
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Cihh lemah! ternyata keberanian kalian yang terlalu tinggi tetapi kemampuan tidak ada sama sekali. Apa yang membuat kalian berani sekali menculik keluarga ku?" Ucap Arata dengan dingin.
"S-siapa kau?! apa maksudnya keluarga mu?" Ucap patriak melangkah mundur.
"Sungguh tidak tahu tata krama… Aku sedang bertanya tetapi kau berbalik nanya? jawab dulu pertanyaan ku baru kau bisa berhak bertanya!" Ucap Arata.
Patriak menggertakan giginya karena marah. Baru kali ini ia di perlakukan seperti ini oleh bocah.
"Kau?! murid-murid, jangan takut ia sendiri jadi serang saja dia secara bersamaan! ingatlah bahwa kalian adalah murid kebanggaan sekte Langit Malam yang berkuasa di wilayah timur!" Ucap Patriak memberikan semangat kepada murid-muridnya yang sedari tadi terdiam ketakutan.
Dan benar saja setelah mendengar perkataan dari patriak, seluruh murid dan tetua yang ada disana memegang erat senjata mereka dan bersiap untuk menyerang Arata.
Patriak tersenyum saat melihat mereka semua, "Tunjukan kemampuan kalian kepada bocah busuk itu, serang!!!" Teriak keras patriak.
"SERANG!!"
"MAJU!"
"HIDUP DAN MATI DEMI SEKTE!!!" Teriak keras mereka semua sambil berlari menyerang Arata.
Arata sendiri menggelengkan kepalanya melihat usaha dan perjuangan sia-sia mereka semua.
"Sungguh konyol… Kalian bertiga, habisi mereka semua tanpa tersisa!" Ucap Arata memberikan perintahnya kembali untuk membunuh semua orang yang sedang mengarah kepadanya.
"GRRRROARRRR"
Hydra, Wyvern dan Cerberus mengangguk. Mereka dengan cepat melawan semua murid dan tetua dari sekte Langit Malam yang jumlahnya sekitar 500 murid dan 50 tetua.
Arata memunculkan sebuah kursi bagaikan singgasana dan duduk menyaksikan pertempuran di depannya tersebut.
"Sebenarnya aku ingin menghabisi mereka semua tetapi buang-buang waktu dan tenaga saja, lebih baik yang lemah di urus oleh yang lemah juga" Ucap Arata dengan duduk bosan di kursinya sambil menyaksikan jalannya pertempuran.
5 Menit jalan pertempuran…
100 murid dan 10 tetua telah mati di bunuh ketiga monster nya.
10 Menit jalan pertempuran…
Jumlah korban bertambah menjadi 200 murid dan 20 tetua yang tewas di tangan para monster tersebut.
20 Menit… 300 murid dan 30 tetua.
30 Menit… 400 murid dan 40 tetua.
__ADS_1
40 Menit…
Semuanya telah terkapar tidak bernyawa dengan kondisi tubuh tidak lagi utuh.
Darah menjadi kubangan air merah yang indah… Daging-daging manusia bagaikan batu yang di tata di sekitar kubangan air darah tersebut.
Pemandangan di depannya tidak lah membuat Arata merubah ekspresi bosannya.
"Sudah selesai? hahh kalian terlalu lama" Ucap Arata sambil menguap.
Ketiga monster tersebut berlutut meminta ampun karena telah menghabiskan banyak waktu untuk mengurus parasit-parasit tersebut.
Arata mengabaikannya dan berdiri dari tempat duduknya. Saat berdiri kursi bagaikan singgasana tersebut menghilang bagai di telan bumi.
Ia berjalan perlahan-lahan dengan tenang menuju ke patriak yang terduduk lemas menyaksikan seluruh murid dan tetua telah mati dengan tragis.
Mata kosongnya menatap pemandangan mengerikan di depannya, tatapan penyesalan dan ketakutan bercampur aduk di matanya.
"Begitulah rasanya di saat melihat secara langsung sekte yang kau banggakan hancur dengan mudah tanpa berhari-hari" Bisik Arata di telinga patriak yang masih belum tersadar.
