
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arata berjalan kaki pergi kekaisaran bersama kedua istrinya. Membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam perjalanan, selama itu Arata tidak mendapatkan hambatan apapun mungkin karena aura yang ia keluarkan cukup untuk menakut-nakuti monster-monster kecil.
"Akhirnya sampai juga" ucap Arata saat melihat sebuah kota besar dengan bangunan yang begitu mencolok di tengah-tengahnya, yah itu adalah istana kekaisaran Horyen.
"Woahhhhhhh ternyata indah juga ibukota kekaisaran" ucap Lin Yu dan Lin Si terpukau dengan pemandangan di depannya.
"Hahaha kalian benar… Bahkan aku baru melihatnya walaupun waktu itu pernah kemari tetapi saat itu mataku gelap jadi tidak dapat menikmati keindahan ini" ucap Arata.
"Baiklah kalau begitu ayo kita masuk" ucap Arata melangkahkan kakinya kembali menuju ke pintu gerbang kota.
Arata memasuki ke gerbang masuk khusus VIP, para penjaga yang bertugas disana pun seorang komandan pasukan besar.
"Tuan!" ucap komandan tersebut memberi hormat kepada Arata.
Arata bingung karena ia tidak terlalu mengenalinya tetapi karena komandan tersebut memberi hormat maka Arata hanya menjawabnya singkat saja.
Setelah itu Arata di persilahkan masuk begitu saja tanpa ada yang harus ia lakukan.
"Kamu mengenali nya sayang?" tanya Lin Yu.
"Tidak…" ucap Arata pun terkejut.
"Mungkin saja kaisar yang memberitahu" ucap Lin Si.
Arata dan Lin Yu mengangguk setuju dengan perkataan Lin Si yang sedikit masuk akal.
Tanpa berlama-lama Arata langsung menuju ke istana yang terletak di tengah ibukota.
"Sistem teleportasi kan saja kita ke tempat kaisar berada saat ini" ucap Arata.
{Baik tuan… Biayanya 1.000 poin}
Swoshhhh…
Mereka bertiga pun mendadak menghilang dan muncul kembali di suatu ruangan.
"T-ttuan?!" ucap kaisar yang terkejut karena tiba-tiba di depannya muncul Arata bersama dua gadis.
"Yo Luo Da, bagaimana kabarmu?" ucap Arata tersenyum ramah menyapa kaisar.
"B-baik tuan… Ada apa anda kemari? kalau ada kepentingan anda beritahu saya saja jadi biar saya yang menghampiri anda bukannya seperti ini" ucap kaisar kelabakan.
__ADS_1
"Hahaha maaf-maaf… Aku datang kemari hanya ingin berterimakasih karena telah banyak membantuku" ucap Arata tertawa melihat tingkah kaisar.
"Hufft, anda tidak perlu mengucapkan kata terimakasih tuan karena sudah semestinya seorang bawahan seperti saya membantu tuan" ucap kaisar sambil membungkukkan badannya.
"Haha sudah-sudah berdiri dan duduk saja, mari kita berbincang-bincang sebentar" ucap Arata kemudian duduk sebuah kursi yang tiba-tiba muncul.
Setelah itu Arata sedikit mengobrol basa-basi supaya suasana canggungnya tercairkan.
"Ah yah ini hadiah untukmu" ucap Arata memberikan sebuah tongkat dengan permata berwarna merah delima dihiasi berlian di sekelilingnya.
Ia sebelumnya membeli tongkat tersebut dari sistem dengan seharga 1.000.000 poin sistem, memang lumayan mahal tetapi sebanding dengan fungsinya sebagai memperkuat aliran mana, memperkuat setiap serangan yang keluar dan juga dapat melindungi pemiliknya. Cukup bagus untuk di berikan sebagai hadiah.
Kaisar terdiam melihat tingkat yang Arata berikan tersebut. Ia merasa bahwa mana nya meledak-ledak dan juga tubuhnya seperti terlindungi oleh energi tak kasat mata.
"I-ini terlalu berlebihan tuan" ucap kaisar ragu-ragu untuk menerimanya. Ia memang menginginkannya tetapi ia juga sadar bahwa tongkat tersebut bukanlah senjata biasa.
