
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Nak! siapa namamu dan darimana kamu berasal?" Ucap seorang pria paruh baya yang turun dari langit.
"Hemnm? aku Luo An dari klan Luo, kalau boleh tahu dengan siapa saya berbicara tuan?" Ucap Arata dengan hormat karena ia tahu bahwa pria paruh baya di depannya bukan lah sosok biasa.
"Klan Luo? hahaha sungguh beruntung sekali klan Luo memiliki jenius seperti mu!" Ucap pria tersebut tertawa senang.
"Maaf aku telat memperkenalkan diri, namaku Yun We tetua Alkemist dari klan Yun" Ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Salam tetua, maaf saya tidak tahu" Ucap Arata hormat dan sopan.
"Tidak tidak, kamu dengan ku setara kalau di ukur tingkatan Alkemist mu hanya saja aku tetua kamu murid biasa" Ucap tetua.
Arata terdiam sesaat dan menganggukkan kepalanya, dengan begini ia memutuskan untuk merahasiakan identitasnya kalau ia adalah putra dari pemimpin klan.
"Baiklah karena percuma kamu mengikuti babak selanjutnya lebih baik ikut aku kita berbincang sebentar" Ucap tetua bermaksud mengundang Arata.
"Apa boleh tetua?" Ucap Arata ragu-ragu.
"Kenapa? apanya yang tidak boleh? kalau kamu tetap melanjutkannya juga tetap akan kamu yang menang jadi lebih baik kita umumkan sekarang saja bahwa kamu pemenang pertama, babak selanjutnya hanya menentukan pemenang kedua dan ketiga" Ucap tetua tersebut kemudian semua juri dan pembawa acara mengangguk mengerti.
Setelah mendengar perkataan tetua itu akhirnya Arata setuju karena tidak ada alasan untuk menolaknya.
Di karenakan pertunjukan yang Arata perlihatkan sebelumnya jadi acara selanjutnya membuat orang-orang yang menonton menjadi tidak menarik lagi, setelah acara selesai kabar tentang Arata yang membuat pil tingkat 8 dengan cara pembuatannya yang aneh menyebar dengan cepat, bahkan kabar tersebut terdengar ke seluruh penjuru wilayah barat.
Di suatu klan.
"Hoo sepertinya ada seseorang yang masuk ke wilayah kita dan membawa sesuatu yang menarik". Ucap seseorang.
"Apa kita perlu membawanya kemari tuan?". Tanya sosok yang sedang berlutut di depan orang tersebut.
"Tidak perlu, biarkan saja karena aku yakin cepat atau lambat kita akan segera bertemu" Ucap nya tersenyum.
"Baik tuan" Ucapnya.
Kembali ke Arata yang di bawa masuk ke paviliun, disana ia sedang duduk bersama dengan tetua Yun We.
"Tetua kalau boleh tahu, hal apa yang ingin anda katakan kepada saya?" Ucap Arata penasaran.
"Hemmm aku akan bercerita dulu tentang paviliun Healthy, pemimpin paviliun adalah Yun Li. Semua orang paviliun berasal dari klan Yun, karena dulunya kami adalah suatu klan yang kecil kami berusaha keras untuk berkembang sampai di suatu masa kami menemukan bahwa setiap orang dari klan Yun memiliki bakat dalam hal alkimia jadi kami memutuskan untuk menutup diri terlebih dahulu selama puluhan tahun setelah itu kami mencoba untuk membuka suatu usaha yaitu paviliun Healthy. Keberadaan paviliun ini tidak kami sangka akan menjadi besar seperti ini sampai-sampai kami membutuhkan banyak orang untuk mengurusnya, pimpinan Yun Li menugaskan 6 tetua dari klan sebagai penanggungjawab paviliun dan mungkin saja sekarang akan bertambah menjadi 7" Ucap tetua dengan tersenyum ke arah Arata.
"Maksud anda tetua?" Ucap Arata.
__ADS_1
"Hahhh… Anak muda memang harus secara blak-blakan, aku ingin kamu masuk menjadi tetua ke 7" Ucap tetua dengan serius.
Arata terdiam, ia memikirkan terlebih dahulu penawaran nya.
'Ini penawaran yang sangat bagus bahkan luar biasa tetapi kalau aku terikat dengan suatu organisasi maka kebebasan ku tidak akan bisa ku dapatkan kembali' Pikir Arata.
