
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana klan Luo sangat ramai dengan di penuhi kebahagiaan.
Rasa antusias orang-orang sangat tinggi saat menghadiri pernikahan Arata.
Arata duduk bersama kedua wanitanya dan kedua keluarganya. Acara resepsi sudah di laksanakan yang berarti kini mereka bertiga resmi menjadi pasangan suami istri.
"Selamat tuan muda! semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian" Ucap semua orang.
"Terimakasih atas kerja kalian semua untuk membantu memeriahkan acara kami, selama hidupku kalian tidak akan pernah ku lupakan" Ucap Arata berdiri menyambut mereka semua dengan hangat.
Acara selanjutnya merupakan makan besar menyangkut kedua klan. Sedangkan Arata sendiri memilih untuk beristirahat di dalam kamarnya.
"Hahh tidak ku sangka sangat melelahkan ternyata" Ucap Arata.
{Tuan…}
"Ada apa sistem?" Tanya Arata.
{Sistem merasakan banyak sekali rombongan dari arah kekaisaran menuju kemari}
"Kekaisaran? biarkanlah mungkin mereka ingin mengucapkan selamat kepadaku" Ucap Arata tidak terlalu memikirkannya.
{Tetapi…}
"Ada apa lagi sistem?" Ucap Arata kesal karena ia menginginkan istirahat.
{Sistem merasakan adanya aura membunuh yang pekat di antara mereka}
Deg!
Mendengar perkataan sistem membuat Arata bangkit dari tempat tidurnya dan memasang wajah serius.
"Apa benar yang kamu katakan?" Ucap Arata.
{Tidak salah lagi tuan… Bahkan sistem tidak bisa mendeteksi orang tersebut berada di level berapa}
"Hmmm cukup gawat tetapi berani sekali dia mengganggu hari bahagia ku" Ucap Arata dingin.
{Lebih baik anda berhati-hati tuan}
"Aku mengerti tenanglah" Ucap Arata tersenyum kecil.
Arata kemudian keluar dari ruangannya dan kembali ke tempat acara.
"Kalian diam disini jangan keluar klan…" Ucap Arata serius.
"Hmmm ada apa sayang?" Tanya Lin Yu heran dengan sikap Arata.
"Pokoknya diam saja disini dan jangan coba-coba untuk keluar" Ucap Arata kemudian pergi kembali.
Sedangkan Lin Yu dan Lin Si terdiam kebingungan mengapa Arata seperti itu.
***
__ADS_1
Arata kemudian menunggu di luar klan sampai ia melihat beberapa rombongan dengan bendera kekaisaran berkibar.
"Salam tuan!" Ucap seseorang berlutut di depan Arata.
Mereka semua pun berlutut hormat tanpa terkecuali. Arata hanya diam saja tidak menjawab salamnya, ia melihat ke semua orang rombongan kekaisaran tersebut.
'Tunjukan orang nya sistem!' Ucap Arata dalam pikirannya.
{Pria yang membawa bendera tuan}
Arata kemudian mengangguk dan tersenyum. "Berdirilah!" Ucap Arata.
Mereka semua pun baru berani berdiri setelah mendapat jawaban dari Arata.
"Mohon maaf kami terlambat tuan karena perjalanan kemari dengan membawa orang sebanyak ini sangatlah membutuhkan banyak waktu" Ucap orang tersebut yang ternyata kaisar baru.
"Tidak masalah, kalian datang juga aku sangat berterimakasih" Ucap Arata tersenyum hangat.
"Anda sungguh baik hati tuan terimakasih" Ucap kaisar tersebut bernafas lega karena ia kira akan di marahi oleh Arata.
"Kalian boleh masuk tetapi dia tahan dulu karena sepertinya ada sesuatu yang perlu kita bicarakan" Ucap Arata.
Kaisar bingung tidak tahu apa yang di maksud oleh Arata, kenapa dengan orang yang membawa bendera?.
"Ada apa tuan?" Tanyanya penasaran.
"Kenapa tidak tanya saja kepadanya?" Ucap Arata tersenyum penuh arti.
Orang yang di maksud pun terdiam sambil menatap Arata tanpa takut.
Orang tersebut pun di ringkus dengan mudah oleh para prajurit membuat Arata terheran-heran.
'Kenapa dia tidak melawan? sial aku merasakan firasat buruk' Pikir Arata gelisah.
Orang tersebut di bawa secara kasar dan di paksa berlutut di depan Arata.
Arata menatapnya dengan tajam untuk mengintimidasinya.
