PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Detik-detik Kehancuran Sekte Langit Malam


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hahhh… Baiklah aku berjanji" Ucap Arata.


Para gadis pun tersenyum senang dan bahagia, "Terimakasih tuan! kami akan berusaha sebaik mungkin agar rencana anda berhasil dan juga apabila anda membutuhkan bantuan, panggil saja kami" Ucap mereka menundukkan kepalanya dengan hormat.


Arata kemudian kepikiran suatu ide yang mungkin lumayan bagus.


"Kalau begitu aku meminta kalian melakukan satu hal…"


***


Setelah selesai mendapatkan informasi letak sekte Langit Malam, Arata pergi dan mencari penginapan beserta restoran sungguh bukan abal-abal seperti sebelumnya.


'Tidak ku sangka aku akan meminta bantuan kepada para gadis itu…' Ucap Arata dalam hatinya tersenyum kecut.


{Tapi ide anda lumayan juga tuan, kemungkinan berhasil 70%}


"Kau benar sistem tetapi aku merasa tidak enak terhadap mereka" Ucap Arata.


{Tidak masalah tuan, lagipula anda juga membantu mereka membalas dendam}


"Hahh yasudah kalau begitu… Besok bangunkan aku pagi-pagi sekali" Ucap Arata kemudian tertidur karena pusing efek alkohol sebelumnya.


Keesokan harinya sebelum matahari terbit Arata telah di bangunkan oleh sistem secara paksa dengan cara menyiramnya dengan seember air.


"Sial! aku memang menyuruh mu membangunkan ku tetapi tidak begini juga caranya! apa kau tahu betapa kedinginan nya aku?!" Ucap Arata kesal.


{Sistem memiliki sesuatu yang kebal terhadap suhu dingin dan panas… Apa anda akan membelinya?}


"Tidak! lagi-lagi kau promosi sialan!" Ucap Arata.


{Bukan promosi tuan tetapi menawarkan anda untuk lebih abnormal}


"Matamu! tidak usah! sudah jangan mengajak ku bicara lagi" Ucap Arata kemudian pergi keluar.


Mungkin karena matahari belum terbit suasana dalam kota sangat sepi dan sedikit gelap. Sangat buruk apabila seorang wanita ataupun anak kecil berkeliaran karena akan memancing niatan jahat orang lain.


"Sungguh kota kecil indah tapi sayang sekali orang-orang buruk!" Ucap Arata.


Ia berkeliling kota sewaktu-waktu orang-orang masih dalam tidur nyenyak. Ia melakukan hal tersebut untuk mengenal dengan pasti tata letak setiap sudut ujung kota agar tidak ada satupun musuhnya yang akan melarikan diri ke arah yang tidak di ketahui nya.


Ia seperti itu karena belajar akan dari kesalahannya, membiarkan musuh tersisa sangat akan merugikan di kemudian hari seperti yang terjadi padanya kali ini.


"Kali ini tidak akan kubiarkan satupun rumput berduri yang tersisa! tidak peduli orang-orang memanggil iblis ataupun, akan aku bunuh semua tanpa sisa!" Ucap Arata dengan tersenyum dingin.

__ADS_1


"Sistem beri aku Skil yang sekali serang dapat menghancurkan satu kota" Ucap Arata.


{Skil : Sentuhan Penguasa}


{Dapat menghancurkan seluruh alam semesta apabila kekuatan sang pemilik cukup tinggi… Kehancuran dan kehidupan berada di genggaman tangan anda}


{500.000 poin sistem}


{Y/N?}


"Hmmm apa ada yang lainnya?" Tanya Arata.


{Skil : Extermination}


{Dapat membuka sebuah lubang hitam dan menyerap semua yang di dekatnya setelah itu meledak tanpa menyisakan apapun}


{1.000.000 poin sistem}


{Y/N?}


"Keduanya sangat bagus kalau aku membeli keduanya tidak masalahkan?" Ucap Arata.


{Tentu tidak tuan…}


"Baiklah kalau begitu beli!" Ucap Arata.


{Selamat tuan! anda telah mendapatkan Skil : Extermination… Poin sistem anda di kurangi sebanyak 1.000.000 poin}


"Hhu bagus-bagus dengan skil-skil ini maka tidak akan sulit untuk membalikkan sekte sialan itu!" Ucap Arata dengan senyum dingin nya yang menggambarkan begitu marahnya dirinya.


