PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Lebih Gila Dari Orang Gila


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arata hanya terdiam sambil mendengarkan tawaran setiap orang yang sedang memperebutkan suatu barang pada sesi pertama.


Ia tidak menyuarakan tawarannya karena tidak ada barang yang menarik perhatiannya, barang-barang yang ia inginkan hanya ada di sesi terakhir pelelangan.


"Haishh untuk apa mereka menghambur-hamburkan uang hanya untuk barang rongsokan?" ucap Arata dalam ruangannya sambil bersandar pada pundak Lin Yu.


"Rongsokan? apakah kamu tidak tahu sayang, barang-barang tersebut hanya ada setiap pelelangan saja dan tidak di jual di pasaran" ucap Lin Si.


"Tapi aku memiliki barang serupa yang lebih bagus lagi dari itu semua" ucap Arata.


"Yah bagimu mungkin itu hanya rongsokan tetapi tidak bagi mereka" ucap Lin Yu.


"Haha benar juga… Apa kalian menginginkan sesuatu?" tanya Arata.


Lin Yu dan Lin Si saling berpandangan kemudian menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada yang kami suka" ucap mereka berdua.


"Memang wanita ku pandai menilai" ucap Arata.


Ia tidak lagi memperhatikan orang-orang yang sedang saling berebutan untuk mendapatkan barang-barang yang di lelang.


Sesi pertama berakhir dengan lancar dan acara berlanjut ke sesi dimana barang-barang yang di lelang kali ini adalah berupa berbagai senjata, pil, dan zirah dengan tingkatan level lebih tinggi dari barang-barang sesi pertama.


"Baiklah sesi kedua di awali dengan sebuah pedang tingkat Langit menengah… Harga awal di mulai dari 10.000 koin emas!" ucap gadis tersebut.


"11.000…"


"12.000…"


"15.000…"


Semua orang yang berasal dari kalangan bawah menawarkan tawaran mereka terlebih dahulu. Orang-orang yang berada di kalangan atas terdiam menunggu pergerakan satu sama lainnya dan memperhatikan terlebih dahulu siapa lawan mereka apabila menyuarakan tawarannya.


Arata tidak memperdulikannya kembali, ia hanya bermesra-mesraan bersama kedua istrinya.

__ADS_1


"Sayang apa kamu tidak akan ikut menawar?" tanya Lin Si.


"Tidak butuh… " ucap Arata dengan cueknya.


Lin Yu dan Lin Si hanya menggelengkan kepalanya, orang-orang sedang sibuk menawar sedangkan Arata hanya bermesra-mesraan bersama mereka, kalau begitu untuk apa pergi ke pelelangan?.


Pedang level Langit akhirnya terjual dengan harga 100.000 koin emas oleh seseorang di ruangan VIP.


Barang demi barang yang ada di sesi kedua terjual dengan harga yang lumayan tinggi dan hanya di dapatkan oleh orang-orang yang berada di ruangan VIP saja.


Orang dari kalangan bawah saat ini telah menyerah dan memilih untuk menyaksikan pertempuran uang antara orang-orang kalangan atas saja.


"Hey, apa kau sadar? ruangan VIP no 1 sama sekali belum pernah menawar sampai sesi kedua berakhir? apa ia hanya mengincar barang spesial saja?" ucap seseorang yang menyadari ada sesuatu yang aneh pada ruangan VIP no 1.


"Ahh kau benar… Sepertinya ia hanya ingin barang-barang yang ada di sesi terakhir saja" balas seseorang.


"Sepertinya akan ada tontonan menarik kali ini…"


Semua orang membicarakan ruangan Arata yang sama sekali belum pernah bersuara sedikitpun sejak awal pelelangan di mulai.


"Perhatian semuanya! sesi terakhir akan segera di mulai, persiapkan tawaran kalian untuk mendapatkan barang-barang istimewa yang khusus untuk pelelangan kali ini saja…"


Tetapi sayang sekali tidak ada satupun yang mengangkat tawarannya untuk mendapatkan buku tersebut.


