PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Proses Penyatuan Darah


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Baiklah kalau begitu aku beli darah ras iblis dan malaikat saja sesuai kebutuhan" Ucap Arata.


{Eummmm tuan?}


"Hah ada apa sistem? cepat beli" Ucap Arata.


{Jadi begini tuan… Di karenakan darah ras iblis dan darah ras malaikat ini bukanlah darah dari ras yang rendah jadi ada sedikit perbedaan}


"Hah? perbedaan apa yang kamu maksud sistem?" Tanya Arata bingung.


{Seperti contohnya ras manusia kan ada yang dari kalangan rendah dan juga kalangan bangsawan nah ini tuh darahnya dari kalangan bangsawan jadi darah istimewa tuan}


"Terus apa maksudnya? jangan-jangan…'" Ucap Arata yang menyadari sesuatu.


{Hmmm jadi ada perbedaan harga tuan…}


{Harga awal 10.000.000 poin menjadi 30.000.000 poin sistem tuan}


{Stok terbatas dan limited tuan jadi jangan khawatir, anda tidak akan merasa menyesal membelinya tuan…}


"Kalau begitu ti-…" Sebelum Arata menyelesaikan perkataannya tiba-tiba.


{Selamat tuan! anda mendapatkan darah ras Iblis… Poin sistem anda di kurangi sebanyak 30.000.000 poin}


{Selamat tuan! anda mendapatkan darah ras Malaikat… Poin sistem anda di kurangi sebanyak 30.000.000 poin}


{Terimakasih sudah membeli di toko sistem… Semoga bermanfaat!}


{…}


Suara sistem tidak terdengar kembali seolah-olah menghilang bagaikan debu di tiup angin.


Wajah Arata menjadi jelek seketika setelah mendengar pemberitahuan sistem tersebut.


"SIALAN!!!!" Teriak keras Arata membuat burung-burung berterbangan ketakutan.


***


Setelah beberapa jam kemudian Arata yang telah menenangkan dirinya terdiam duduk di sebuah kursi halaman belakang kediaman klan Luo.


'60.000.000 poin ku habis begitu saja?! benar-benar sistem sialan! dia memeras aku sebagai tuannya?!' Ucap Arata menggerutu di dalam hatinya karena masih kesal apabila teringat poin nya yang tidak sedikit itu habis begitu saja.


Tetapi tiba-tiba ia merasakan sesuatu terjadi di dalam tubuhnya.


Terjadi suatu bentrokan yang terasa di dalam tubuhnya membuat Arata mengerang kesakitan.


"S-sistem t-tolong aku… Sakit sekali! kenapa ini?" Ucap Arata terbata-bata.


{Proses penyatuan darah iblis dan malaikat sedang berlangsung mohon bertahan tuan…}


{Terjadi suatu pertentangan antara darah ras iblis dan malaikat yang berada di dalam tubuh tuan… Sistem akan membantu menyatukan mereka agar tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada anda}

__ADS_1


{Peringatan! anda harus tetap tersadar karena sistem tidak akan bisa membereskannya apabila anda kehilangan kesadaran}


"Arghhhh!… Cepat lakukan sesuatu sistem! sakit sekali!" Ucap Arata berteriak kesakitan.


Tubuhnya basah kuyup karena berkeringat banyak sekali. Ia berusaha sekuat mungkin untuk menahan benturan yang terasa begitu sakit berasal dari dalam tubuhnya.


{10%…11%…12%…}


{Bertahanlah tuan sistem sedang memproses penyatuan kedua darah yang bertentangan di dalam tubuh anda}


"Cepat kumohon!" Ucap Arata.


{20%…21%…22%…}


Arata sangat-sangat merasakan sakit sekali di saat di dalam tubuhnya terjadi benturan antara darah ras iblis dan darah ras malaikat. Walaupun begitu sistem tetap berusaha melakukan proses penyatuan antara kedua darah yang berbeda tersebut tetapi rasa sakit masih menyerang Arata.


{30%…35%…40%…45%…50%…}


Akhirnya setelah 50% proses penyatuan kedua darah tersebut, Arata merasakan rasa sakitnya berkurang sedikit demi sedikit.


"Hoshh…hoshh…" Arata terengah-engah karena menahan rasa sakit yang amat begitu sakit. Seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan bahwa nyawanya berada di ujung tanduk kematian.


