PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Ketemu dan Di Mulai.


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


SWOOOOSSHHH……


Arata menghilangkan aura keberadaannya sampai tidak ada siapapun yang dapat mengetahuinya.


"Sistem… Coba kamu carikan dimana letak keberadaan keluarga ku!" Ucap Arata.


{Dalam proses pencarian ……}


{Di temukan… Keluarga anda berada sekitar 15 meter ke bawah dari tempat anda sekarang}


{Perhatian!!! sistem merasakan ada sesuatu hal yang menjaga tempat keluarga tuan di kurung… Harap berhati-hati}


"Bisakah kamu lindungi keluarga ku sistem?" Tanya Arata karena khawatir akan keluarganya di jadikan sebagai titik lemah dirinya saat akan mengamuk habis-habisan.


{Bisa tuan anda tidak perlu khawatir… Fokus saja terhadap diri anda sendiri}


"Baik terimakasih sistem" Ucap Arata kemudian pergi berjalan dengan tenang karena ia percaya diri bahwa tidak akan ada seorangpun yang menyadari keberadaannya.


Saat berada di depan bangunan sekte Arata mengeluarkan para mahkluk panggilannya yaitu Hydra, Cerberus, Wyvern dan Minotaur.


"Buatlah kekacauan!" Ucap Arata memberikan perintah kepada mereka semua.


SWOOOOSSHHH…


Masing-masing dari mereka mengarah ke arah yang berbeda-beda. Hydra ke barat sekte, Cerberus ke sudut timur sekte, Wyvern sudut utara sekte dan Minotaur ke sudut selatan sekte. Mereka semua mengamuk gila-gilaan, menghancurkan semuanya dan membunuh siapapun yang mereka lihat.


Kekacauan terjadi di setiap sudut sekte membuat kepanikan para penghuninya. Bahkan para tetua sekalipun tidak mampu menghentikan para monster yang mengamuk tersebut.


Arata tersenyum puas di saat melihat para bawahannya menjalankan perintahnya dengan baik, karena kepanikan melanda sekte maka keamanan pun menjadi longgar membuat Arata dapat dengan mudah memasuki bangunan utama sekte tersebut.


Kabar mengenai penyerangan terhadap sekte pun tersampaikan ke telinga patriak. Ia pun memerintahkan kepada semua murid dan tetua pun menghentikan para monster yang menyerang sekte, tetapi hasilnya nihil. Mereka sama sekali tidak bisa menghentikannya membuat patriak kesal dan harus turun tangan menangani masalah tersebut.


Di saat para tetua dan patriak mengurus keempat monster yang mengamuk tersebut, Arata mengambil kesempatan itu untuk masuk kedalam dan pergi menuju ke tempat keluarganya di kurung.


"Tunjukkan arahannya sistem!" Ucap Arata.


{Baik tuan…}


Sesuai arahan sistem akhirnya Arata sampai di suatu ruangan yang berada di bawah tanah. Gelap, sesak dan mengerikan seperti itulah gambaran dari suasana ruangan tersebut, bagi orang normal biasa saja mungkin mereka akan bergetar ketakutan.


BZRRRRTTTT ……


Di saat Arata akan melangkahkan kakinya mendekati pintu yang ada di depannya tiba-tiba petir menyambarnya.

__ADS_1


"Hahhh merepotkan" Ucap Arata yang berhasil menghindari nya.


"Skill : Fire Blast!"


SWOOOOSSHHH …


Di sudut ujung ruangan terlihat sebuah Golem batu yang sedang menatapnya saat terpapar sinar api dari serangan Arata.


"Skill: Sentuhan Penguasa!" Ucap Arata kemudian menggerakkan tangannya bagaikan meremukkan sesuatu.


Ia pun mencoba melangkahkan kakinya kembali dan tidak ada lagi serangan yang mengarah kepadanya, setelah memastikan keadaan telah aman akhirnya Arata dengan cepat membuka pintu ruangan di depannya tersebut.


KRIIETT……


Suara pintu terbuka yang sangat tua itu membuat suasana semakin mencekam.


"Fire"


Arata Kemudian membuat sebuah api di tangannya untuk menerangi seluruh ruangan yang gelap tersebut.


Setelah di terangi oleh api yang Arata buat akhirnya seluruh ruangan kini terlihat. Di dalam ruangan tersebut hanya ada 7 orang dalam keadaan tangan dan kakinya di rantai.