"Kalian berdirilah! bawa dia ke sekte Luo jangan sampai terlepas kabur ataupun terluka kalau tidak maka kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian sendiri!…Karena aku yang akan membuatnya terluka sampai memohon kematian" Ucap Arata dengan dingin dan pergi dari tempat yang telah kacau porak-poranda tersebut.
***
"Hufft… Untung saja mereka hanya kehabisan energi, tidur selama 3 hari sudah cukup untuk mengisi kembali energi mereka semua" Ucap Arata menghela nafas lega karena keluarganya baik-baik saja.
Arata kemudian membawa keluarganya dan kembali ke kereta kuda yang sebelumnya di pakai bersama para wanita malam.
"Tuan!" Ucap mereka tersenyum senang saat melihat Arata kembali dalam keadaan baik-baik saja.
"Kalian ternyata masih disini" Ucap Arata.
"Tentu saja tuan! bagaimana bisa kami meninggalkan anda tanpa mengucapkan terimakasih" Ucap mereka kemudian tiba-tiba menundukkan kepalanya.
"Terimakasih banyak tuan! kami akan selalu ingat jasa anda dan apabila ada masanya kami membalas budi pasti kami akan membantu anda apapun itu" Ucap mereka dengan bersungguh-sungguh.
Arata tersenyum manis karena menurutnya wanita-wanita itu sangatlah baik, hanya saja pekerjaan mereka saja yang kurang baik.
"Baik-baik… Tolong angkat dan masukan dengan pelan-pelan keluarga ku ini" Ucap Arata.
Mereka mengangguk dan segera membantu Arata memasukkan keluarganya ke dalam kereta kuda dengan perlahan-lahan.
Arata pun mengemudikan kereta kudanya kembali ke kota sebelumnya.
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya mereka telah kembali ke ibukota kekaisaran Argantika.
__ADS_1
Para wanita malam tersebut berpamitan pergi kembali ke rumahnya dan ada juga yang kembali ke tempat kerjanya.
Arata memberikan mereka semua koin emas sebanyak masing-masing 100 koin sebagai upah penunjuk jalan dan segera pergi kembali ke klan Luo di kekaisaran Horyen.
Singkat cerita akhirnya Arata telah kembali ke klan nya secara tersembunyi tanpa di ketahui oleh orang-orang karena bantuan kaisar.
Arata membawa ayah dan ibunya ke kamar mereka, Lin Yu dan Lin Si ke kamarnya dan Zhu Wei ke kamar yang di sediakan untuk tamu.
Setelah itu Arata membereskan klan nya agar setelah tidak lama keluarganya sadar maka klan akan kembali di mulai dari awal.
Semua telah Arata persiapkan tanpa terlewatkan sedikitpun karena tidak ingin membuat keluarganya yang telah sadar harus bekerja karena mengurus klan.
Saat ini ia tengah duduk halaman belakang sekte sambil minum-minum.
"Agar keluarga ku aman dan tidak terjadi lagi hal serupa, aku harus bagaimana sistem?" Tanya Arata.
{Kuat! kalau anda kuat maka tidak akan ada siapapun yang berani membuat masalah dengan anda}
"Bukankah sekarang juga aku cukup kuat? tapi tetap saja masih kecolongan" Ucap Arata.
{Kalau kuat saja tidak cukup maka… Berkuasa!}
"Hahh merepotkan" Ucap Arata.
{Cihh…}
"Apa tidak ada tempat yang aman untuk keluarga ku tinggal yah?" Ucap Arata.
{Ada tuan}
"Hoo dimana?" Tanya Arata sedikit tertarik.
{Surga… Kalau mereka disana maka akan terjamin keselamatannya dan juga ketenangannya}
Alis Arata berkedut saat mendengar jawaban sistem.
"Kalau kamu mengajak ribut dengan ku bilang saja sistem… Dengan senang hati aku akan meladeni mu!" Ucap Arata kesal. Ia menyesal karena terlalu berharap kepada sistem yang selalu mempermainkannya.
{Oh yah ada hadiah yang menarik tuan untuk anda…}
"Cihhh! aku tidak percaya!" Ucap Arata.
{Selamat tuan! anda mendapatkan Skil unik…}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1