"K-kenapa kamu tidak memberitahukan aku bahwa prosesnya akan sangat menyakitkan seperti ini sebelumnya sistem?!" Ucap Arata kesal.


{Maaf tuan sistem lupa…}


Arata membelalakkan matanya mendengar perkataan sistem yang seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali.


{Selesai!… Selamat tuan! anda telah dapat menggunakan pedang Samehada dan Hollygod}


{Selamat tuan! anda telah memasuki level Alam Kaisar 3}


{Selamat tuan! anda telah memasuki level Alam Kaisar 4}


{Selamat tuan! anda telah memasuki level Alam Kaisar 5}


{Selamat tuan! anda telah memasuki level Alam Kaisar 6}


Arata tidak memperdulikan pemberitahuan tersebut, ia tiba-tiba tertidur karena kelelahan akibat menjalani suatu kejadian yang sangat berat untuknya.


***


Keesokan harinya Arata membuka matanya terkejut karena ia saat ini berada di kamar tidurnya. Sedangkan yang ia ingat sebelumnya bahwa dirinya pingsan di halaman belakang, jadi kenapa ia bisa berada di kamarnya?.


"Kamu sudah bangun sayang?"


"Jangan buat kami khawatir! kamu tidak tahu bagaimana perasaan kami saat melihat mu tergeletak di rumput halaman belakang?" Ucap Lin Yu dan Lin Si.


"Ahh maaf telah membuat kalian khawatir… Jadi kalian yang membawaku kemari?" Ucap Arata menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mana mungkin kami bisa membawa mu kemari… Kami meminta para prajurit untuk membawamu" Ucap Lin Yu.


Arata mengangguk dan tiba-tiba wajahnya menjadi terkejut.

__ADS_1


"Prajurit yang membawaku?" Ucap Arata bergetar.


"Iyah benar, kenapa memangnya?" Ucap Lin Yu yang heran kenapa Arata terkejut.


"Haishhh rusak sudah reputasi ku" Ucap Arata menundukkan kepalanya malu.


"Hahh? apa masalahnya?" Tanya Lin Si tidak mengerti.


"Hey bagaimana tanggapan para prajurit tentangku nantinya? masa seorang Luo An jatuh tidak sadarkan diri?" Ucap Arata tersenyum kecut.


"Ahh begitu… Tenang sayang kami akan memerintahkan mereka untuk tutup mulut!" Ucap Lin Yu.


"Hahhh terserah kalian saja…" Ucap Arata kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat.


Lin Yu dan Lin Si saling berpandangan kemudian tersenyum.


"Haha kamu lihat ekspresi nya tadi?" Ucap Lin Yu.


"Lucu sekali kan kak?" Ucap Lin Si menahan tawanya.


"Benar… Kalau begitu ayo kita pergi ke tempat para prajurit yang membawa dia dan menyuruhnya tutup mulut agar dia tidak lagi cemberut" Ucap Lin Yu kemudian pergi keluar bersama-sama.


Arata yang telah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian rapi. Ia pergi untuk sarapan, setelah menghabiskan banyak tenaga dan kelelahan akibat proses penyatuan darah.


Di dalam ruang makan ia melihat sudah banyak makanan yang tersedia tetapi tidak ada satupun yang menemani nya makan.


"Hahhh kapan ayah dan ibu tersadar?" Ucap Arata sedih dan mengkhawatirkan keluarganya.


{Mungkin besok tuan…}


"Berisik! aku tidak mau berbicara denganmu!" Ucap Arata.


{Baik tuan…}


Setelah selesai makan, Arata pergi mencari Lin Yu dan Lin Si.


Ia melihat keberadaan mereka di lapangan pelatihan prajurit.


"Lin Si, Lin Yu!" Panggil Arata.


Lin Yu dan Lin Si yang mendengar ada yang memanggilnya membalikkan badan dan melihat Arata yang melambai-lambai kan tangan nya ke arah mereka.


Mereka pun menghampiri Arata, "Ada apa sayang?" tanya Lin Yu.


"Sedang apa kalian?" tanya Arata.


"Menyuruh prajurit yang membawa kamu untuk tutup mulut" jawab Lin Yu.


"Haishh yasudah temani aku pergi ke kekaisaran" ucap Arata kemudian menggandeng tangan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Double up nih like + komen nya dong 👍

__ADS_1


__ADS_2