"Terima saja kalau tidak…" ucap Arata menatap kaisar dengan tajam.
Kaisar yang ditatap oleh Arata merinding ketakutan dengan tangan bergetar ia menerima tongkat tersebut.
"T-terimakasih t-tuan" ucapnya.
Ekspresi Arata pun kembali menjadi tenang dan tersenyum kecil.
"Baik tuan! saya berjanji tidak akan pernah menggunakan tongkat yang anda berikan dengan sembarangan!" ucap kaisar dengan tegas.
Arata mengangguk dan meminum minumannya dengan tenang.
"A-anu tuan? apa anda akan kembali lagi?" tanya kaisar ragu-ragu.
Arata tidak menjawabnya melainkan menatap kedua gadis yang sedari tadi terdiam.
"Apa kalian ingin pulang cepat?" tanya Arata.
Lin Si balik menatap Lin Yu menyerahkan semua keputusan kepadanya.
"Hahh baiklah kita tinggal disini sehari sayang, bolehkah?" ucap Lin Yu.
"Tentu saja, apa sih yang tidak boleh untuk kalian?" ucap Arata tersenyum lembut.
Lin Yu dan Lin Si wajahnya memerah malu sedangkan kaisar hanya tersenyum canggung melihat itu semua.
'Tuan Arata sangat mencintai kedua istrinya, lebih baik aku memerintahkan semua pasukan agar lebih memperhatikan kedua istri tuan agar tidak kenapa-kenapa' pikir kaisar saat melihat hal tersebut.
__ADS_1
Kaisar kemudian menyuruh pelayan nya untuk mempersiapkan satu kamar yang istimewa untuk Arata dan istrinya.
Setelah berbincang-bincang sebentar kaisar berijin pamit untuk beristirahat karena hari pun sudah mulai gelap.
Arata kemudian di arahkan menuju ke ruangannya yang telah di siapkan sebelumnya.
Saat telah memasuki ruangannya Arata terdiam dan kedua istrinya pun wajahnya memerah malu.
"Oh benar! ini kan malam pertama kita" ucap Arata tersenyum kecil. Entah apa yang ada di dalam kepalanya tetapi Lin Yu dan Lin Si seolah-olah tahu apa yang sedang Arata pikirkan.
Arata menggendong mereka bergiliran layaknya tuan putri, kemudian di baringkan di tempat tidur yang telah di taburi banyak bunga mawar berbentuk love.
"Ekhem… Apa kalian sudah siap?" ucap Arata tersenyum nakal.
Lin Yu dan Lin Si hanya menganggukkan kepalanya dengan menunduk malu.
{Mohon pasang peredam suara serta nonaktifkan sistem terlebih dahulu}
Saat akan membuka baju Arata di kaget kan dengan suara sistem.
"Oh aku lupa terimakasih" ucapnya kemudian ia memasang peredam suara dan juga menonaktifkan sistem terlebih dahulu.
Kamar yang asalnya terang karena lampu tiba-tiba meredup secara perlahan-lahan dan terlihat sedikit bayang-bayang.
Di gelapnya malam cahaya bintang berkelap-kelip begitu indah dan suara-suara hewan malam terdengar seperti sebuah lagu yang memecah kesunyian.
Suara katak, burung, kasur bergoyang, dan jangkrik begitu seirama mengiringi sunyi nya malam yang indah tersebut.
Entah mungkin akan hujan malam yang seharusnya dingin menjadi sangat panas sampai keringat pun bercucuran membasahi tempat tidur.
Di dalam kamar Arata terlihat bayangan seseorang yang sedang push up, yah memang di malam yang indah itu cocok untuk melakukan olahraga malam.
Segel yang telah di jaga seumur hidup menjadi pecah dalam satu malam.
Kicauan burung hantu, katak dan kasur berderit menemani Arata sepanjang malam.
Keesokan harinya Arata yang telah terbangun melihat ke samping kiri dan kanannya terlihat kedua istrinya tengah tertidur lelap, entah kenapa mereka terlihat sangat kelelahan sekali.
Arata hanya tersenyum dan mencium kedua kening mereka.
'Aku seorang pria sejati sekarang!' ucap nya dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1