
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu bulan berlalu begitu saja kini hari-hari yang Arata habiskan dengan Arka putranya akan segera berakhir, karena ia harus mengemban kembali kekuatannya. Tanggungjawab nya menjadi kepala keluarga kini telah bertambah dengan satu orang tambahan di keluarganya yang harus ia lindungi, mungkin untuk saat ini ia bisa melindungi semuanya tetapi masa depan tidak ada yang tahu, bisa saja di kemudian hari nanti ada sesosok musuh yang tidak bisa ia kalahkan dan menyebabkan bahaya untuk keluarganya.
"Hahh…" Arata menghela nafas sepanjang hari karena waktu keberangkatannya semakin dekat.
"Jangan khawatirkan kami sayang, kamu pergi saja dengan tenang dan kembali dengan selamat karena di rumah ini ada banyak orang yang mengharapkan kamu kembali" ucap Lin Yu tersenyum lembut kepada Arata.
Lin Yu mengerti apa yang Arata rasakan saat ini, berat kakinya untuk melangkah pergi tetapi karena itu semua untuk mereka maka mau tak mau Arata harus pergi.
"Jangan khawatirkan diriku, aku saja tidak khawatir tentang apa yang akan terjadi kepadaku tapi yang aku khawatirkan adalah kalian" ucap Arata.
"Haishh apa yang kamu khawatirkan? kami berdiam di kediaman yang tentu saja di lindungi oleh kekaisaran tidak seperti dirimu di luar sana siapa yang melindungi mu?" ucap Lin Yu.
"Tenang saja aku pasti akan baik-baik saja karena…"
"Karena apa?" tanya Lin Yu.
"Karena aku kuat?" ucap Arata dengan tenang.
'Tidak mungkin kan aku bilang karena ada sistem?' pikir Arata.
"Yasudah terserah kamu tetapi ingat jangan sampai terluka parah! apabila tidak meyakinkan untuk menang maka kembali saja" ucap Lin Yu dengan tegas.
"Baik-baik aku mengerti" ucap Arata mengangguk dengan yakin.
"Baiklah kalau begitu… Apa tanggal keberangkatan nya sudah di tentukan?" tanya Lin Yu.
"2 Minggu dari sekarang" ucap Arata.
"Apa boleh kita menghabiskan waktu bersama sampai kamu berangkat?" tanya Lin Yu penuh harap.
"Tentu saja boleh!" ucap Arata sambil mengelus-elus kepalanya.
Rencananya waktu seminggu ini akan Arata habiskan dengan bersama Lin Yu, ia membawanya menuju ke kekaisaran Argantika.
"Sayang, kasihan Lin Si tidak bisa ikut bersama kita" ucap Lin Yu.
"Hahh mau bagaimana lagi? dia harus menjaga Arka dan tidak mungkin kita membawanya karena masih kecil" ucap Arata.
Melihat Lin Yu masih saja tetap murung membuat Arata harus memikirkan ide agar ia kembali ceria.
"Kita belikan saja oleh-oleh khas kekaisaran Argantika dengan begitu Lin Si pasti senang begitupun dengan Arka" ucap Arata.
__ADS_1
Lin Yu yang mendengarnya langsung tersenyum ceria, "Kamu benar sayang… Baiklah nanti biarkan aku yang memilihkan hadiahnya" ucap Lin Yu.
Arata tersenyum kecil melihat betapa cepatnya perubahan yang terjadi pada Lin Yu.
Mereka pun menambahkan kecepatannya dan tak lama kemudian kekaisaran yang penuh dengan berbagai ras mulai terlihat oleh mereka.
"Nah itu dia kekaisaran Argantika sayang" ucap Arata.
Lin Yu terdiam terpukau melihatnya, perbedaannya memang tidak beda jauh dengan kekaisaran Horyen sebelumnya tetapi tetap saja ada suatu hal yang berbeda di antara kedua kekaisaran tersebut.
"Tapi sayang… Kenapa prajurit kekaisaran itu sepertinya sangat memperketat penjagaan?" ucap Lin Yu saat melihat setiap orang yang akan masuk di periksa dengan serius tanpa pandang bulu.
"Hahaha tidak tahu, mungkin mereka seperti itu karena ada penyerangan sebelumnya?" ucap Arata sambil tertawa canggung.