"Jadi bisa kau jelaskan ada masalah apa denganku sampai-sampai aura membunuh mu itu ku rasakan dari jarak jauh" Ucap Arata dingin.
Tidak ada jawaban sama sekali yang keluar dari mulutnya membuat Arata semakin gelisah, ia tidak tahu apa yang sedang di rencanakan nya.
Kasar seketika marah melihat prajuritnya tersebut tidak menjawab pertanyaan Arata.
"Lancang sekali kau! cepat jawab pertanyaan tuan!" Teriak keras kaisar. Ia pun berkeringat dingin karena takut terkena imbasnya karena orang tersebut adalah prajuritnya jadi otomatis ia juga akan terbawa kedalam amarah Arata.
"Huhu… Hahaha… Hahaha…" Ucapnya tiba-tiba tertawa gila.
Semua orang tiba-tiba menjauhi nya karena merasakan aura yang tiba biasa keluar dari tubuhnya.
"Aku? apa kalian tidak ingat siapa aku?" Ucapnya.
Semua orang terkejut saat melihat orang tersebut adalah putra mahkota yang di kabarkan menghilang selama 10 tahun yang lalu di saat melakukan perjalanan keluar kekaisaran.
"P-putra mahkota?!" Ucap mereka terkejut.
__ADS_1
Hanya Arata yang terdiam karena tidak mengerti dan tidak tahu siapa orang tersebut.
"Terserah kau siapa tetapi apa maksudmu berani mengganggu acaraku?!" Ucap Arata dengan tatapan tajam.
"Hahaha lucu sekali… Mengapa aku tidak berani menganggu dirimu yang identitas nya adalah pembunuh keluarga ku?!!" Ucapnya dengan penuh nafsu membunuh.
Arata akhirnya mengerti tujuannya yaitu membalas dendam kepadanya yang telah membunuh semua keluarganya.
Para pasukan semuanya kebingungan dan tidak mengerti dengan perkataan putra mahkota tersebut.
"Apa maksudnya?"
"Pembunuh? membunuh kaisar? bukankah belum di ketahui siapa orangnya"
Mereka semua bertanya-tanya dengan maksud dari pernyataan putra mahkota kekaisaran tersebut.
"Haishh inilah yang aku benci di saat membunuh tanpa tuntas" Ucap Arata.
"Apa kalian bodoh hah?! dia adalah pembunuh keluarga kekaisaran! mengapa kalian sangat menghormatinya pengkhianat!" Teriak putra mahkota membeberkan semuanya.
Mereka terkejut dan menatap Arata untuk mengkonfirmasi apa itu benar.
"Salah adik bab! mu sendiri berani memiliki keinginan dengan apa yang ku miliki!" Ucap Arata dengan dingin.
Para prajurit semuanya syok berat mendengar perkataan Arata yang berarti adalah perkataan putra mahkota benar adanya. Mereka menghormati pembunuh keluarga kekaisaran? jadi mereka pengkhianat saat ini?. Semua prajurit tengah terguncang dengan pemikiran masing-masing.
Putra mahkota tiba-tiba tersenyum misterius, "Dan sudah saatnya giliran mu untuk berada di posisi ku!" Ucap putra mahkota.
Bagi sebagian orang perkataan tersebut sangat membingungkan tetapi bagi Arata perkataan putra mahkota sebuah pertanda buruk baginya.
"Sial! apa yang kau lakukan?!!" Ucap Arata panik.
"Hahaha kau akan tahu sendiri pembunuh!" Ucapnya sinis.
Putra mahkota kemudian melihat ke arah belakang Arata dan tersenyum, "Ahh sudah saatnya sepertinya" Ucapnya.
Deg!
Arata melihat tersebut langsung membalikkan badannya dan seketika …
BOOMMMM …… DUAARRRR …
Ledakan besar terdengar dan asap tebal menyelimuti istana klan Luo, mungkin lebih tepatnya tempat acara pernikahan berlangsung.
BRUK!
Arata terjatuh lemas melihat kejadian tersebut, tatapan matanya menjadi kosong dan seluruh badannya bergetar hebat.
"I-ibu, a-ayah, L-lin Yu, L-lin Si!" Hanya beberapa kata yang memanggil keluarganya saja yang keluar dari mulut Arata yang bergetar.
Kaisar dan para prajurit lainnya pun terkejut tetapi langsung tersadar dan mengambil tindakan cepat dengan cara memadamkan api yang besar tersebut dan menjaga putra mahkota yang tertawa keras seperti orang gila.
{Sistem tidak dapat mendeteksi adanya hawa kehidupan setelah ledakan tersebut…}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1