PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Arata Ketakutan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


15 menit Arata akhirnya telah melihat sebuah kota yang mungkin saja di maksud oleh pemuda sebelumnya.


Tanpa berlama-lama ia pun memasuki kota tersebut tetapi ada sedikit gangguan yang terjadi karena pemeriksaan yang di lakukan terhadap para pendatang sangat ketat.


Arata di minta untuk di test beberapa kali dan juga di interogasi dari mana, kemana dan untuk apa. Semua di pertanyakan seolah-seolah untuk mengorek semua identitas para pendatang, entah kenapa para pendatang juga merasakan ketidaknyamanan yang para prajurit penjaga tersebut lakukan karena pemeriksaan yang berlebihan. Sebelum-sebelumnya mereka tidak begitu ketat tetapi akhir-akhir ini sangatlah aneh.


Arata menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan pihak kota dengan tenang dan tidak pernah menjawab semuanya dengan jujur karena tidak akan baik untuk kedepannya dan juga ia akan kesulitan bergerak.


Setelah pemeriksaan yang begitu panjang akhirnya Arata berhasil di ijinkan untuk masuk tetapi dengan persyaratan tidak boleh berlama-lama di kota hanya di beri waktu sekitar 3 hari setelah lewat masa waktu maka Arata akan di suruh pergi kalau tetap bersikeras tidak mau pergi maka pihak kota akan menggunakan cara kasar untuk mengusir nya.


Arata hanya mengangguk-angguk saja dan pergi memasuki kota.


'Tanpa kalian usir pun aku tidak ingin berlama-lama disini! setelah keluarga ku selamat mungkin kota ini akan hancur' Ucap Arata dalam hatinya, kemarahan yang sebelumnya sudah mereda kini muncul kembali dengan meledak-ledak di dalam hatinya.


Arata memasuki restoran terlebih dahulu karena masih membutuhkan banyak informasi yang lebih mendetail untuk menjalankan rencananya.


Saat memasuki suatu restoran, Arata di suguhi dengan pertunjukkan kurang baik untuk di lihat.


Ternyata eh ternyata sebuah bangunan yang ia anggap restoran adalah tempat pria melampiaskan nafsu mereka.


Dahi Arata berkedut, ia keluar dan melihat papan tulisan bangunan yang bertuliskan 'Butterfly'.


"Permisi?" Ucap Arata menghampiri resepsionis.


"Iyah tuan? untuk berapa malam? virgin? rasa pacar? rasa selingkuhan? atau rasa istri orang? atau juga rasa janda muda? semua tersedia dengan berbagai macam rasa, apabila anda ingin rasa lainnya boleh katakan saja kami akan segera menyiapkannya" Ucap resepsionis tersenyum manis setelah bertanya secara berturut-turut.


Arata langsung terbengong-bengong dan keringat dingin mengalir di punggungnya.


Seluruh bulu kuduknya berdiri mendengar perkataan wanita resepsionis tersebut.


'Tempat apa ini? apa tadi katanya' Ucap Arata dalam hatinya.


"A-anu apa ada makanan? atau minuman?" Tanya Arata mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Oh anda ingin di temani minum? boleh tuan, kami telah menyediakan para gadis khusus untuk menemani minum saja tetapi apabila anda ingin lebih boleh informasi kan kepada saya" Ucapnya.


Arata semakin tidak bisa berkata-kata, tetapi kalau ia keluar begitu saja pasti akan menimbulkan keributan dan memancing para prajurit untuk mengusirnya dari kota.


Arata memutuskan mengangguk saja walaupun dengan perasaan terbebani karena dirinya saat ini telah beristri bukan hanya 1 istri tetapi 2!.


Setelah itu resepsionis mengantar Arata ke suatu ruangan yang tertutup dengan berbagai minuman yang Arata pesan telah tersedia di meja.


"Mohon tunggu sebentar tuan, saya akan memanggilkan para gadis-gadis nya… Oh yah anda ingin berapa gadis?" Tanya resepsionis lagi dan lagi bertanya ke Arata.


Saat itu Arata sedang memikirkan untuk mencincang musuhnya berapa bagian dan ia memikirkan 10 kali jadi tanpa sadar angka 10 terucap dari mulutnya membuat gadis resepsionis itu terkejut bahkan sampai menutup mulutnya.


