PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Permainan?


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah pembicaraan yang lumayan panjang akhirnya telah di tentukan kapan acara pelaksanaan pernikahan mereka, yaitu 2 bulan dari sekarang.


Perbincangan di tutup dan saat ini mereka sedang menikmati acara makan-makan bersama untuk saling mengenal satu sama lain.


Tetapi Arata pergi meninggalkan keluarganya dengan di ikuti kedua calon istrinya.


"Bolehkah aku meminta sesuatu kepada kalian?" Ucap Arata.


"Apa itu?" Tanya mereka berdua.


"Di luar selain di klan Luo dan klan Lin kalian harus memanggil ku Arata agar identitas ku tidak di ketahui dan aku bisa bergerak bebas" Ucap Arata kepada mereka berdua.


"Baiklah kalau itu mau mu tidak masalah untuk kami" Ucap Lin Yu dan Lin Si.


"Terimakasih" Ucap Arata tersenyum lembut dan mengelus-elus kepala mereka berdua.


"Baiklah sekarang aku akan menemani kalian untuk berkeliling klan" Ucap Arata.


Lin Yu dan Lin Si hanya mengangguk mengikuti Arata dari belakang.


"Tuan muda! senang bertemu dengan anda, sudah lama kita tidak bermain apa anda memiliki waktu luang?" Tanya seorang murid saat bertemu Arata.


Sebelum mengiyakannya Arata melihat ke Lin Yu dan Lin Si, mereka berdua hanya mengangguk mengijinkannya.


"Baiklah lagipula sudah lama juga aku tidak menguji kalian" Ucap Arata tersenyum.


"Ahh terimakasih tuan muda… Kalau begitu mari" Ucapnya dengan senang pergi menuju ke lapangan pelatihan.


Di lapangan terlihat banyak sekali para murid-murid tengah di uji oleh para tetua.


Tetapi mereka berhenti saat melihat kedatangan Arata, mereka berlutut memberi hormat.


"Selamat datang kembali tuan muda!" Ucap mereka serempak.


Arata mengangguk dan mengangkat tangannya, "Berdirilah" Ucap Arata dengan lembut.


Mereka pun berdiri setelah di perintahkan, tetapi mereka bingung dan bertanya-tanya siapa dua orang gadis cantik yang bersama dengannya itu, mereka hanya diam saja karena tidak berani menanyakan nya.


"Saudara Tu mengajakku untuk bermain jadi siapa yang akan ikut?" Tanya Arata kepada mereka semua.


Mereka tersentak saat mendengar 'bermain' dengan Arata.


'Sialan! saudara Luo Tu mengajak kita masuk kedalam mulut harimau!'


'Benar kalau menginginkannya lebih baik jangan mengajak kita!'


Mereka diam-diam berbicara lewat telepati, mereka kesal dengan Luo Tu karena dia mereka terbawa ke dalam situasi yang tidak di inginkan.


Melihat mereka berdiam diri, Arata tahu mereka sedang berbicara melalui telepati. Akhirnya satu persatu dari mereka mengangkat tangan terpaksa karena kalah dalam permainan jadi mereka yang harus ikut.


"Baiklah bagus tetapi lebih banyak lebih baik, karena aku ingin mengetahui sejauh mana perkembangan kalian" Ucap Arata.

__ADS_1


Keringat dingin mengalir, mereka telah tahu bagaimana cara Arata menguji kemampuan mereka dan hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik.


"Hha kami masih jauh dari anda tuan muda jadi kami latihan dulu!" Ucap mereka terburu-buru melarikan diri.


"Haishh mereka masih saja seperti dulu" Ucap Arata menggelengkan kepalanya.


"A-anu tuan muda apa kami boleh melanjutkan kembali latihan?" Tanya lainnya yang tadi mengangkat tangan.


"Oh tidak bisa karena kita harus bermain" Ucap Arata kemudian membawa mereka ke lapangan.


Mereka hanya mengikuti Arata dengan lemas dan kaki bergetar.


Tetua disana bertugas untuk menjadi wasit permainan.


"Permainan nya sederhana… Sentuh aku maka kalian menang" Ucap Arata.


Mereka tahu itu bukanlah permainan yang mudah tapi mau tak mau harus di lakukan agar bisa keluar dari sana.


"Baik tuan muda!" Ucap mereka kemudian bersiap menunggu aba-aba dari tetua.


"Mulai!" Teriak tetua.


Swoshhhh… Slashhhh… Swoshhh…


Mereka melesat ke arah Arata dengan cepat tetapi saat jarak mereka dengan Arata tinggal 1 meter, ia menghilang entah kemana.


