
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"A-anu kalian berdua tenang dulu oke?" Ucap Arata terbata-bata.
"Tenang? bagaimana bisa kami tenang di saat kamu sendiri tidak tahu kesalahan apa yang telah di perbuat" Ucap Lin Yu.
"Aku tidak peduli kalau kamu menolak ku tetapi berani sekali kamu menolak kakakku!" Ucap Lin Si.
"Hiiihh" Arata sungguh dibuat merinding saat melihat kedua gadis itu.
"Patriak tolong aku!… Baiklah-baik aku turuti apa yang anda mau tetapi cepat selamatkan aku dari situasi ini!" Ucap Arata yang akhirnya menyerah.
Patriak yang melihat dari jauh akhirnya tersenyum saat mendengar perkataan Arata.
Ia kemudian mendekati kedua putrinya, "Sudah-sudah putri-putri ku, jangan seperti itu nanti Arata berubah pikiran lagi apa kamu ingin Arata berpaling dari kamu Lin Yu" Ucap Patriak.
Setelah mendengar perkataan Patriak Lin Yu menjadi tenang kembali begitupun dengan Lin Si.
"Baik tetapi ingatlah kamu seorang pria harus bertanggungjawab dengan apa yang telah kamu perbuat!" Ucap Lin Yu.
'Apa sebenarnya yang aku lakukan?' Pikir Arata.
Tetapi Arata mengangguk dengan cepat, "Baik-baik tapi aku harus membicarakan ini dengan keluarga ku terlebih dahulu" Ucapnya.
Mereka akhirnya setuju dan keluar dari ruangan tersebut.
"Mari kita bicarakan kembali di ruangan pertemuan setengah jam kemudian… Biarkan Arata berisitirahat terlebih dahulu" Ucap Patriak menyuruh pelayan untuk mengantar Arata ke ruangan yang telah di sediakan.
***
Arata yang telah berada di ruangannya terdiam memikirkan dirinya yang akan menikah itu.
"Bagaimana reaksi ayah dan ibu yah saat tahu aku akan menikah… Hahh sungguh tiba-tiba sekali" Ucap Arata berbaring di tempat tidur.
{Apa anda senang tuan? mendapatkan 2 calon istri yang cantik dan imut}
"Aku memang senang tetapi ingin terlalu mendadak" Ucap Arata.
{Tetapi sistem menyarankan untuk laksanakan saja tuan karena di tubuh salah satu calon istri anda terdapat sesuatu yang menarik}
"Haishh kau ini bukannya membantu ku malah memikirkan sesuatu yang menarik itu!" Ucap Arata.
{Tetapi itu semua demi anda tuan}
"Terserah kau sajalah" Ucap nya.
"Oh yah sistem status!"
......................
Nama : Arata ( Luo An )
Umur : 17 tahun
Kondisi : Sehat
Ras : Manusia
Ranah : Master Emas 3
Elemen : Api dan Petir
Teknik/Skil : God of Slash, Tebasan Penghancur Alam
__ADS_1
Poin Sistem : 1.730
Poin Pengalaman : 0/200.000
Job : Alkemist (Ahli)
Gelar : The Calamity
......................
"Oi tunggu sistem kenapa levelku jadi naik satu tingkat?" Tanya Arata.
{Oh saya lupa tuan memberitahukan anda… Sebelumnya saat menyerap aura Lin Yu, membuat anda jadi naik satu tingkat}
"Haishh kau ini" Ucap Arata menggelengkan kepalanya.
"Oh yah apakah ada sesuatu yang menarik yang kamu miliki sistem?" Tanya Arata.
{Banyak tuan}
{Tubuh Spesial}
{Job}
{Skil/Teknik}
{Elemen}
{Dll}
"Hmmm tidak menarik juga" Ucap Arata.
{Kalau begitu katakan apa yang anda inginkan semua sistem memiliki nya!}
"Hooo kalau begitu aku ingin Skil yang sekali serang menghancurkan alam semesta!" Ucap Arata menantangnya.
{…Sedang memuat…}
"Pasti tidak ada kan?" Ucap Arata tersenyum penuh kemenangan.
{…Sedang memuat…}
"Sudahlah kalau tidak ada jangan di paksakan" Ucap Arata.
Kemudian ia menutup hologram di depannya, ia keluar dari ruangannya.
"Hey teman mau kemana kau?" Tanya Zhu Wei saat berpapasan dengan Arata.
"Mencari angin" Ucap Arata singkat dan mengabaikan Zhu Wei.
