PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Bermasalah dengan para prajurit


__ADS_3

Di dalam istana kerajaan air, Luo An bergabung berkumpul bersama dengan keluarga kerajaan yang meliputi raja, ratu dan putri Yulia.


Walaupun sedang bersama dengan orang-orang penting dalam satu ruangan dan satu meja, tidak membuat Luo An canggung ataupun kaku. Luo An tetap bersikap tenang benar-benar patut di apresiasi, raja dan ratu pun sedikit kagum dengan sikap yang di tunjukkan oleh Luo An tersebut.


Hingga tak lama kemudian datanglah segerombolan pelayan bersama dengan makanan yang sangat banyak dan terlihat lezat.


Mereka pun menikmati sajian makanan tersebut terlebih dahulu, hingga selesai makan tidak ada satupun kata keluar dari mulut mereka.


Setelah selesai barulah sang raja membuka mulutnya, "Maaf atas kejadian sebelumnya, namamu Arata? Aku sangat berterimakasih sekali padamu karena telah menyelamatkan putriku" ucap raja dengan tulus.


"Tidak masalah Yang Mulia lagipula itu hanya kebetulan, karena saya pada saat itu sedang mencari arah jalan keluar dari hutan dan tidak sengaja melihat tuan putri beserta pengawalnya dalam kesulitan, menyelematkan tuan putri sama dengan menyelematkan diri saya sendiri dari ketersesatan" ucap Luo An mencoba mendapatkan kesan pertama yang baik.


"Haha tidak perlu rendah diri seperti itu tuan Arata, walaupun kebetulan sekalipun saya akan tetap berterimakasih kepada anda" ucap raja yang benar-benar terbuai oleh sikap yang di tunjukkan oleh Luo An.


Luo An hanya tersenyum kecil, "Anda terlalu berlebihan Yang Mulia" ucapnya.


Suasana di ruang makan menjadi lebih hidup, tawa dan canda terdengar dari dalam ruang makan tersebut.


***


Hingga akhirnya hari mulai menjelang gelap mereka membubarkan pembicaraan tersebut, Luo An di antar ke ruangan yang telah di siapkan sebelumnya oleh seorang pelayan yang di perintahkan raja.


Di dalam ruangannya Luo An tengah menjernihkan pikiran nya yang rumit karena memikirkan keluarganya, karena sampai mana pun Luo An selalu kepikiran terus-menerus dan khawatir akan keadaan keluarganya.


Namun sistem juga membantu ia untuk tenang karena keadaan keluarganya pun di awasi 1×24 jam oleh sistem.


Sedikit kekhawatirannya menghilang karena ia percaya terhadap sistem, mau bagaimanapun sistem sangat dapat di percaya entah itu dari kekuatan atau apapun itu yang tidak masuk akal sekalipun.


Setelah sedikit tenang barulah Luo An dapat memejamkan matanya untuk beristirahat setelah perjalanan yang panjang.


Keesokan harinya Luo An terbangun dengan segar, ia membersihkan diri kemudian keluar dari kamarnya.


Luo An ingin bertemu dengan Yulia dan orangtuanya tetapi ia tidak tahu dimana keberadaan mereka, Luo An bertanya ke setiap pelayan yang berlalu lalang dan mereka pun memberitahukan nya bahwa raja, ratu dan putri Yulia sedang melakukan rapat keluarga kerajaan.


Luo An di tunjukkan juga ruangan rapat tersebut, tetapi ia sedikit ragu untuk masuk karena takut mengganggu dan tidak sopan, jadi ia pun memutuskan untuk pergi berkeliling saja sambil menunggu selesainya rapat.


Saat berkeliling pun ia tersesat entah berada dimana, hal tersebut membuat dirinya tersenyum sendiri tidak karuan.

__ADS_1


"Hahaha sial! kenapa istana ini sangat rumit sekali jalurnya?" ucap Luo An sambil melihat sekeliling menunggu seseorang lewat agar bisa ditanya dan ditunjukkan ke luar istana.


Tetapi setelah menunggu beberapa saat, tidak ada satu orangpun yang ia temui.


"Oi…oi…oi, apa-apaan ini?! kenapa tidak ada satu orang pun yang lewat sini?" ucap Luo An kesal.


{Anda benar-benar lucu sekali tuan… Bukankah anda bisa bertanya pada saya?}


"Hah? Ahh benar juga! kenapa aku tidak terpikirkan yah sebelumnya" ucapnya tertawa malu.