"Tapi ada syaratnya tetua" Ucap Arata.
"Hoo apa itu?" Tanya tetua yang sedikit terkejut karena tidak menyangka Arata tidak akan menerimanya secara langsung.
"Pertama aku ingin hak istimewa yaitu tidak terlalu terikat dengan paviliun, aku akan datang apabila ada sesuatu yang penting."
"Kedua aku ingin identitas ku di sembunyikan tidak boleh sampai tersebar luas" Ucap Arata.
"Baiklah akan aku usahakan untuk memenuhi semua persyaratan mu, apa ada lagi?" Ucap tetua.
"Hmmmm aku akan membuat semua pil yang paviliun butuhkan asal ada bahannya dan aku menginginkan 40% dari penghasilan penjualan pil yang aku buat" Ucap Arata.
"Bukankah 40% terlalu banyak?" Ucap tetua ragu-ragu.
"Itu sedikit tetua karena aku tidak akan menolak apapun bahannya, mau itu bahan biasa ataupun langka" Ucap Arata menghela nafasnya.
"Oh begitu? baiklah aku terima!" Ucap tetua dengan semangat.
"Baiklah kalau begitu hanya itu persyaratannya" Ucap Arata tersenyum.
"Mohon kerjasamanya tetua" Arata pun memberi hormat.
Mereka berdua berbincang-bincang hal lainnya hingga langit menjelang gelap, Arata memutuskan untuk pamit undur diri karena ada sesuatu yang harus ia urus.
Arata kembali ke penginapannya dan tertidur berisitirahat.
Keesokan harinya Arata yang telah terbangun berolahraga dengan berlari mengelilingi kota.
"Sistem berburu monster akan mendapatkan hadiah kan?" Tanya Arata.
{Benar tuan tapi hadiahnya tergantung tingkatan monster yang anda bunuh, semakin tinggi tingkatannya maka semakin besar dan istimewa hadiahnya}
"Baik aku mengerti, karena hari ini tidak ada kegiatan apapun, lebih baik aku berburu monster saja siapa tahu aku mendapatkan sesuatu yang menarik" Ucap Arata kemudian pergi ke hutan yang menurut orang-orang sekitar banyak sekali monster-monster berkeliaran.
Setengah jam berlalu Arata menjelajahi hutan terlarang di wilayah barat tetapi sampai saat ini Arata masih belum bertemu dengan monster sama sekali.
"Apa-apaan ini?! kemana para monster itu pergi kenapa aku tidak bertemu satu monster pun" Ucap Arata yang kesal.
__ADS_1
{Mungkin mereka ketakutan saat merasakan aura anda tuan?}
"Mana mungkin! aku kan hanya di tingkat Senior Perak 3!" Ucap Arata.
Arata duduk di bawah pohon sambil menenangkan dirinya.
"Sistem bantu aku menemukan monster yang ada di sekitar sini" Ucap Arata.
{Baik tuan… }
{1000 ekor monster tingkat bumi sedang berkumpul di arah utara 100 meter dari tempat anda}
"Apa?! tingkat bumi? bagaimana bisa aku menghabisi mereka" Ucap Arata terkejut.
{Coba saja dulu tuan jangan pesimis}
"Matamu coba dulu! ini bersangkutan dengan nyawa ku!" Ucap Arata sedikit kesal.
{Tetapi bukankah anda memiliki pedang Excalibur? kenapa anda takut?}
Mendengar perkataan sistem membuat Arata tersadar, "Benar juga…" Ucapnya.
{Misi spesial: Bunuh 1000 monster mendapatkan Kotak Hadiah}
"Hahh baiklah-baik! akan aku coba tapi kalau aku hampir mati kamu harus menyelamatkan ku sistem!" Ucap Arata kemudian mengumpulkan keberaniannya.
{Kalau mati tinggal tanam saja tuan}
Alis Arata berkedut saat mendengar suara sistem yang main-main dengan nyawanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Okei-okei author akan jelaskan tingkatan kultivasi, dan semuanya tenang tidak perlu marah-marah begitu 🤣
Kultivasi :
Alkemist :
Monster :
Skil/Teknik :
Senjata :
__ADS_1
Nanti aja deh 🤣
See you next up