
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seketika para prajurit kekaisaran berkumpul untuk melindungi kaisar dan yang lainnya, sebagian prajurit lainnya mereka mengepung Arata.
"Siapa kau?! berani sekali berteriak seperti itu!" Ucap kaisar sangat marah karena ia merasa tidak ada harga diri sama sekali sebagai kaisar.
"Harusnya ku tanyakan itu kepadamu! siapa kau berani sekali menyentuh keluarga sialan!" Ucap Arata berteriak keras.
"Aku? kaisar dari kekaisaran Horyen camkan itu bocah rendahan!" Ucap kaisar dengan mengeluarkan auranya untuk menekan Arata.
"Cuihhh! aku tidak peduli mau kau kaisar atau penguasa dunia sekalipun kalau menyentuh keluargaku maka akan menjadi musuhku dan siapapun musuhku maka dia akan mati!" Ucap Arata mengeluarkan aura membunuhnya lebih besar lagi hingga seluruh ruangan mencekam.
Para prajurit yang merasakan aura Arata mereka bergetar hebat karena tekanan nya terasa sangat berat hingga bernafas pun sulit rasanya.
"Sialan! apa yang kalian lakukan cepat bunuh bocah rendahan itu?!" Ucap kaisar yang sudah tidak mampu menahan amarahnya.
Para prajurit pun maju menyerang Arata dengan terpaksa, mereka memaksakan dirinya dan melawan rasa takut.
"Tidak ada kata ampun untuk kalian semua!" Ucap Arata dengan dingin.
"Sistem aktifkan Job Summonner!" Ucap Arata.
{Baik tuan!}
SWOOOOSSHHH……
Angin tiba-tiba bertiup kencang membuat semua prajurit yang berlarian ke arah Arata terpukul mundur.
Arata menutup matanya dan segudang pengetahuan tentang Summonner mengalir kedalam kepalanya, ia mencerna semuanya dengan cepat.
"Keluarlah sang penjaga neraka! Cerberus!" Ucap Arata kemudian membuka matanya.
"Grrrrrr!"
Seekor anjing berkepala 3 muncul di belakang Arata dengan aura kematian yang begitu pekat.
"A-apa i-itu?!!"
"M-monster!"
"Lari! kita akan mati monster itu menyeramkan!"
Teriakan ketakutan para prajurit terdengar saat mereka melihat monster di belakang Arata tersebut. Bagaimana mereka tidak ketakutan hanya dengan tampilannya saja monster tersebut sangatlah menakutkan apalagi di tambah dengan aura yang di keluarkan nya, mereka berlarian kesana kemari menjauhi Arata karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa takutnya.
"Habisi semua yang ada disini kecuali mereka!" Ucap Arata memberikan perintahnya sambil menunjuk ke arah keluarganya pengecualian dari perintahnya tersebut.
Cerberus mengangguk dan dengan cepat menyerang secara brutal ke setiap manusia yang ia temui, teriakan kesakitan bergema ke seluruh ruangan hingga darah dan anggota tubuh mereka berceceran dimana-mana. Suasana di dalam ruangan tersebut sangatlah mengerikan seperti mimpi buruk yang sangat mereka takuti.
Kaisar bahkan bergetar ketakutan di tempat duduknya, matanya melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
Arata tidak memperdulikannya, ia berjalan mendekati keluarganya.
"Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Arata khawatir. Ia pun melepaskan semua ikatan yang mengikat keluarganya dan memeluk orang tuanya.
"Maafkan aku karena datang terlambat ayah, ibu" Ucap Arata bersedih.
Tetapi orangtuanya hanya terdiam masih belum tersadar karena terkejut dengan apa yang Arata lakukan.
Arata kemudian melepaskan pelukannya dan mendekati kedua calon istrinya beserta orangtuanya, ia pun melepaskan ikatan mereka dan memeluk mereka.
"Apa kalian tidak apa-apa? ada luka? atau apa katakan saja kalau ada sesuatu yang terjadi pada kalian" Ucap Arata dengan cemas.
"T-tidak… Kami baik-baik saja" Ucap Lin Yu terbata-bata.
"Syukurlah! aku sangat mengkhawatirkan kalian saat tahu kediaman klan telah hancur" Ucap Arata memeluk erat mereka berdua.
"T-tapi Luo An, bagaimana bisa kamu tahu kami disini?" Tanya Lin Yu.
"Tentu saja aku tahu! karena siapa yang akan berani menyerang klan Luo selain kaisar babi itu!" Ucap Arata.
"Tidak apa-apa sudah aku percaya kamu pasti akan menyelamatkan kami" Ucap Lin Yu menenangkan Arata.
