PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Penjahat Bukan Pahlawan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hahh tidak butuh! lebih baik simpan saja" ucap Arata sambil menghela nafasnya, ia menyesal dan tidak akan pernah melakukan eksperimen apapun itu.


{Baik tuan… Apabila anda menginginkannya sistem bisa memasangnya kembali, beritahukan saja kepada sistem apabila anda membutuhkannya}


"Iyah baik-baik" ucap Arata acuh tak acuh.


Arata membangkitkan dirinya dan menepuk-nepuk tanah yang menempel di pakaiannya.


Melihat ke sekelilingnya telah hancur berantakan, mungkin karena persaingan kedua elemennya yang terjadi kemarin.


"Kembalikan ke seperti semula sistem" ucap Arata.


{Baik tuan…}


SWOOOOSSHHH…


Angin kencang menerpa tempat tersebut membuat batu-batu dan pohon berhamburan tetapi anehnya angin tersebut tidaklah mengakibatkan kehancuran melainkan seperti mengembalikan semuanya ke sehari sebelum hancur oleh Arata.


'Hmmm angin tersebut seperti mengembalikan waktu' pikir Arata namun karena tidak terlalu penting, ia pun melanjutkan kembali perjalanannya yang tertunda.


BOOMMMM


Tiba-tiba sebuah terjadi sebuah ledakan tidak jauh di depan Arata, asap membumbung tinggi menyelimuti langit dan aura membunuh terasa sampai kepada Arata.


"Sepertinya ada sebuah pertunjukan menarik di depan sana" ucap Arata kemudian mengaburkan hawa keberadaannya.


"S-sialan! monster level Master Emas terlalu kuat untuk kita!"


"Lebih baik serang saja terus! buat dia melemah lalu kita kabur!"


"Tidak tidak, lebih baik kita kabur sekarang selagi masih memiliki energi!"


"GROARRR… RAWRRR…"


"Sial, regenerasi nya terlalu cepat! kita tidak akan bisa bertahan kalau begini terus"


"Kita serang bersama-sama!"


"Hell Fire!'


"Dark Slash!"


"Water Cutter!"


SWOSHHHH…


BOOMMMM…


DUARRRR…


Di tempat tersebut terdapat 2 pemuda dengan 1 wanita tengah bertahan hidup dari pertempurannya melawan monster level Master Emas.


Ketiga orang tersebut tidak mungkin dapat mengalahkannya karena level mereka di bawah 2 tingkat monster tersebut, dapat bertahan sampai sekarang pun seperti keajaiban.

__ADS_1


"Tuan putri lari cepat! kami akan menahan monster tersebut selama mungkin!" ucap salah seorang pemuda tersebut.


"Tidak! bodoh, mana mungkin aku meninggalkan kalian… Aku yang bertanggungjawab karena diriku yang keras kepala membuat kita semua dalam situasi saat ini" ucap perempuan tersebut.


"Cepat putri, kami mohon pergilah sejauh mungkin! walaupun kita kembali tetapi apabila anda terluka kami pun pasti akan di hukum mati" ucap pemuda satunya.


BOM…BOM…BOM…


Monster tersebut terus menerus mengeluarkan bola api dalam mulutnya dan membidik tepat ke arah mereka bertiga yang sedang berlindung menggunakan barrier salah satu pemuda tersebut.


"Arghh…"


"A-aku sudah hampir kehabisan energi! kalau begini terus kita semua akan mati" ucap pemuda yang melindungi mereka semua.


"Bertahanlah sedikit lagi!"


"Sekarang tuan putri!!!"


Perempuan tersebut mengangguk dan berdiri, ia mengangkat tangannya sambil bergumam seperti membaca mantra.


"Wahai roh leluhur pelindung, aku putri kerajaan air meminta bantuan anda… FREEZE!"


SWOOOOSSHHH…


KREK…KREK…KREK…


"GROARRR!!!"


Tiba-tiba awan hitam muncul dan menurunkan air hujan.


Monster yang terkena lebih dari 10 tetesan air, perlahan-lahan membeku yang di mulai dari kakinya mulai berubah menjadi es.


Kaki nya yang membeku membuat pergerakan monster tersebut menjadi lambat dan bahkan tidak lama kemudian monster tersebut berhenti tidak dapat melangkah kembali karena kakinya sepenuhnya telah membeku.