Mereka semua tidak ada waktu untuk terkejut, mereka mengawasi sekitar mencari keberadaan Arata.


Mereka kemudian melihat ke arah atas dan benar saja di atas sana Arata sedang berdiri dengan tegak sambil menatap mereka semua.


"Ayo cepat kalau berdiam diri seperti itu sama saja kalian menyerahkan nyawa kalian dengan suka rela" Ucap Arata.


Swoshhhh…


Saat jarak sekitar 1 meter Arata pasti selalu mengulang berpindah-pindah tempat. Hal tersebut membuat mereka kewalahan.


"Apa hanya segitu stamina kalian? lemah sekali" Ucap Arata.


"B-belum tuan muda! kami belum menyerah!" Ucap mereka kemudian kembali melesat ke arah Arata.


Arata yang melihat kegigihan mereka tersenyum senang, untuk saat ini ia tidak menghindar dan hanya berdiam diri.


******KLANGG******…


Suara pedang beradu terdengar, kini Arata menguji kekuatan mereka dengan cara beradu pedang.


"Genggaman kalian kurang erat! jadi akan sangat merugikan kalian karena tangan kalian akan mudah sakit saat beberapa kali beradu pedang!" Ucap Arata memberitahukan kekurangan yang mereka miliki.


"Jangan membuat lawan kalian tenang, buatlah lawan kalian termakan emosi hingga melemahkan pertahanannya! lawan yang termakan emosi akan mudah sekali menunjukkan kelemahannya" Ucap Arata.


Arata menasihati mereka semua sambil menangkis semua serangannya.


Tanpa henti-hentinya Arata bersuara sambil beradu pedang tersebut.

__ADS_1


******Krakkk******…


Hingga pedang mereka ada yang patah dan hancur berkeping-keping.


"Baiklah selanjutnya ujian ketenangan… Kalian harus duduk diam jangan bergerak kalau bergerak aku akan menendang kalian. Jangan sampai terganggu dengan apa yang aku lakukan" Ucap Arata.


Mereka menganggukkan kepala dan duduk diam sesuai perkataan Arata.


"Jangan memejamkan mata kalian karena kalau aku musuh maka akan mudah membunuh kalian semua" Ucap Arata.


Mereka mengangguk tetapi…


BOOMMMM…


Mereka semua di tendang oleh Arata secara tiba-tiba sampai melesat sejauh 5-10 meter.


"Kubilang sebelumnya jangan bergerak" Ucap Arata tersenyum kecil.


"Uhukk…"


Mereka bangkit kembali dan duduk seperti sebelumnya, tidak memperdulikan apapun yang terjadi.


Arata tersenyum senang melihat mereka. Ia pun menjelaskan bahwa ketenangan lah yang bisa membuat mereka keluar dari situasi berbahaya bahkan di saat nyawa mereka terancam sekalipun mereka akan selamat apabila tenang saat mengambil keputusan.


Mereka mendengar kan semua perkataan Arata tetapi mereka hanya diam tidak bergerak sama sekali.


Arata mengeluarkan pedangnya dan mengayunkan nya ke arah mereka.


"God of Slash!"


Swoshhhh… Boommmm…


Ledakan terjadi di belakang mereka, untungnya mereka tidak bergerak sedikitpun bahkan saat lintasan pedang Arata mengarah kepada mereka kalau mereka bergerak sedikit maka akan terkena oleh tebasan pedang Arata.


"Haha bagus-bagus selamat kalian pemenangnya!" Ucap Arata tersenyum senang.


"Terimakasih tuan muda!" Ucap mereka kemudian menghela nafas panjang.


Mereka kini berbaring di tanah dengan nafas yang tidak beraturan. Rasa takut, lelah, dan tegang berhasil mereka lewati.


"Aku bangga sekali kepada kalian karena masa depan klan ku akan terjamin!" Ucap Arata.


"Sistem berikan aku 5 buah pedang tingkat tinggi" Ucap Arata dalam hatinya.


{Pon sistem anda di kurangi sebanyak 500 poin sistem}


Swoshhhh…


5 buah pedang di dalam sarung muncul di atas tanah. Mereka yang melihatnya terkejut karena semua pedang itu berada di tingkat surga. Pedang tingkat tinggi yang sudah langka sekali keberadaannya bahkan mungkin hanya kaisar yang memiliki nya. Tetapi saat ini mereka melihat di depannya ada 5 buah.


"Itu adalah hadiah untuk kalian karena telah memenangkan permainan kali ini" Ucap Arata tersenyum lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2