"Hahaha kau pasti senang kan mendapatkan 2 istri sekaligus dan cantik-cantik pula" Ucap Zhu Wei mengikuti Arata.
"Diamlah jangan ganggu aku terus!" Ucap Arata.
"Selamat yah atas pernikahannya" Ucap Zhu Wei.
Arata menggelengkan kepalanya. Ia akhirnya keluar dari kediaman klan Lin dan menuju ke lapangan pelatihan para murid.
Di sana ia hanya duduk melihat latihan mereka, para tetua yang melihat kedatangan Arata memberi hormat.
"Tuan Arata apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya tetua.
"Ahh tidak ada… Aku kemari hanya mencari angin dan suasana baru saja, silahkan lanjutkan aku tidak akan mengganggu" Ucap Arata.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu tuan" Ucap tetua itu kemudian pergi melanjutkan kembali tugasnya.
"Hey apa yang sedang kau lakukan sebenarnya?" Tanya Zhu Wei.
"Tidak ada, hanya mencari angin" Ucap Arata.
"Daripada seperti itu lebih baik segera pergi ke aula pertemuan karena sebentar lagi akan segera di mulai" Ucap Zhu Wei.
"Baiklah ayo kita pergi" Ucap Arata berdiri.
"Kita? bukankah harusnya kamu sendiri?" Tanya Zhu Wei.
"Karena kamu temanku sudah seharusnya kamu juga ikut" Ucap Arata kemudian pergi.
Zhu Wei yang mendengarnya pun tersenyum senang kemudian mengikuti nya dari belakang.
Beberapa saat kemudian rapat di mulai, orang-orang yang berada di dalam ruangan yaitu Patriak Lin, Lin Yu, Lin Si, istri patriak atau ibu dari mereka, Arata, dan Zhu Wei.
"Jadi istriku dialah calon suami anak-anak kita" Ucap Patriak.
"Hooo jadi kamu yang akan menikah dengan kedua putriku?" Ucap nya.
Arata hanya mengangguk diam.
"Sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan… Katakan saja" Ucap wanita itu saat melihat sikap Arata.
"Begini sebenarnya nama ku bukanlah Arata tetapi Luo An dari klan Luo" Ucap Arata mengungkapkan identitas sebenarnya.
"Klan Luo?! k-kamu dari klan petir itu?" Tanya Patriak terkejut.
Arata mengangguk, mereka semua terkejut karena klan Luo adalah salah satu klan yang sangat di takuti oleh semua orang, keberadaan satu orang klan nya saja bisa membunuh 10 bahkan lebih orang klan lainnya.
Mereka terdiam karena tidak menyangka bahwa Arata yang sebelumnya mereka kenal adalah seorang yang berasal dari klan menakutkan.
"Kalian tidak perlu merubah perlakuan kalian kepadaku, cukup seperti biasa saja" Ucap Arata.
"Baiklah kalau begitu soal pernikahan sebelumnya sepertinya kita harus membicarakannya lagi" Ucap Patriak.
Mendengar perkataan ayahnya Lin Yu sedikit murung, Arata melihatnya dan berkata, "Kita bicarakan lagi dengan orangtua ku, bagaimana kalau kalian ikut denganku ke klan?" .
"Kami tidak berani… Dan juga tidak mungkin mereka mengijinkannya" Ucap Patriak.
"Hah? siapa yang akan menolak mengijinkan kalian atas namaku?" Ucap Arata.
Mereka terdiam tidak mengerti apa yang Arata katakan.
"Apa yang kamu katakan sebenarnya nak? kami tidak mengerti?" Ucap Patriak.
"Mereka pasti mengijinkan kalian kalau bersamaku dan juga ayah ibuku pasti akan menerima kalian dengan baik" Ucap Arata.
Mereka awalnya ragu-ragu tetapi akhirnya mengangguk setuju untuk ikut bersama Arata kembali ke klan nya membicarakan tentang pernikahannya.
Akhir dari pembicaraan tersebut adalah keberangkatan mereka 3 hari dari sekarang.
Arata di dalam kamarnya memikirkan apa pilihan nya saat ini adalah benar atau salah.
Ia takut karena pilihannya sekarang akan membuat masalah kedepanya.
{Sistem sarankan anda menggunakan beberapa poin sistem untuk memperkuat diri anda}
"Tapi aku bingung harus mulai darimana?" Ucap Arata.
{Membeli Tubuh Spesial}
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...