
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seketika seluruh ruangan dilanda keheningan saat mendengar suara Arata.
"Kalau begitu apa ada yang masih berani menawarkan harga di atas ku?" ucap Arata.
Setelah itu barulah keheningan tersebut berubah menjadi kehebohan dimana orang-orang tidak percaya dengan apa yang Arata katakan.
"A-anu tuan… Maaf bukan maksud saya menyinggung anda tetapi…" ucap gadis di atas panggung ragu-ragu.
"Benar! kau pasti hanya pembohong!"
"Mustahil kau bisa membayarnya! dasar pembohong!"
"Omong kosong! penipu!"
"Kau pasti hanya pamer! kami yakin dirimu pasti tidak bisa membayarnya!"
"Keluar dari sini penipu sialan!"
"Bagaimana bisa pihak paviliun membiarkan seorang penipu memasuki pelelangan?!"
Teriakan keras orang-orang membuat keributan karena tidak tahan dengan perkataan Arata.
Mereka memaki Arata bersamaan dan juga protes terhadap paviliun karena membiarkan Arata mengikuti acara pelelangan.
"Aku mengerti kalian tidak percaya denganku? tetapi apa seperti ini sikap kalian terhadap tamu kehormatan yang berada di ruangan VIP? aku masih memakluminya apabila aku duduk di bawah tetapi apa kalian tidak lihat dimana posisi ku berada?" ucap Arata dengan dingin.
Tiba-tiba suhu ruangan berubah menjadi dingin dan mencekam.
"T-tuan… Tolong tenangkan diri anda, ingat peraturannya" ucap gadis tersebut walaupun ketakutan, ia tetap memberanikan dirinya memperingati Arata.
"Apa? aku hanya diam tidak melakukan apapun" ucap Arata.
Mereka kebingungan karena kalau bukan Arata terus siapa yang mengeluarkan hawa dingin di seluruh ruangan tersebut.
Tiba-tiba seorang pria paruh baya muncul di atas panggung dengan tatapan tajam melirik seluruh orang yang ada di ruangan pelelangan.
"T-tetua?" ucap gadis yang berada di atas panggung terkejut karena kedatangan tiba-tiba pria paruh baya tersebut.
"Siapa?" ucap tetua tersebut dengan dingin.
"S-siapa? apa maksud anda tetua?" ucap gadis itu.
__ADS_1
"Siapa yang berani menyinggung tamu kehormatan ku?!" ucapnya.
SWOOOOSSHHH…
Kaisar yang berada di ruangan khusus pun muncul di atas panggung.
"K-kaisar?!" ucap semua orang berlutut dengan berat.
"Coba menggonggong dengan lebih keras! aku tidak begitu mendengarnya karena berada di ruangan khusus" ucap kaisar dengan dingin juga.
Mereka berdua mengeluarkan aura yang sangat luar biasa besar untuk menekan mereka semua.
Orang-orang tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh kaisar dan tetua.
"M-mohon maaf kaisar tetapi apa yang anda bicarakan? kami tidak mengerti" ucap semua orang di ruangan VIP.
"Hooo jadi kalian tidak mengerti dengan apa yang kami berdua bicarakan?" ucap kaisar.
"Coba kamu jelaskan tetua kepada orang-orang dungu itu apa yang kita bicarakan!" ucap kaisar dengan sangat marah.
Tetua mengangguk, "Siapa kalian sampai berani menyinggung tamu kehormatan kami? apa kalian sudah bosan hidup?" ucap tetua dengan dingin.
"Berani sekali kalian mengatai tetua ke 8 kami dan juga tamu kehormatan kaisar!" ucap tetua menatap tajam mereka semua.
Deg!
"Ckckck baru kali ini aku di rendahkan seperti ini… Biasanya kalau aku di perlakukan seperti ini maka kehancuran akan terjadi dimana-mana" ucap Arata.
Kaisar dan tetua yang mendengarnya terkejut bahkan sampai gemetar ketakutan.
"Tapi karena kekaisaran adalah tempat orang tua ku tinggal dan juga tempat aku di lahirkan maka akan aku lupakan semua yang terjadi kali ini… Tetua antarkan saja semua barang-barang yang telah aku beli dan juga hasil dari barang-barang yang aku jual ke klan" ucap Arata.