"Benar tenang saja kalian aman sekarang… Sisanya tinggal meratakan keaksaraan ini saja!" Ucap Arata menatap tajam ke arah kaisar yang ketakutan.
"An'er… Terimakasih telah menyelamatkan kami tetapi bisa jelaskan kepada kami itu apa?" Tanya ayahnya sambil menunjuk ke arah cerberus yang telah berlutut karena selesai membantai para prajurit yang ada.
"Oh itu? monster yang ku selamatkan saat berburu jadi dia memutuskan untuk menjadi hewan kontrak ku" Ucap Arata berbohong kepada mereka.
"Benar karena ia telah bersembunyi selama ini di suatu tempat dan ia telah hidup selama jutaan tahun lamanya" Ucap Arata.
Mereka pun mengangguk dan ibunya yang telah tersadar dari keterkejutannya memeluk Arata dengan erat.
"Terimakasih nak dan syukurlah kamu telah kembali" Ucapnya menangis.
Arata menghapus air mata Ibunya dan tersenyum, "Aku anakmu ibu jadi tidak perlu berterimakasih seharusnya aku yang berterimakasih kepada kalian" Ucap Arata.
Setelah adegan dramatis itu Arata Kembali ke mode kejamnya, ia menatap tajam kaisar sambil mengarahkan auranya untuk menekannya agar tidak bergerak.
"Hanya kau seorang kaisar sampai berani menyentuh keluargaku? sungguh aku akui keberanian mu tetapi ada balasan yang harus kau terima karena keberanian mu itu" Ucap Arata dengan dingin.
Keluarganya bahkan terkejut dengan sikap Arata yang sangat berbeda jauh seperti biasanya, setahu mereka Arata adalah anak yang lembut dan sopan tetapi saat ini sangat berkebalikan dari itu semua.
"Sayang apa benar itu anak kita?" Tanya Luo Nan tidak percaya.
"Itu anak kita benar! apa kau lupa? kita bikin dia itu sangat lama bahkan sampai 2 hari 3 malam suami bodoh!" Ucap Luo In memarahi suami nya itu.
'Hahhh pantas saja sikap kasarnya turunan dari ibunya' Pikir Luo Nan saat di marahi oleh istrinya.
"Apa yang kau pikirkan sampai bermuka seperti itu?" Tanya Luo In dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Tidak tidak istriku… Dia sangat mirip denganmu dan sikap tegasnya mirip denganku" Ucap Luo Nan panik.
"Jelas karena dia putraku" Ucap Luo In tersenyum bangga.
'Selamat! aku selamat!' Pikir Luo Nan sambil menghela nafas.
Kembali ke Arata yang saat ini menekan kaisar dan yang lainnya.
"Berhenti! jangan sombong karena berhasil membunuh para prajurit rendahan itu! sadar dirilah kau itu orang rendahan jangan bertindak angkuh seperti ke keluarga kekaisaran!" Ucap seorang pemuda menunjuk-nunjuk ke Arata.
Arata menatap pemuda tersebut dan tersenyum sinis.
"Keluarga kekaisaran? apakah itu sangat terhormat? bukankah selama ini kalian hanya berlindung di bawah ketiak klan besar lainnya seperti klan Luo kami?" Ucap Arata.
Urat-urat di wajah kaisar menegang saat mendengar perkataan Arata yang sangat merendahkannya itu.
"Haishh sudahlah aku tidak mau bermain kata dengan kalian…"
"Bagaimana kalau kamu mati saja?!" Ucap Arata menunjuk pemuda tadi.
DUARRRR… PLUK…PLUK…
Tubuh pemuda yang di tunjuk Arata tiba-tiba meledak dan setiap anggota tubuhnya berjatuhan berserakan dimana-mana.
"Anakku!! berani sekali kau membunuh anakku bocah sialan!!!" Teriak keras kaisar marah bercampur sedih saat melihat putranya mati di depannya dengan cara mengenaskan.
"Cerberus… Potong kedua kaki tangannya dan bawa ke hadapan ku!" Ucap Arata.
"Grrrr"
Cerberus mengangguk dan dengan cepat berlari ke arah kaisar.
"Arghhh lepaskan! lepaskan aku anjing kotor!" Teriak kaisar memberontak.
KRAKK…
"Argghgg…"
KRAKK…
"Arghhh…"
KRAKK…
"Arghhh…"
Empat kali suara tulang patah terdengar dan empat kali pula suara teriakan terdengar dari mulut kaisar saat kedua tangan dan kakinya di makan oleh cerberus.
Setelah itu cerberus membawa tubuh kaisar yang tanpa kaki dan tangan ke depan Arata.
__ADS_1
"Apa kamu mau mati?!" Ucap Arata dengan dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...