
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat keheningan terjadi Luo An tiba-tiba tertawa, "Hahaha bercanda… Baiklah maafkan aku juga yang telah membuat keributan" ucapnya dengan polos seperti tidak ada dosa sama sekali.
Luo An pun menarik seluruh auranya yang beredar di istana kerajaan.
Akhirnya mereka dapat kembali bernafas dengan lega, walaupun begitu tubuh mereka masih saja bergetar seperti memberikan sebuah peringatan untuk tidak macam-macam.
"Sudahlah, sekarang bangun jangan menjatuhkan harga diri seorang putri…" ucap Luo An.
Yulia pun berdiri dengan lega, ia kemudian mengarahkan pandangannya kepada para prajurit yang membuat masalah dengan Luo An.
"Kalian pergilah nanti akan ku panggil kembali!" ucap Yulia dengan dingin dan tegas.
Para prajurit tersebut mengangguk cepat dan pergi dengan terbirit-birit.
"Lain kali latih lah sifat dan sikap para prajurit kalian, bersyukurlah karena kita teman kalau tidak… Maka aku tidak tahu akan berbuat apa" ucap Luo An.
"Baik tuan, saya akan memberikan mereka pelajaran yang sepantasnya di terima oleh mereka" ucap Yulia serius.
"Yanto? Manto? kenapa kalian tidak berdiri?" ucap Luo An.
"A-anu tuan, kami tidak bisa berdiri karena kaki kami gemetar" ucap mereka.
__ADS_1
Luo An yang mendengarnya tertegun dan kembali tertawa keras.
"Hahaha… Apakah kalian benar-benar pelindung tuan putri? kenapa lemah sekali, hanya dengan aura ku saja?" ucap Luo An.
"Hahhh… Anda bercanda kan tuan? bagaimana mungkin kami yang seorang manusia biasa dapat mampu menahan tekanan aura dari monster atau raja iblis seperti anda? sangat tidak masuk akal" ucap mereka.
"Aku? raja iblis? tidak tidak! kalau aku raja iblis atau monster maka aku akan berbuat kekacauan di dunia ini" ucap Luo An.
"Setidaknya kemanapun anda pergi pasti akan terjadi kekacauan kan tuan?"
"Hemmm benar juga, tapi pokoknya aku bukan raja iblis!" ucap Luo An.
Mereka hanya menggelengkan kepalanya, walaupun begitu apa yang mereka katakan ada benarnya karena raja iblis sekalipun mungkin(?) akan ketakutan apabila bertemu dengan Luo An.
'Berisik! sudah kubilang aku bukan raja iblis jadi lupakanlah!' ucap Luo An.
{Baik tuan}
Luo An pun membereskan semua kekacauan di tempat tersebut karena auranya telah membuat setengah lapangan latihan menjadi hancur.
Sesaat kemudian raja, ratu dan rombongan orang-orang penting kerajaan bermunculan.
Raja dan ratu langsung bertanya kepada putri mereka, apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Yulia menggelengkan kepalanya, ia akan membicarakannya nanti karena terlalu banyak orang yang takutnya membuat Arata merasa tidak nyaman.
Raja dan ratu mengangguk mengerti jadi mereka menahan rasa penasarannya.
***
Luo An kembali ke kamarnya, ia terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"Dari awal aku kemari, rasanya ada sesuatu yang aneh… Raja dan ratu tidak banyak melakukan pergerakan meskipun aku melakukan keributan dan yang merendam nya pun itu adalah Yulia"
"Sebenarnya misteri apa yang harus ku pecahkan di kerajaan ini?!" ucap Luo An frustasi.
{Coba pikirkan lebih mendalam tuan… Anda pasti bisa mendapatkan petunjuk}
"Cihh, dari kemarin nya juga aku terus memikirkan suatu hal yang memungkinkan menjadi petunjuk tetapi itu semua sia-sia" ucap Luo An.
{Anda yakin? sistem sarankan cobalah untuk tidak menilai sesuatu yang kecil pasti tidak berguna… Anggaplah satu batu kerikil pun berguna maka sistem yakin anda pasti bisa menemukan petunjuknya}
"Jadi maksudmu, aku terlalu berpikir jauh sampai-sampai yang terdekat tidak terpikirkan?"
{Yah seperti itu tuan…}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf untuk saat ini agak kacau dulu karena waktu terlalu mepet jadi up seadanya saja.