PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Bergetar Nya Istana Kerajaan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


{Anda tidak boleh membunuhnya tuan…}


'Hahh aku tahu itu… Aku tidak akan membunuhnya melainkan hanya memberikan mereka pelajaran saja' ucap Luo An.


{Baguslah tuan… Tingkatkan saja aura dominasi anda tuan, maka itu saja sudah cukup membuat mereka merasakan mimpi buruk yang sangat buruk sekali untuk hidup mereka}


'Hanya aura saja? itu berpengaruh terhadap mental saja tapi aku ingin memberikan pelajaran yang lebih dari itu' ucap Luo An.


{Baiklah terserah anda tuan, tapi jangan terlalu berlebihan}


'Baik-baik aku mengerti' ucap Luo An.l


Luo An kembali menarik kesadarannya dan mulai menunjukkan ekspresi serius dengan tatapan yang sangat tajam.


Luo An menarik nafas dan…


BRUKKK!


Ia membanting seorang prajurit yang sedari tadi memegang erat tangan nya ke lantai dengan sangat keras.


"O-ohok!"


Prajurit tersebut mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya karena bantingan keras yang Luo An lakukan.

__ADS_1


Tulang punggungnya retak dan kepalanya mengalami pendarahan.


"Sudah kubilang lepaskan!" ucap Luo An dengan dingin.


Seketika para prajurit lainnya yang sedari tadi tertawa menjadi diam, mereka tertegun karena tidak menyangka bahwa rekannya dapat di banting dengan begitu mudah oleh seorang pemuda.


"S-sialan! apa yang kau lakukan hah?!"


Luo An menghela nafas dan mencoba tenang karena kalau tidak, bisa saja ia membunuh mereka semua.


Luo An secara langsung membuka seluruh auranya hingga membuat seisi istana kerajaan merasakan sesak.


Yulia yang sedang ikut rapat bersama keluarganya dan para orang penting kerajaan pun terkena imbasnya.


Ekspresi di wajah Yulia sangat pucat karena ia tahu bahwa siapa orang yang memiliki aura mencekam yang mampu membuat seluruh istana kerajaan bertekuk lutut.


Pintu ruangan rapat tiba-tiba terbuka dengan sangat keras, memperlihatkan sosok Yanto dan Manto yang seluruh badannya bergetar hebat dengan wajah pucat.


"T-tuan putri?!"


"G-gawat!" ucap mereka terbata-bata.


"Kalian ikut denganku! kita harus cepat menghentikan nya sebelum masalahnya semakin membesar!" ucap Yulia tergesa-gesa, tanpa Yanto dan Manto bicara pun ia telah tahu apa yang di maksud gawat oleh mereka berdua.


Yanto dan Manto hanya mengangguk, mereka bertiga pun keluar dari ruangan tersebut dengan cepat meninggalkan orang-orang di dalamnya yang terbengong-bengong diam karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Raja dan ratu yang sepertinya menyadari sesuatu pun segera pergi menyusul putri mereka.


***


Pada saat seluruh istana kerajaan dalam suasana mencekam, di lapangan latihan prajurit suasananya lebih mencekam lagi karena Luo An memusatkan auranya lebih banyak di sekitarnya saja.


Para prajurit tadi yang menggonggong keras akhirnya bungkam diam dengan sekujur tubuhnya bergetar.


"Skil-"


Pada saat Luo An akan mengeluarkan skilnya tiba-tiba teriakan Yulia terdengar keras di belakangnya.


"T-tuan Arata… Aku mohon tenangkan diri anda" ucapnya setelah dekat dengan Luo An.


Tanpa ragu-ragu ia pun berlutut untuk memohon pengampunan nya.


Yanto dan Manto yang kemudian muncul pun ikut berlutut bahkan mereka terlihat seperti bersujud.


"K-kami mohon tuan…" ucap Yanto dan Manto.


Luo An yang melihat itu terdiam sesaat, tetapi ia tidak menghilangkan tekanan auranya karena ia hanya menatap mereka bertiga dalam diamnya.


"Kenapa aku harus menuruti perkataan kalian?" ucap Luo An dengan dingin.


"Dua kali dalam sehari ini, aku merasa jengkel dengan sikap mereka tetapi aku hanya diam tetapi tidak untuk kali ini" ucapnya.

__ADS_1


Yulia pun semakin ketakutan saat mendengar ucapan tersebut, ia bingung tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana supaya meredam amarah Luo An.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2