan berkumpul bersama keluarga bahkan bukan keluarga kecil tetapi keluarga besar.
Setelah langit mulai gelap mereka mengakhiri pembicaraan nya dan kembali ke ruangan masing-masing.
Di dalam kamarnya Arata masih sangat merasa bersyukur karena telah bereinkarnasi dan hidup di keluarga yang hangat.
{Apakah anda menangis tuan?}
"Ehh mana ada?! tidak aku tidak menangis" Ucap Arata tetapi matanya tidak berbohong karena mengeluarkan air tanpa bisa ia hentikan.
__ADS_1
{Poin sistem di kurangi sebanyak 10 poin}
Sebuah tissue tiba-tiba muncul di atas badan Arata, kemudian ia pun menggunakannya mengusap matanya yang berair.
"Terimakasih sistem tetapi lain kali jangan gunakan poin sistem tanpa seijin ku!" Ucap Arata yang sedikit tidak terima poin sistem nya terpakai hanya karena untuk membeli tissue.
{Baik tuan}
"Sistem status!" Ucap Arata.
......................
Nama : Arata ( Luo An )
Umur : 17 tahun
Kondisi : Sehat
Ras : Manusia
Ranah : Master Emas 3
Elemen : Api dan Petir
Teknik/Skil : God of Slash, Tebasan Penghancur Alam
Poin Sistem : 730
Poin Pengalaman : 0/200.000
Job : Alkemist (Ahli)
......................
"Hah?! poin sistem ku sedikit lagi" Ucap Arata terkejut.
{Benar tuan! anda harus cepat berburu monster dan menghasilkan poin sistem lebih banyak lagi!}
Mendengar perkataan sistem yang terlalu bersemangat membuat Arata sedikit aneh.
"Kenapa kamu bersemangat sekali sistem?" Tanya Arata.
{Ahh tidak tuan… Sistem hanya menyarankan anda untuk berburu untuk mendapatkan poin sistem yang banyak agar dapat membeli sesuatu di toko sistem}
"Hoo benarkah?" Tanya Arata mencurigai ada sesuatu yang di sembunyikan.
{Benar tuan! sistem tidak mungkin berbohong kepada anda}
"Masa?" Ucap Arata masih belum percaya.
{Benar tuan!}
"Oh baiklah" Ucap Arata akhirnya percaya begitu saja.
{Huh selamat untung saja aku tidak keceplosan memberitahukan tuan kalau semakin banyak poin sistem yang di milikinya maka semakin mahal barang-barang yang ada di toko sistem}
Suara sistem menonaktifkan jaringannya agar tidak terdengar oleh Arata.
__ADS_1
Untuk Arata sendiri ia telah melewatkan sesuatu yang sangat penting bagi nya. Mungkin apabila ia mengetahuinya, maka ia akan sangat menyesalinya seumur hidupnya.
Arata pun tertidur dengan pulas setelah hari-hari yang melelahkan telah ia lewati.
***
Keesokan harinya Arata di bangunkan oleh kedua calon istrinya. Bahkan ia sendiri terkejut saat membuka mata kedua gadis tersebut telah ada di samping tempat tidurnya, ia pun bertanya bagaimana mereka bisa masuk karena kamarnya telah di kunci dan mereka hanya menjawab dengan polos bahwa mereka mendapatkan kuncinya dari ayahnya Arata yang menyuruh mereka untuk membangunnya.
'Ayaah!! apa ia ingin anaknya mati karena serangan jantung? dan bagaimana bisa pula mengijinkan dua gadis masuk kedalam kamar pria?!' Pikir Arata.
Ia pun mandi dan menyuruh kedua gadis tersebut keluar dan menunggu nya di ruang makan.
Setelah pagi yang begitu mengejutkan Arata meminta ijin untuk keluar selama 1 hari karena ingin berlatih.
1 jam yang Arata butuhkan untuk membujuk orangtuanya dan calon istrinya agar mengijinkannya, akhirnya ia pergi menuju ke hutan.
"Poin-poin ku yang manis tunggu aku… aku datang!!!" Ucap Arata penuh senyum.
Tanpa ia sadari mungkin dirinya akan merasa kesal karena tersenyum lebar saat ini.
{Semangat tuan!}
Mendengar sistem menyemangatinya membuat Arata semakin membara bahkan tatapannya berapi-api.
"Oh yah sistem kalau aku terluka parah bagaimana?" Tanya Arata berhenti sejenak.
{Tidak mungkin anda terluka tuan!… Karena anda kan sangat hebat dan kuat!}
"Berhenti berlebihan seperti itu… Jawablah pertanyaan ku bagaimana kalau aku terluka parah? mungkin saja mati kan? karena yang aku lawan adalah ribuan monster bahkan mungkin lebih!!!" Ucap Arata saat melihat di depannya sudah berkumpul banyak sekali monster-monster dari yang kecil hingga besar.
{Demi poin sistem tuan! anda harus bisa!}
"Huffttt… Baiklah!" Ucap Arata.
"Aktifkan gelar The Calamity!" Ucap Arata.
SWOOOOSSHHH……
Tiba-tiba aura Arata meningkat secara ekstrem, bahkan pohon-pohon terhempas terkena auranya.
Seketika tatapan para monster tertuju pada Arata, mereka menatap tajam bagaikan melihat Arata sebagai mangsa mereka.
"Oi sistem apa-apaan tatapan mereka itu?!" Ucap Arata heran.
{Itu karena aura anda tuan… Mereka sangat menyukai mahkluk yang banyak auranya tidak peduli mahkluk tersebut lebih kuat darinya mereka pasti akan menyerang habis-habisan}
Mendengar perkataan sistem membuat alis Arata berkedut-kedut.
"Terserah sajalah… MATI TANAM!!!" Teriak Arata kemudian melesat cepat menuju ribuan monster tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yok maaf baru bisa up lagi karena males 🤣
Jujur-jujuran yah apa kalian terganggu dengan author yang begini? misal kayak gitu tuh blak-blakan 🤣
Yah gak sok alim atau munafik gitu 🤣
__ADS_1
Tapi sih yah terserah mau suka atau gak juga yang penting kalian suka kan karya author 🤣