{Anda belok ke kiri saja tuan… Setelah itu belok ke kanan saat ada sebuah lapangan latihan prajurit}


"Hemmm… Begitu mudahnya?" ucap Luo An tercengang.


{Hahhh…}


Luo An pun mengikuti petunjuk yang di berikan oleh sistem dan pada saat sampai di tempat pelatihan, dirinya melihat para prajurit kerajaan tengah melakukan latih tanding satu sama lainnya.


Luo An sedikit memperhatikan terlebih dahulu, ia melihat para prajurit tersebut bergerak menyerang ataupun bertahan sangatlah kaku dan seperti seorang pemula yang baru memegang sebuah senjata.


"Apa-apaan mereka itu? apa mereka anak kecil yang sedang bermain? bagaimana bisa mereka jadi seorang prajurit?" ucap Luo An.


"Hey kau, sedang apa?" tanya prajurit tersebut.


"Menonton anak kecil bermain pedang" ucapnya dengan tenang.


"Apa?!" ucap prajurit tersebut secara tidak langsung mengerti bahwa Luo An sedang mengejek rekan-rekannya.


"Tidak apa-apa, sudahlah aku akan pergi" ucap Luo An.


Pada saat ia baru satu langkah, tangannya terasa ada yang menahan erat.


"Tunggu sebentar! apa maksud perkataan kau tadi, hah?!" ucap prajurit tadi menahan kepergian Luo An.


"Sudah kubilang bukan apa-apa, jadi sekarang lepaskan tanganku!" ucap Luo An.


"Permainan anak kecil? jadi maksudmu, kami yang sedang berlatih seperti anak kecil yang bermain?"

__ADS_1


"Kalau begitu bagaimana kalau kau ikut bermain bersama kami?" ucap prajurit tersebut dengan kesal.


"Aku tidak memiliki waktu meladeni kalian…Jadi cepat lepaskan tanganku! ini peringatan terakhir dariku" ucap Luo An dengan dingin.


"Hooo menakutkan sekali… Teman-teman! ada orang yang ingin bermain dengan kalian" teriak prajurit tersebut memanggil rekan-rekannya.


Mendengar teriakan dari prajurit tersebut membuat semuanya menghampiri dirinya.


Luo An sudah sangat muak, ia pun memutuskan untuk sedikit memberi mereka sebuah pelajaran yang tak akan pernah bisa di lupakan.


"Ada apa Jo?"


"Bermain? apa maksudmu? bukankah kita sedang berlatih?" ucap mereka.


"Iyah benar tadi aku melihat pemuda ini memperhatikan kita jadi aku menanyainya tetapi jawaban pemuda ini sangat luar biasa, ia berkata bahwa latihan yang kita lakukan seperti permainan anak kecil" ucap prajurit tersebut menjelaskan pembicaraan mereka berdua kepada teman-temannya.


"Apa?!"


"Hah?! apa maksudnya itu?!"


"Siapa dia? berani sekali berkata seperti itu?!"


"Apa dia tidak tahu bahwa kita prajurit terbaik kerajaan?!"


Mereka yang mendengarnya marah sekali, tetapi Luo An tidak bergeming dari tempatnya sedikitpun. Ia tetap tenang tetapi tatapannya sangat tajam.


"Apa yang kau bicarakan hah?!"


"Ahh tunggu… Sepertinya aku tahu siapa dirimu, benar! kau adalah pemuda yang arogan kemarin!" ucap salah seorang prajurit.


"Arogan? apa maksudnya?" tanya yang lainnya.


"Kemarin komandan menceritakan bahwa ada seseorang yang sangat arogan, ia telah bertindak tidak sopan karena pada saat bertemu dengan Yang Mulia dirinya tidak berlutut hanya menundukkan sedikit kepalanya saja! dia adalah orang yang di ceritakan oleh komandan!" ucap prajurit tersebut.


Mereka yang mendengarnya pun semakin murka, tidak hanya merendahkan mereka tetapi pemuda tersebut juga merendahkan raja mereka! sungguh sangat tidak bisa di maafkan!.


'Ahh kuping ku sakit sekali mendengar ocehan mereka… Pakai cara apa yah supaya bisa membungkam mulut mereka semua?' pikir Luo An dalam diamnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2