Ia pun pergi bersama dengan kedua istrinya. Ia sudah tidak peduli dengan pelelangan, kalau bukan karena dirinya tetua ke 8 dan juga karena menyembunyikan identitasnya sebagai pemimpin kekaisaran yang berada di balik layar, mungkin tempat tersebut sudah ia porak-porandakan.
Ia dapat menahan amarah pun karena di tenangkan oleh kedua istrinya.
Tetua dan kaisar tidak merasakan aura keberadaan Arata menjadi sangat marah terhadap orang-orang yang menyinggung Arata.
"Bajingan kalian semua!!!!" ucap tetua dengan sangat keras karena marah sekali.
"Siapkan para prajurit dan tangkap mereka semua! apabila ada yang melawan maka bunuh saja!" ucap kaisar dengan tegas dan dingin.
Kaisar yang telah mengetahui kekuatan Arata saat ini merasakan ketakutan yang begitu mendalam di saat Arata pergi dalam keadaan marah.
__ADS_1
Ia takut seluruh kekaisaran akan hancur dan juga keluarganya terancam dalam bahaya.
***
Arata yang telah berada di klan nya tidak peduli dengan semua yang terjadi di paviliun.
Ia saat ini sedang berusaha meredam amarahnya dengan cara berolahraga bersama kedua istrinya hingga seharian.
Keesokan harinya Arata yang telah terbangun pergi membersihkan badannya dan membangunkan kedua istrinya.
Setelah itu sarapan bersama dengan mereka berdua di dalam kamar karena Lin Yu dan Lin Si kelelahan akibat Arata.
"Kamu terlalu berlebihan sayang! masa kita melakukannya seharian dan juga masih kuat milik kamu?!" ucap Lin Yu dan Lin Si.
"Hahaha maaf-maaf… Bagaimana aku beri kalian 1 permintaan untuk sebagai permintaan maaf?" ucap Arata merasa bersalah karena dia juga mengerti bawah tindakannya kemarin terlalu berlebihan.
"Benarkah?" tanya mereka berdua dengan senyum ceria.
"Tentu saja, apa sih yang tidak untuk kedua bidadari ku ini?" ucap Arata.
Mereka tersenyum kegirangan dan memakai permintaannya untuk mengajak berkeliling ke kekaisaran tetangga.
"Ohh baiklah kapan?" tanya Arata.
"Besok!" ucap mereka bersemangat.
"Hahaha baiklah-baik tapi lihat dulu kondisi keluarga kita terlebih dahulu, apa ada pertanda siuman atau tidak. Kalau ada harus di undur terlebih dahulu, oke?" ucap Arata.
Mereka mengangguk setuju karena mereka juga mengkhawatirkan keadaan keluarganya.
Setelah itu Arata pergi keluar istana klan, ia melihat sudah banyak rombongan dari kekaisaran dan paviliun Healthy membawa 10 kereta kuda yang penuh dengan berbagai macam isinya.
"Tetua, tuan…" ucap tetua ke 7 dan seseorang berasal dari kekaisaran.
"Hmmmm aku mengerti kenapa tetua ke 7 kemari tetapi tidak dengan kalian… Ada apa kalian kemari?" tanya Arata kepada orang kekaisaran tersebut.
"Mohon maaf tuan… Kaisar ingin menyampaikan permintaan maafnya dan juga memberikan kompensasi kepada anda atas kejadian kemarin" ucapnya dengan hormat.
"Tetua ke 8, ini barang-barang yang anda pesan dan juga hasil penjualan… Paviliun Healthy tidak mengambil sepeserpun dari hasil penjualan dan juga tidak akan meminta sepeserpun harga barang-barang tersebut sebagai permohonan maaf kami" ucap tetua ke 7 yang juga sama-sama meminta maaf dengan tulus.
Arata terdiam sesaat dan kemudian tersenyum.
"Lebih baik kita masuk terlebih dahulu dan bicarakan di dalam, bagaimana?" ucap Arata.
__ADS_1
Mereka berdua saling berpandangan terlebih dahulu dan kemudian mengangguk setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...