Arata dengan cepat berlari menghampiri 7 orang tersebut yang ternyata mereka adalah ayah dan ibunya, Lin Yu dan Lin Si beserta kedua orangtuanya, dan Zhu Wei sahabatnya.


"Maaf-maafkan aku… Untuk kedua kalinya aku tidak bisa melindungi kalian" Ucap Arata sedih saat melihat keadaan mereka semua.


Di saat suara Arata terdengar mereka semua membuka matanya.


"A-an'er… Apa itu kamu?" Tanya ibunya dengan lemah.


"S-sayang apa kita bermimpi? atau kita sudah di surga?" Tanya ibunya kepada ayahnya.


"Ibu! ini aku anakmu yang sangat menyedihkan karena tidak bisa melindungi kalian" Ucap Arata meneteskan air mata.


"Ahh ternyata bukan mimpi yah… Kenapa kamu kemari nak? cepat pergi tempat ini berbahaya" Ucap ibunya dengan nada senang tetapi khawatir juga.


"Tunggu aku akan melepaskan kalian semua" Ucap Arata kemudian menggunakan sedikit Qi nya untuk menghancurkan semua rantai yang mengikat mereka.


Trak…Trak…Trak…


Satu persatu rantai di lepaskan dan mereka semua terbaring lemah di lantai.


Arata melihat mereka tidak sadarkan diri sangat bersedih dan juga marah.


"Sistem bawa mereka ke tempat yang aman!" Ucap Arata dengan dingin.

__ADS_1


{Baik tuan…}


SWOOOOSSHHH …


Mereka semua pun menghilang dan kini hanya tersisa Arata seorang diri dengan aura menakutkan keluar dari tubuhnya.


"Aku tidak akan pernah memberikan kalian kematian yang mudah!" Ucap Arata penuh amarah.


{Minotaur anda berhasil di kalahkan…}


Mendengar pemberitahuan tersebut pun Arata tidak peduli karena kini dirinya telah di rasuki oleh iblis karena di selimuti oleh kemarahan dan kebencian.


"Array pelindung 9 lapis!"


***


Keadaan di luar yang pertama kalinya di serang mereka di buat kacau tetapi setelah patriak turun tangan membantu mereka semua akhirnya sedikit demi sedikit, perlahan-lahan situasi telah di pegang kendali oleh mereka.


Tetapi satu hal yang tidak mereka ketahui yaitu bahwa ada suatu energi tak kasat mata yang menutupi seluruh area sekte.


"Skill : Extermination!" .


Kemudian sebuah lubang hitam tiba-tiba muncul di atas bangunan sekte, lubang hitam tersebut menarik masuk semua yang berada dekat dengannya termasuk dengan bangunan tinggi dan megah itu juga hancur berkeping-keping tertarik masuk ke dalam lubang hitam tersebut.


Tak bisa menarik nafas lega semua orang kini di buat gemetar karena lubang hitam yang tiba-tiba muncul itu menghancurkan segalanya kemudian menghilang begitu saja.


Setelah lubang hitam tersebut menghilang Hydra, Wyvern dan Cerberus tiba-tiba menarik diri mereka dari pertempuran. Mereka berlari ke satu arah yang sama, semua orang-orang sekte terheran-heran mengapa ketiga monster melarikan diri dari pertempuran.


Tetapi di saat mereka memfokuskan penglihatannya ke arah para monster tersebut mengarah, mereka melihat sesosok dengan aura yang menakutkan sedang berjalan dengan santai ke arah mereka.


Patriak menyipitkan matanya merasa aneh karena ia tidak mengenali siapa sosok yang sedang berjalan tersebut.


"Skill : Tebasan Penghancur Alam!"


SWOOOOSSHHH …


Siluet pedang terlihat samar-samar dari kejauhan, mereka terdiam sesaat untuk memastikan apa itu. Tetapi sayang sekali mereka telat menyadarinya di saat mereka menyadari bahwa itu adalah suatu serangan berbahaya yang mengancam nyawa mereka semua.


DUARRRR… BOOMMMM …


Seperempat dari murid sekte mati dengan tubuh terpotong-potong. Para tetua yang melihat hal tersebut berkeringat dingin dan membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi barusan.


Sedangkan patriak terdiam dengan tatapan tajam mengarah terhadap sosok tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2