PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Hilang?


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana menjadi kacau balau, para prajurit kekaisaran berusaha dengan keras untuk memadamkan api yang membara begitu besar. Sedangkan putra mahkota tanpa henti-hentinya ia tertawa terbahak-bahak dengan keras, Arata sendiri dalam kondisi masih belum tersadar dan tidak ingin menerima kenyataan tersebut.


"Sistem? yang benar saja! cepat Carikan keberadaan keluarga ku!" Ucap Arata marah.


{Mohon maaf tuan sistem tidak bisa merasakan adanya hawa kehidupan…}


"K-kamu bercanda kan sistem?" Ucap Arata tidak percaya.


{Mohon maaf tuan…}


Seketika pikirannya menjadi kosong bahkan di dalam dirinya Arata merasa seperti ada sesuatu yang hilang.


"Untuk apa aku hidup sendirian tanpa keluarga? bukankah aku hidup di dunia ini karena memiliki keluarga yang luar biasa dan sekarang itu semua sudah hilang? jadi untuk apa aku hidup?!" Gumam Arata yang sudah kehilangan akal sehatnya.


Ia sudah tidak dapat mengendalikan emosi yang berlebihan di dalam tubuhnya.


SWOOOOSSHHH ……


Aura kuat dan mengerikan keluar dari tubuh Arata menerjang semua yang di dekatnya. Bahkan tanah di sekitarnya mulai hancur tidak mampu menahan tekanan yang keluar dari aura Arata.


Aura dingin dan mengerikan begitu terasa di saat mereka menatap mata Arata yang tajam.


{Peringatan! pengeluaran kekuatan terlalu berlebihan! sistem sarankan untuk mengontrol kekuatan yang anda miliki kalau tidak dunia ini tidak akan mampu menahan beban untuk menampung tekanan yang anda berikan!}


"Dunia akan hancur? hah?! memang nya aku akan mempedulikan itu?!" Ucap Arata dengan dingin.


{Tenangkan diri anda tuan!}


"Tenang? kau menyuruhku tenang di saat keluarga ku mati di depan mata kepalaku sendiri?!" Ucap Arata semakin mengeluarkan seluruh aura yang ia miliki.


Seluruh dunia kini merasakan goncangan yang sangat besar dan kericuhan kini terjadi dimana-mana.


Semua prajurit yang melihat Arata sangat ketakutan karena yang ada di penglihatan mereka sosok Arata bukanlah manusia tetapi suatu mahkluk yang sangat mengerikan.


Mereka semua menjauh dari Arata karena tidak mampu menahan tekanan yang keluar dari tubuh Arata.


Sedangkan putra mahkota masih tetap tertawa dengan gila tidak memperdulikan sekitarnya.


"Summon : Cerberus! Hydra!" Ucap Arata memanggil monster-monster kuat.


Kedua monster tersebut muncul dan berlutut hormat di belakang Arata.


"Kalian carilah yang masih hidup di dalam dan bawa mayat orang yang sudah mati tanpa terkecuali!" Ucap Arata memberikan perintah kepada mereka.

__ADS_1


Kedua mahkluk tersebut mengangguk dan dengan segera masuk ke dalam kobaran api yang masih membakar seluruh istana klan Luo.


Arata kemudian berjalan mendekati putra mahkota yang sedang tertawa gila tersebut.


"Rasakan itu! hahaha bagaimana rasanya kehilangan keluarga?!" Ucap nya tertawa senang.


Tatapan Arata semakin dingin dan aura nya semakin membesar keluar dari tubuhnya.


"Siapa yang membantu dirimu?!" Ucap Arata dingin.


Putra mahkota tidak memperdulikannya, ia hanya tertawa dengan senang dan semakin lama semakin keras.


"Sistem?" Ucap Arata.


{Mengerti tuan… Anda hanya perlu memegang kepalanya}


Arata mengangguk dan sedikit memukulnya agar terdiam.


BUKKK…


"Ohokkk! ughhh!!…"


Putra mahkota terhempas sejauh 2 meter dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Putra mahkota meronta-ronta mencoba untuk melepaskan diri tetapi usahanya hanya sia-sia, kemudian ia pun tidak sadarkan diri karena seperti ada sesuatu yang menarik paksa kesadarannya.


Arata hanya memejamkan matanya mencoba untuk tetap tenang walaupun di dalam hatinya selalu muncul rasa ingin menghancurkan semuanya hingga dunia yang ia tinggali.