Monster tersebut berteriak-teriak keras marah karena dia tidak dapat bergerak, walaupun begitu mungkin karena levelnya telah tinggi ia sangat pintar, karena monster tersebut dia menyemburkan api di mulutnya untuk melelehkan kakinya yang membeku.


Melihat kesempatan tersebut membuat ketiga orang itu bersiap-siap akan pergi melarikan diri, tetapi monster yang sedang melelehkan kakinya menyadari hal tersebut.


"GROARRR…"


SWOSHHHH… DUARRRR…


"Aaaaaaa…"


Serangannya hampir mengenai ketiga orang tersebut, mereka hanya terkena efek ledakannya jadi tidak terlalu terluka parah.


"Hah…hah… Sial! kita tidak bisa melarikan diri darinya!" ucap salah seorang pemuda.


Mereka terlihat terdiam tidak lagi bergerak karena telah putus asa.


'Tuh kan menarik? kapan lagi aku melihat pertunjukan seperti ini? karena setiap ada pertunjukan menarik pasti akulah pemeran utamanya' pikir Arata yang sedang menikmati semua yang terjadi pada ketiga orang tersebut.


{Hahh anda memang kejam tuan… Bukannya menolong malah menonton saja}


'Untuk pertolongan bisa dilakukan di akhir acara karena pahlawan pasti muncul di saat-saat yang genting kan?' jawab Arata.

__ADS_1


{Anda bukan pahlawan tuan, melainkan penjahat yang sebenarnya}


'Hehe' Arata hanya tertawa ringan mendengar perkataan sistemnya.


Monster tersebut telah melelehkan kakinya dan dapat berjalan kembali, ia pun mendekati ketiga orang yang sudah putus asa tersebut.


'Hahhh! kalau begini sudah tidak menarik, dasar!' ucap Arata kemudian menghilang…


"GROARRR…"


SWOSHHHH…


Monster tersebut menyiapkan api yang sangat besar di mulutnya dan menembakkan nya ke ketiga orang tersebut.


"Kita akan mati?!" ucap mereka pucat pasi saat melihat pusaran api yang sangat besar sedang menuju ke arah mereka.


"Shield!"


BOOMMMM…


Mereka memejamkan matanya dan bersiap-siap menerima serangan tersebut tetapi mereka hanya mendengar suara ledakan.


"Apa kalian menyerah untuk hidup, sampai-sampai berdiam diri saat ada sebuah serangan?!"


Terdengar suara sinis dan dingin terdengar setelah ledakan mereda.


Mereka membuka matanya dan melihat bahwa ada sebuah kubah pelindung berwarna emas tetapi transparan yang melindungi mereka semua.


Dalam keterkejutannya dan kebingungan, mereka melihat seorang pria muda yang berdiri di depan mereka menahan pergerakan monster tersebut hanya dengan 1 jari telunjuk saja.


"Sebelum berburu monster lebih baik kalian tahu batas kemampuan diri kalian sendiri!" ucap pemuda tersebut.


Mereka hanya bisa terdiam, mereka tidaklah marah melainkan malu karena perkataan pemuda tersebut sangat benar.


"Baguslah kalau kalian sudah sadar dengan kesalahan yang kalian lakukan… Monster ini jadi milikku karena aku yang akan membunuhnya" ucap nya kemudian dari ujung jarinya tiba-tiba keluar cahaya tipis menembus kepala monster tersebut hingga mati.


{Selamat tuan! anda telah membunuh monster level Master Emas puncak…}


{Selamat tuan! anda mendapatkan 1.000.000 poin pengalaman}


{Selamat tuan! anda mendapatkan Skil Ultimate : The Visioner}


Mulut mereka terbuka lebar terkejut dan tidak percaya melihat kejadian tersebut. Monster level Master Emas mati dengan sekali serang? siapa dia sebenarnya dan berada di level apa dia?.


Kedua pertanyaan tersebut memenuhi otak mereka semua.


Namun mereka tidak berani bertanya demikian karena status mereka di hadapan Arata masih belum jelas.


'Kenapa mereka ketakutan kepadaku? seharusnya kan mereka berteriak-teriak heboh dan berterimakasih kepadaku karena telah menyelamatkan mereka' pikir Arata.


{Sudah sistem katakan sebelumnya tuan… Bahwa anda adalah penjahat yang sesungguhnya}


Alis Arata berkedut mendengarnya, ia penjahat? kalau penjahat untuk apa dia menyelematkan mereka kan?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2