Mereka beranggapan bahwa mungkin saja buku tersebut hanyalah buku biasa, jadi mereka tidak ingin menyia-nyiakan uang mereka untuk barang yang tidak jelas.


Gadis yang berada di atas panggung sedikit kecewa melihat tidak ada satupun yang menawar buku tersebut.


Saat ia hendak akan melanjutkan acara ke barang selanjutnya, tiba-tiba ruangan VIP no 1 yang selama ini tidak bersuara mengangkat tawarannya.


"150.000 koin emas…" ucapnya di dalam keheningan tersebut.


Orang-orang terkejut saat mendengar suara tersebut. Mereka beranggapan bahwa orang tersebut telah gila karena mengeluarkan uang begitu banyak hanya untuk barang yang tidak jelas.


"150.000 pertama…"


"150.000 kedua…"

__ADS_1


"150.000 ketiga…"


"Terjual!!!" ucap gadis tersebut tanpa berlama-lama mengetuk palunya karena tidak ingin orang yang berada di ruangan itu berubah pikiran.


"Selamat kepada tuan yang berada di ruangan VIP no 1… "


"Barang selanjutnya adalah… " sebelum melanjutkan perkataannya gadis itu memanggil asistennya untuk membawakan barang kedua.


Asisten gadis tersebut membawakan sebuah gulungan yang sudah sangat usang dengan di ikat oleh tali seadanya.


"Peta misterius yang kami temukan di sebuah gua di wilayah timur pada saat melakukan penambangan… Para ahli telah membuktikan bahwa peta tersebut sudah sangatlah lama dan baru di temukan saat ini, tetapi pihak kami sendiri tidak mengetahui peta apa itu"


"Karena tidak ada penjelasan yang lebih lanjutnya maka harganya akan di mulai dari 50.000 koin emas…"


Tidak ada lagi yang bersuara untuk memperebutkan peta tersebut, mereka di saat itu menganggap bahwa paviliun Healthy sangat tidak serius dalam melakukan pelelangan karena menempatkan barang-barang yang tidak jelas di sesi akhir.


"Nona… Bagaimana bisa barang sampah seperti itu di simpan pada sesi terakhir? apa anda mempermainkan kami?" ucap seseorang di ruangan VIP no 5.


Mereka semua pun setuju dengan perkataan orang tersebut.


Gadis yang berada di atas panggung pun khawatir dan mencoba menenangkan mereka dengan segala penjelasan terhadap barang-barang tersebut.


"Mohon maaf ketidaknyamanan nya tetapi kami memutuskan barang-barang tersebut berada di sesi terakhir karena barang-barang itu sangatlah misterius jadi kami beranggapan bahwa barang tersebut pasti sangatlah berharga" ucap gadis tersebut.


"Sudahlah! tidak perlu berbasa-basi kembali… Lanjutkan saja ke barang selanjutnya dan kami harap barang selanjutnya akan lebih baik dari sebelumnya!" ucap ruangan VIP no 5 dengan tegas.


"100.000 koin emas…"


Saat gadis tersebut akan mengembalikan peta tersebut tiba-tiba kembali terdengar suara dari ruangan VIP no 1.


Mereka pun seketika heboh dan bertanya-tanya apa orang tersebut telah gila? atau terlalu banyak harta sampai bingung dihabiskan untuk apa.


"Kalian sungguh tidak normal… Barang-barang rongsokan seperti sebelumnya sangat di perebutkan tetapi barang berharga seperti ini kalian acuhkan? sungguh gila" ucap Arata yang berada di ruangan VIP no 1.


Ia tidak mengerti dengan pikiran orang-orang tersebut, mereka menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan barang berharga tetapi memperebutkan barang rongsokan?.


Semua orang yang mendengarnya seketika marah, mereka tidak terima di sebut gila oleh orang gila.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2