
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Prok…Prok…Prok…
"Wah, wah ingin terlihat keren di depan wanita? sudah tidak zaman bro bertingkah seperti itu! sekarang hanya orang yang punya harta dan kekuasaan yang bisa menarik perhatian wanita" ucap pemuda yang tampaknya pemimpin para pemuda tersebut.
"Apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?" ucap pemuda tersebut dengan angkuh.
"Memangnya apa peduliku dengan status mu? parasit liar seperti mu sekali jentikan jari saja sudah bisa ku musnahkan!" ucap Arata dengan dingin.
Perasaan kesal menyelimuti hati para pemuda tersebut, mereka sungguh tidak menyangka bahwa Arata tidak gentar sedikitpun walaupun kalah jumlah.
"Ahh baiklah kalian boleh pergi… "
"Tapi itupun kalau bisa!" ucap pemuda tersebut dengan senyum dingin dan tiba-tiba entah datang darimana sekelompok orang dengan pakaian hitam tertutup mengepung Arata.
Sedangkan Arata sendiri yang sedang di kepung, ia hanya sedikit menghela nafasnya dan mulai tidak tahan lagi menahannya karena kesabarannya telah habis.
"Excalibur!" ucap Arata memanggil pedangnya.
Trak…
Sebuah pedang muncul di tangannya, dan Arata pun menghunuskan pedangnya kepada mereka.
"Siapa orang pertama yang akan mendapatkan kehormatan karena mati di tebas pedang agung ini?" ucap Arata sambil tersenyum sinis.
Hal tersebut membuat semua orang yang berada di pihak pemuda itu sangat kesal. Mereka menyerang Arata secara bersamaan dan membabi buta tidak peduli dengan kehancuran sekitarnya.
SLASHHHH…
DUARRRR…
BOOMMMM…
Suara benturan pedang, ledakan sihir dan juga dentuman karena tanah yang hancur membuat suasana menjadi sangat menegangkan.
Pertarungan yang terlihat sangat tidak adil karena Arata melawan 10 orang tetapi malah mereka yang tersudutkan oleh Arata.
Sedangkan Lin Yu dan Lin Si dengan tenang menyaksikan pertunjukan tersebut di dalam pelindung yang Arata buat sebelumnya.
"Haishh belatung hanya makan bangkai, mana mungkin belatung seperti kalian bisa memangsa diriku?" ucap Arata memprovokasi.
Mendengar hal tersebut membuat semuanya menjadi sangat kesal. Setiap perkataan yang keluar dari mulut Arata sangatlah menusuk dan menyakitkan tidak baik untuk mental mereka semua.
"Maaf membuat kalian lama menunggu, tunggu sebentar akan segera ku selesaikan" ucap Arata sambil melihat kedua istrinya.
__ADS_1
"Skil Crafter : Fallen Sword" ucap Arata sambil mengangkat pedangnya ke atas langit-langit.
SWOOOOSSHHH…
SRINGGG…
Puluhan, ratusan, bahkan mungkin sampai ribuan pedang tiba-tiba terlihat muncul di atas langit mengarah kepada mereka yang ada dibawah.
Arata tersenyum sinis terlebih dahulu kemudian mengayunkan tangannya ke bawah yang membuat seketika pedang-pedang di atas langit turun secara cepat dan tepat kepada mereka semua.
DUARRRR…
Pedang-pedang yang berjatuhan di atas langit membuat mereka semua mati tak tersisa.
Restoran pun menjadi hancur berkeping-keping dan tanah sekitarnya di penuhi lubang-lubang kecil bekas kejatuhan pedang tersebut.
Semua orang terdiam membeku saat melihat serangan Arata, mereka tidak bisa mencerna semua yang terjadi karena terlalu di luar nalar mereka semua.
Pemuda yang tadi sangat angkuh dan sombong berubah menciut bergetar ketakutan.
Arata tidak merubah ekspresinya yang dingin, ia menatap tajam ke arah pemuda yang sedang bergetar ketakutan.
"Siapa kamu? siapa keluarga mu? dan juga darimana kamu berasal?" tanya Arata secara beruntun.
Pemuda tersebut tergagap berusaha berbicara tetapi suaranya tidak mau keluar sama sekali.
{Anda tidak akan mendapatkan poin sistem ataupun hadiah karena membunuh makhluk kecil}
'Bukan itu maksud ku… Tetapi tolong bantu aku untuk membereskan semua kekacauan ini' ucap Arata.