Hari mulai menunjukkan terang dan Arata memutuskan untuk menyudahi berkeliling nya. Ia pun kembali ke tempat para gadis nakal(?) kemarin untuk memberitahukan mereka bahwa rencananya akan segera di mulai.


Arata membeli kereta terlebih dahulu sebagai alat transportasi nya, setelah semua selesai mereka pun pergi menuju ke sekte Langit Malam dengan arahan salah seorang gadis yang mengetahui letak sekte tersebut.


15 menit kemudian Arata yang mengendarai kereta kuda telah tiba di suatu tempat dengan bangunan berdiri megah bagaikan istana. Tidak hanya penampilan nya saja yang begitu hebat tetapi aura yang di keluarkan array pelindung tempat tersebut sangatlah luar biasa kuat bahkan dapat menahan serangan dari seseorang berlevel Master Emas tingkat puncak.


"Pantas saja mereka berani bertindak seenaknya… Ternyata pengaruh mereka bukanlah isapan jempol belaka" Ucap Arata dengan serius.


"Anda benar tuan… Menurut rumor patriak sekte saat ini tengah mencapai level Prajurit Alam Elite tingkat awal" Ucap gadis di samping Arata.


Arata mengangguk karena merasakan ada aura yang cukup kuat di dalam bangunan tersebut dan mungkin saja pemilik aura tersebut adalah patriak yang di maksud oleh wanita di sampingnya.


"Baiklah ayo kita masuk" Ucap Arata melanjutkan kembali menuju gerbang pintu masuk sekte.


Sesaat kereta kuda yang di kendarai oleh Arata mendekat, para penjaga gerbang mencegatnya terlebih dahulu dan menanyakan urusannya.

__ADS_1


"Tunggu tuan… Kami perlu memeriksa terlebih dahulu barang bawaan anda agar kami dapat memberikan laporan kepada Patriak" Ucap mereka.


Arata hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk memeriksanya.


Penjaga gerbang tersebut berjumlah 5 orang, pergi 1 orang untuk memberikan laporan dan sisanya tinggal untuk memeriksa.


"Skill : Sentuhan Penguasa!" Ucap Arata membunuh semua penjaga tersebut dengan cara memelintir kepala mereka semua di saat mereka lengah.


Kemudian Arata turun dari kereta kudanya dan membereskan mayat-mayat tersebut.


Para gadis yang ada di dalam kereta telah berdandan menjadi pria dan memakai pakaian para penjaga yang telah mati tersebut.


"Ingat jangan sampai ketahuan kalau tidak… Aku tidak bisa menyelamatkan kalian semua" Ucap Arata.


"Kami mengerti tuan! anda fokus saja membantai para sampah itu!" Ucap mereka dengan serius.


Setelah itu penjaga yang memberikan laporan telah kembali dan mengijinkan Arata masuk ke dalam tetapi tanpa kereta kudanya.


Penjaga tersebut melihat ke arah teman-teman nya merasa aneh karena mereka semua memakai masker padahal sebelumnya tidak sama sekali.


"Hey! kenapa kalian memakai masker?" Tanyanya.


Para gadis yang menyamar tersebut jantung mereka berdegup kencang mendengar pertanyaan penjaga tersebut.


"Ahh katanya mereka tidak suka bau kuda yang aku bawa jadi mereka menutup hidungnya" Ucap Arata mencoba membantu mereka.


Penjaga itu menatap sesaat dan tiba-tiba tersenyum.


"Hahaha dasar lemah! masa kalian tidak tahan dengan bau kuda?" Ucapnya tertawa terbahak-bahak.


"Fyuhh" Arata dan para gadis yang menyamar itu menghela nafas lega karena penjaga tersebut bodoh dengan percaya begitu saja.


Arata kemudian berjalan pergi memasuki pintu gerbang sekte tetapi ia membalikan badan terlebih dahulu sedikit melirik ke arah para gadis yang telah menyamar tersebut berharap mereka baik-baik saja karena telah membantunya.


"Tenang saja dendam kalian akan aku balas jadi bertahan hiduplah" Ucap Arata.


"Aktifkan Gelar Calamity!"


"Aktifkan double card! saatnya membersihkan para parasit sialan!" Ucap Arata dengan tersenyum dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nah double up kan 🥲


Dah yah author tidur dulu ngantuk su jam 4 nih 😴

__ADS_1


Goodnight ⭐


__ADS_2