'Tidak mungkin kan aku bilang bahwa penyebabnya adalah aku sendiri?' pikir Arata.
"Hmmm" ucap Lin Yu curiga.
"Hahaha sudahlah bukankah hal seperti itu sangat normal di setiap kekaisaran? jangankan kekaisaran setiap klan dan sekte pun pasti akan seperti itu" ucap Arata.
Lin Yu pun mengangguk dan mereka kembali melanjutkannya pergi menuju pintu gerbang masuk kekaisaran Argantika.
'Sudah 1 tahun lebih berlalu tetapi sepertinya kekaisaran sangat menyayangkan hancur nya sekte Langit Malam' pikir Arata saat melihat banyak sekali prajurit yang menjaga kota.
"Sayang apa kita bisa masuk dengan penjagaan yang begitu ketat?" ucap Lin Yu khawatir.
"Ohh benar aku lupa" ucap Lin Yu tertawa kecil.
Dan benar saja mereka dapat dengan mudah masuk ke ibukota tanpa di persulit.
Beberapa jam Arata habiskan untuk menemani Lin Yu dan kini mereka sedang duduk istirahat di kursi salah satu tempat yang paling populer di kenal sebagai tempat pacaran tapi sayang sekali Lin Yu dan Arata adalah sepasang suami-istri.
"Hmmmm aku ada ide supaya kalian tetap aman" ucap Arata saat tengah duduk.
"Ide apa?" tanya Lin Yu sambil memakan es krim di tangannya.
"Kita temui kaisar kekaisaran Argantika" ucap Arata dengan tenang.
Lin Yu tersedak es krimnya saat mendengar perkataan yang begitu tenang dari Arata.
"Itu kaisar loh sayang? tidak mungkin kan dia akan meluangkan waktunya untuk hal tidak penting" ucap Lin Yu.
"Tidak penting? kalau menurut dia keselamatan keluarga ku adalah sesuatu yang tidak penting berarti… Kekaisaran Argantika juga bukanlah sesuatu yang penting bagiku" ucap Hiro dengan dingin.
__ADS_1
"Hahhh terserah kamu saja" ucap Lin Yu capek dengan sikapnya Arata.
"Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" ucap Arata berdiri dan menyuruh Lin Yu untuk memegang tangannya.
SWOOOOSSHHH…
Arata dan Lin Yu menghilang dari tempat tersebut.
***
Kekaisaran Argantika.
Seseorang yang tengah duduk diam di singgasananya bersama dengan para bawahannya tiba-tiba di kejutkan dengan kemunculan Arata dan Lin Yu.
"Ahh halo?" ucap Lin Yu canggung.
"Siapa kalian?!" ucap orang-orang langsung memanggil para prajurit penjaga dan mengepung Arata.
"Tunggu!" ucap sosok yang duduk di singgasana menghentikan mereka semua.
"Kaisar, kenapa anda menghentikan nya? dia adalah penyusup harus segera di tangkap!" ucap mereka semua.
"Jangan membantah!" ucap sosok tersebut yang ternyata kaisar kekaisaran Argantika.
"Hoooo rupanya anda bijak juga Yang Mulia" ucap Arata dengan tenang.
"Lancang! berani sekali kau orang asing bersikap tidak sopan terhadap Yang Mulia kaisar kekaisaran Argantika!" ucap mereka berteriak serentak.
"DIAM!!!" ucap keras kaisar.
Seketika barulah mereka berhenti berteriak dan terdiam ketakutan karena baru kali ini mereka melihat kaisar marah besar.
"Sayang! bukankah sudah kubilang tindakan kita ini sangat tidak sopan!" ucap Lin Yu pelan di samping telinga Arata.
"Haha maaf-maaf sayang, aku hanya tidak ingin buang-buang waktu" ucap Arata tersenyum kecil.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya kaisar setelah orang-orangnya telah terdiam.
"Mohon maaf sebelumnya kalau aku mengganggu Yang Mulia, perkenalkan aku adalah Luo An dan istriku Lin Yu. Kami berasal dari kekaisaran Horyen" ucap Arata sambil memberi hormat sederhana kepadanya.
Orang-orang kekaisaran Argantika sangat jengkel melihat tingkah Arata yang sangat tidak hormat itu.
Tetapi kaisar hanya diam saja karena memperhatikan Arata bukanlah sosok sederhana seperti yang terlihat.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...