{Hahhh… Baiklah tuan, biayanya 100.000 poin sistem}
'Ambil saja poin sistemnya dan tolong bereskan' ucap Arata.
{Baik tuan…}
SWOOOOSSHHH…
Angin kencang menyapu semua kepingan dari restoran yang hancur dan semenit kemudian restoran yang hancur kembali menjadi seperti semula.
Orang-orang yang melihat hal tersebut tidak sanggup lagi menahan rasa terkejutnya. Mereka membelalakkan matanya terdiam membeku melihat semua itu.
Arata kemudian menunjuk ke salah seorang yang ada di sekitar tempat tersebut.
"Kamu kemari lah!" ucap Arata.
__ADS_1
Orang yang di tunjuk Arata pun melangkahkan kakinya dengan berat mendekat ke arahnya.
"S-saya tuan? mohon maafkan saya tuan!" ucapnya berlutut ketakutan.
Arata terkejut melihat tingkahnya itu, apakah ia semenakutkan itu sampai hanya di tunjuk saja orang tersebut ketakutan.
"Kenapa? apa yang kamu pikirkan? aku menunjuk mu kemari karena ingin meminta untuk memanggilkan prajurit kekaisaran dan beritahu kaisar bahwa pemuda itu telah menyinggung diriku! mau tak mau kaisar harus mengambil tindakan!" ucap Arata dengan tegas kemudian pergi bersama kedua istrinya tanpa memperdulikan yang lainnya.
Ia berjalan dengan tenang bagaikan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Sedangkan semua orang yang di tinggalkan oleh Arata hanya terdiam tidak bergerak sedikitpun. Mereka masih belum tersadar sepenuhnya atas semua yang terjadi di depan mata mereka.
Orang yang di tunjuk Arata dengan segera melaksanakan perkataan Arata sebelumnya, yaitu memanggil prajurit kekaisaran dan menangkap pemuda tersebut. Ia pun berpesan agar kaisar turun tangan atas semua ini, walaupun para prajurit masih belum mengerti apa yang terjadi, mereka tetap melaksanakan semua perkataan orang tersebut.
***
Tanpa Arata sadari bahwa dirinya telah membuat kepanikan di seluruh istana kekaisaran. Kaisar pun memerintahkan untuk menghukum tegas keluarga dari pemuda yang menyinggung Arata.
Walaupun menurut penjelasan prajuritnya, ciri-ciri sosok yang di singgung pemuda tersebut bisa jadi bukan Arata tetapi kaisar tetap mengambil langkah aman untuk masalah ini.
Arata yang sebagai pelaku kepanikan istana kaisar, saat ini sedang meminum kopi di belakang halaman kediamannya dengan di temani kedua istrinya.
"Aku sudah berbaik hati kan untuk tidak membantai habis keluarga pemuda yang membuat masalah dengan ku?" ucap Arata.
Lin Yu dan Lin Si hanya mengangguk walaupun begitu tetap saja keamanan keluarga pemuda tersebut dalam bahaya karena kaisar sendiri yang turun tangan walaupun bukan Arata.
Setelah itu kedamaian kembali ke hidup Arata sampai 3 hari kemudian akhirnya seluruh keluarganya dan teman satu-satunya yaitu Zhao Wei telah terbangun walaupun masih dalam keadaan lemah.
Walaupun begitu dengan tersadar nya mereka juga cukup membuat Arata, Lin Yu dan Lin Si sangat bahagia.
"Hooo teman, apa kamu menangisi ku?" tanya Zhao Wei dengan ekspresi khasnya.
"Berisik! siapa bilang aku menangisi mu?!" ucap Arata.
Tetapi Zhao Wei tetap menggoda Arata, membuat suasana haru berubah menjadi penuh canda tawa semua orang.
Setalah mengobrol sebentar Arata pun memberikan mereka masing-masing satu buah pil agar mereka semua sembuh dengan cepat.
Dan Arata pun kembali membiarkan mereka untuk beristirahat.
Keesokan harinya akhirnya kini keluarga nya Arata dan keluarganya Lin beradik pulih sepenuhnya. Begitupun dengan Zhao Wei, baru sembuh pun ia sudah membuat Arata harus memukul nya sekali karena terus-terusan menggodanya.
"Sekali lagi mulutmu mengeluarkan satu kata pun! akan ku robek!" ucap Arata walaupun terlihat marah tetapi sebenarnya ada sedikit senyum kecil di ekspresi nya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
………