{Selesai …}


{Dari informasi yang sistem terima, yang membantu putra mahkota adalah sosok penting dalam suatu sekte besar, mereka membantunya karena disana putra mahkota kedudukannya sangatlah tinggi yaitu sebagai murid langsung dari tetua agung sekte tersebut}


"Hoo baiklah, nanti tunjukan tempatnya kita musnahkan mereka bila perlu" Ucap Arata dengan senyum dingin.


{Baik tuan…}


Setelah mendapatkan apa yang butuhkan, Arata melihat ke tubuh pria tersebut dan membantingnya dengan keras sampai menghancurkan tengkoraknya, darah muncrat kemana-mana bahkan hingga mengenai baju Arata.


"Sistem pil Penyembuhan!" Ucap Arata.


1 botol kecil dengan berisi pil di dalamnya muncul di telapak tangan Arata. Ia membukanya dan mengambil sebuah pil dan memasukkan ke dalam mulut putra mahkota yang sekarat tersebut.


Seketika semua luka nya sembuh dan tubuhnya kembali ke semula.


"Jangan harap untuk mati dengan mudah dan cepat!" Ucap Arata dengan dingin.

__ADS_1


Ia pun mengeluarkan pedangnya dan memotong kecil-kecil dari ujung jari hingga paha putra mahkota.


Jeritan histeris karena kesakitan terdengar tetapi tidak ada satupun yang memperdulikannya.


Bahkan para prajurit kekaisaran yang mendengarnya dan melihat langsung kekejaman Arata sangat membuat mereka merinding dan bergetar seluruh tubuh mereka semua.


Bahkan banyak prajurit yang muntah-muntah saat melihat Arata dengan ekspresi dinginnya memotong kecil seluruh bagian tubuh putra mahkota.


Saat sekarat, Arata dengan paksa memasukkan pil ke dalam mulutnya dan seketika ia pun sembuh kembali kemudian di siksa lagi dengan cara yang berbeda-beda.


Di kuliti, di bakar, di rebus hidup-hidup, di jadikan makanan oleh semut-semut pemakan daging, di racun, dan sebagainya telah Arata lakukan hingga yang terakhir putra mahkota di masukan sebuah tongkat besi yang sangat panjang dari anusnya sampai tembus ke mulutnya dan Arata membakarnya seperti babi guling.


Masih belum menghilang rasa membunuhnya membuat Arata berteriak keras dan memukul-mukul tanah. Rasa bersalah, sedih dan marah menyatu karena keluarganya telah tiada.


Kepribadiannya kini telah sepenuhnya berubah, matanya yang selalu cerah kini menjadi gelap bagaikan tidak memiliki tujuan hidup, senyum yang biasanya selalu mengembang kini telah meredup hingga mungkin Arata tidak akan pernah melakukan lagi yang namanya senyuman.


Cerberus dan Hydra yang di perintahkan Arata kini telah kembali dengan membawa banyak sekali mayat-mayat dengan keadaan hitam karena terbakar hidup-hidup.


Arata terdiam dan melihat semua mayat yang di bawa oleh monster panggilannya itu.


{Tidak ada ciri-ciri yang mendeskripsikan keluarga anda tuan}


"Benarkah?" Ucap Arata.


{Benar tuan}


Arata kemudian melihat ke Cerberus dan Hydra yang sedang berlutut di depannya itu.


"Apa kalian sudah membawa semuanya? apa ada yang masih hidup di dalam?" Tanya Arata.


Mereka saling berpandangan dan menggelengkan kepalanya.


Arata terdiam melihat jawaban mereka, ia kemudian berpikir keras apa yang terjadi dengan keluarganya?.


"Ada kemungkinan yang terjadi dengan keluarga ku sistem?" Tanya Arata.


{…}


Tidak ada jawaban dari sistem membuat Arata semakin kebingungan. Ia tidak masalah kalau keluarganya telah tiada tetapi satu hal yang ia inginkan yaitu memakamkan mereka semua dengan layak.


Arata kemudian mengalirkan beberapa ingatannya kepada kedua mahkluk panggilannya itu.


"Cari orang-orang yang dengan ciri-ciri tersebut! jangan kembali sampai kalian menemukan suatu petunjuk, aku tidak peduli mereka sudah dalam bentuk mayat ataupun masih hidup bawa ke hadapan ku!" Ucap Arata memberikan perintah mutlaknya kepada mereka berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2