
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arata saat ini tengah berada di tengah-tengah ibukota kekaisaran bersama dengan kedua istrinya.
Ia mengajak mereka jalan-jalan dan berbelanja agar tidak mengkhawatirkan keluarganya yang masih belum tersadar.
"Ambillah semua yang kalian inginkan, jangan khawatirkan tentang uang" ucap Arata tersenyum hangat.
Lin Yu dan Lin Si mengangguk senang, mereka pun pergi bersama ke setiap toko yang mereka temui.
Arata menggelengkan kepalanya melihat betapa senangnya mereka saat berbelanja. Ia pun menyusul mereka berdua dan membayar semua barang yang di ambil mereka.
1 juta koin emas mereka habiskan untuk membeli semua barang yang di inginkan dari 3 toko yang baru mereka kunjungi.
Arata sama sekali tidak mempermasalahkannya karena tujuannya mengajak mereka berbelanja agar tidak terlarut dalam rasa kesedihan.
Setelah 5 toko akhirnya mereka berhenti berbelanja dan memutuskan pergi ke restoran.
Untuk mencegah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Arata mengubah setiap tampilan kedua istrinya agar terlihat biasa-biasa saja oleh orang lain.
"Maaf karena kecantikan kalian akan membuat masalah jadi aku samarkan" ucap Arata kepada mereka.
Lin Yu dan Lin Si mengangguk tidak masalah dengan apa yang Arata lakukan karena mereka juga mengerti bahwa semua masalah yang di alami Arata di sebabkan oleh mereka.
__ADS_1
Arata tersenyum lembut sangat beruntung karena memiliki mereka berdua yang sangat pengertian.
Setelah memesan makanan nya mereka kemudian duduk di tempat yang masih tersedia.
Butuh beberapa menit hingga pesanan yang mereka pesan telah tiba di meja.
Mereka pun makan dengan tenang sampai beberapa pemuda dan gadis datang membuat kericuhan di dalam restoran.
Mereka berteriak marah-marah karena semua tempat telah penuh oleh para tamu lainnya.
Arata dan kedua istrinya mengabaikan semua itu, mereka dengan tenang menikmati makanannya. Hingga salah seorang pemuda melihat itu.
"Hey kamu!" teriaknya.
Sekali dua kali teriakannya di abaikan oleh Arata sampai membuat pemuda tersebut jengkel.
Arata menghela nafas dan kedua istrinya pun menggelengkan kepalanya.
"Dasar bodoh!" ucap mereka pelan.
Arata bangkit dari duduknya dan menatap pemuda tersebut dengan tenang.
"Apa kamu memiliki masalah dengan ku?" ucap Arata dengan tenang.
__ADS_1
Pemuda tersebut semakin jengkel saat melihat Arata yang tenang.
"Brengsek! pergi dari sini sebelum teman-teman ku memberimu pelajaran!"
Dia pun memanggil teman-temannya, mereka semua yang di panggil pemuda tersebut mendekat ke meja Arata.
"Ada apa?" tanya temannya.
"Dia sangat meremehkan kita! sebelumnya sudah ku beritahukan dia untuk pergi tetapi malah diabaikan nya" ucap pemuda tersebut.
"Wah-wah lihat siapa dirimu? berani sekali meremehkan kami!" ucapnya sambil merangkul kedua gadis nya.
Arata hanya menghela nafas, perkiraannya bahwa merubah wajah kedua istrinya cukup untuk menghindarkan nya dari masalah tetapi tetap saja masalah bisa datang darimana saja dan kapanpun itu.
"Baiklah ayo kita pergi" ucap Arata mengalah.
Saat ia akan pergi bersama kedua istrinya tiba-tiba pemuda lainnya mencegatnya.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Arata yang sedikit terpancing melihat mereka semua menghadang istrinya untuk pergi.
"Kami hanya menyuruh kamu untuk pergi tetapi tidak dengan dua gadis ini" ucap pemuda yang merangkul wanita tersebut.
Arata sudah tidak tahan lagi dengan sikap mereka, ia pun memukul para pemuda yang mencegah istrinya sampai mereka terpental dan menabrak dinding restoran.
__ADS_1
"Jangan kira aku mengalah akan kalah dari kalian!" ucap Arata dengan dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...