"B-baik tuan akan saya siapkan!" Ucap nya kemudian keluar dengan terburu-buru.


'Tuan muda yang liar… Ah tidak mungkin ini yang di maksud kuda liar?' Pikir resepsionis itu dengan wajah memerah karena membayangkan hal-hal seksual.


Arata yang tanpa sadar telah mengucapkan angka 10 akan membuatnya menderita dan karena masih belum menyadarinya ia hanya menunggu dengan tenang sambil mencoba minumannya.


Selang beberapa menit ketukan pintu terdengar dari luar.


"Tuan… Saya telah membawa para gadis-gadis nya, permisi" Ucapnya sambil membuka pintu.


"A-aaapa ini maksudnya?!" Ucap Arata terbata-bata.


"A-anu ini 10 gadis yang anda minta tuan… Kalau begitu saya permisi silahkan bersenang-senang" Ucapnya memberi hormat sebentar lalu pergi keluar dari ruangan tersebut yang kini tinggal Arata dan 10 gadis dengan berpakaian minim.


"Tuan~ anda yang meminta kami untuk menemani minum kan? sungguh liar sekali sampai meminta 10 gadis~" Ucap salah satu gadis tersebut sambil menggoda Arata dengan genit.


Arata yang telah kehilangan kesadarannya hanya terdiam dengan tatapan tidak percaya.


'A-aku dimana? a-aku siapa?'.


***


Setelah beberapa saat akhirnya Arata kembali tenang dan mencoba menangani situasi tidak di harapkan nya itu.

__ADS_1


"Silahkan di minum kembali tuan~ tidak perlu terburu-buru kami akan menemani anda sampai puas~" Ucap para gadis tersebut bergelayut di dekat Arata.


Arata pun meminumnya dan wajahnya berubah menjadi serius.


"Begini aku ingin bertanya kepada kalian… Apakah kalian tahu letak sekte Langit Malam?" Tanya Arata.


Para gadis tersebut tiba-tiba terdiam dan saling berpandangan.


"Ada urusan apa anda kesana tuan?" Ucap mereka dengan serius.


Menyadari ada sesuatu yang aneh karena sikap mereka sangat berbeda dengan sebelumnya, Arata menjelaskan bahwa ada urusan yang sangat penting.


Mereka menatap Arata seperti meragukannya dan sedikit mencurigainya.


"Hahh sudahlah kalau kalian memang tidak ingin memberitahukan nya, aku tidak akan memaksa" Ucap Arata kemudian kembali minum dengan tenang.


Mereka kemudian tiba-tiba mengangguk dan salah seorang dari mereka mengunci pintu ruangan tersebut dan menjaganya.


"Kami bisa saja memberitahukan nya kepada anda tetapi… apa anda ada niatan buruk terhadap sekte Langit Malam?" Tanya salah seorang gadis.


Arata terdiam tidak menjawabnya karena ia harus berhati-hati dalam segala tindakan.


"Hahh baiklah kami tahu anda berniat membuat masalah dengan sekte tersebut dan kami bisa membantu anda asalkan dengan satu syarat…" Ucap gadis tersebut mewakili semuanya.


"Syarat apa itu?" Tanya Arata akhirnya membenarkan apa yang di katakan nya karena telah ketahuan.


"Seberapa yakin anda bisa menghancurkan sekte tersebut?" Tanya salah seorang gadis lainnya.


"100%" Ucap Arata dengan yakin.


Mereka saling berpandangan, "Baiklah kalau begitu syaratnya tolong anda hancurkan sekte tersebut dan bunuh para pria disana tanpa terkecuali dengan cara potong milik mereka!" Ucap para gadis dengan serius.


Arata tersedak setelah mendengarkan perkataan mereka, kemudian ia menatap mereka dengan ragu-ragu melihat apakah mereka serius atau tidak.


Setelah melihatnya Arata memegang 'punyanya' dan berkeringat dingin karena mereka semua seperti tidak bercanda sedikitpun.

__ADS_1


'Hiiihhh malang sekali nasib kalian… Apa yang kalian lakukan sampai membuat para wanita ini begitu kejam?' Ucap Arata dalam hatinya ketakutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2