PERJALANAN SANG PENCIPTA

PERJALANAN SANG PENCIPTA
Sosok Kecil


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mendapati keluarganya kembali pulih membuat Arata lega sekali dan juga membuat Lin Yu, Lin Si kembali tersenyum cerah.


Walaupun begitu tetap saja Arata merasakan perasaan bersalah karena berkali-kali, ia gagal dalam melindungi keluarganya.


"Maaf ayah, ibu dan kalian semua karena aku selalu gagal dalam melindungi kalian" ucap Arata berlutut.


Kejadian tersebut membuat mereka semua terkejut, ayah dan ibunya Arata dengan rasa haru membantunya agar berdiri.


"Ini semua bukan salahmu nak! tetapi salah kami yang tidak melindungi diri sendiri…" ucap ayahnya.


Mereka semua sangat kecewa terhadap diri sendiri karena hanya menambah beban dan kecewa tidak bisa melindungi diri sendiri, apakah bergantung keselamatan terhadap Arata suatu kebahagiaan? tidak! mereka merasa sangat malu dan hina apabila seperti itu.


"Jangan menyalahkan diri sendiri nak! ini semua gara-gara kami lemah saja" ucap ayah mertuanya.


Mereka semua pun membantu agar Arata tidak terlalu menyalahkan dirinya.


Membutuhkan sedikit usaha dalam membujuk Arata agar bangkit berdiri dan tidak memendam rasa bersalah karena kejadian yang menimpa mereka.


"Tapi klan kita sudah hancur sekarang" ucap Arata.


"Itu.... Itu memang sangat di sayangkan dan juga ayah sedih kehilangan mereka, tetapi mau bagaimana lagi yang lalu biarlah berlalu untuk sekarang kita harus memulainya kembali dari awal" ucap ayahnya terlihat sangat sedih karena merasakan rasa kehilangan sangat mendalam akibat seluruh tetua dan muridnya yang ia kumpulkan selama ini telah tiada tanpa tersisa.


"Kalau begitu untuk mengingatkan kita dengan keberadaan mereka yang sebelumnya ada, bagaimana kalau hari itu kita jadikan hari libur nasional selamanya di kekaisaran ini?" ucap Arata.


Ayahnya pun setuju, memang harus di adakan suatu hari peringatan agar mereka semua yang ada di alam kematian tenang dan juga tidak terlupakan di dunia ini.


Arata pun mengadukan hal tersebut kepada kaisar sebagai ganti penebusan kelakuan buruk yang Arata terima sebelumnya.


Kaisar pun dengan senang hati melakukannya asalkan Arata melupakan kejadian sebelumnya.


Keesokan harinya pun kaisar dengan segera mengumumkan hal yang Arata bicarakan sebelumnya, ia mengumumkan ada suatu hari peringatan yang mengharuskan semua orang siapapun itu berdiam atau berlibur dari pekerjaannya selama 3 hari. Walaupun tanpa adanya alasan kenapa hari libur di adakan tetapi para warga tetap merasa senang karena dengan begitu mereka bisa berlibur selama 3 hari di rumah menghabiskan waktu bersama keluarganya.


Arata pun mendengar kabar tersebut langsung memberitahukan nya kepada ayahnya.

__ADS_1


Akan tercatat dalam sejarah selamanya karena pertama kalinya dalam dunia ini ada hari libur selama 3 hari yang sebelumnya tidak pernah ada dan penyebabnya adalah klan Luo sendiri tetapi tidak pernah ada yang tahu kenapa hari libur tersebut di adakan.


'Apa kita membangun kembali klan Luo di dunia ini? sekarang juga?' pikir Arata.


{Memangnya kenapa tuan?}


'Bukankah pasti ada dunia yang lain selain dunia ini? dan apa tidak bisa membawa keluarga ku ke dunia lain?' ucap Arata.


{Maaf untuk saat ini sistem belum bisa menjawabnya}


'Hahh aku tahu pasti akan seperti itu dan hal tersebut menambah keyakinan ku tentang adanya dunia lain'


{…}


Mendengar tidak ada jawaban dari sistem membuat Arata semakin bimbang, membangun kembali klan nya sekarang di dunia ini atau nanti saja di dunia lain?.


Akhirnya ia akan memutuskan nya nanti saja setelah ada kepastian tentang ada atau tidaknya dunia lain.


Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun berjalan dengan damai tanpa adanya masalah, keluarga yang hangat selalu menemani Arata membuat kehidupannya semakin sempurna.


Walaupun begitu tetap saja tidak ada yang namanya abadi dan sempurna di dunia ini. Kalau ada awal pasti ada akhir, ada kehidupan pasti ada kematian, ada yang indah pasti ada juga yang jelek, siklus alami yang akan di hadapi oleh semua mahkluk hidup tanpa terkecuali, mungkin hal tersebut berpengaruh hanya untuk saat ini karena tidak akan ada yang tahu seperti apa masa depan yang akan mereka jalani.


Hari yang akan menjadi titik awal dari awal atau akhirnya suatu kehidupan.


Hari yang bisa menjadi kebahagiaan dan juga kesedihan bagi yang mengalaminya.


Hari tersebut adalah hari kelahiran anak pertama Arata yang berada di perut Lin Si.


Hal tersebut tentu suatu kabar yang sangat membahagiakan di keluarga kecilnya Arata.


Mereka tidak sabar menanti suatu kehidupan yang akan datang di keluarga mereka.


Arata sendiri pun sangat senang karena tidak pernah menyangka akan adanya sosok ketiga di antara dia dan istrinya.


Saat-saat menegangkan terjadi setelah Lin Si merasakan rasa sakit yang sangat-sangat teramat sakit di perutnya dan hal tersebut menandakan bahwa sudah saatnya sosok mungil, lucu dan imut menemani mereka.

__ADS_1


Arata menyerahkan urusan itu kepada orang-orang yang sudah pernah menangani situasi melahirkan.


Sebut saja bidan untuk mereka yang menangani kelahiran Lin Si. Para bidan tersebut di utus oleh kaisar dengan sangat-sangat teliti dan merekalah yang terbaik untuk bertugas membantu Lin Si melahirkan.


Walaupun begitu tetap saja hati kecil Arata merasakan khawatir yang sangat mendalam. Ia takut ada suatu masalah yang tidak di inginkan dan dapat mengancam sang ibu Lin Si begitupun dengan sang anak.


Keluarganya membantu Arata agar sedikit tenang, Lin Yu juga memegang tangan Arata.


"Tenang sayang, semuanya pasti akan baik-baik saja" ucap Lin Yu.


"Tapi tetap saja aku tidak tahan mendengar rintihan kesakitan Lin Si" ucap Arata pelan.


"Setiap wanita juga akan mengalami seperti itu dan hal tersebut bukanlah suatu masalah bagi kami tetapi suatu kebahagiaan yang sangat di inginkan oleh kami" ucap Lin Yu.


Arata pun sedikit tenang, ia memeluk erat Lin Yu.


"Aku tidak mau kalian kesakitan, aku tidak sanggup mendengarnya" ucap Arata dengan pelan sambil masih memeluk erat Lin Yu.


"Tenanglah sayang, kalau kamu seperti ini mungkin Lin Si akan memarahi mu" ucap Lin Yu menepuk-nepuk pelan punggung Arata.


Arata hanya mengangguk dan berdoa agar semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang ia inginkan.


"Daripada kamu khawatir, lebih baik siapkan satu nama untuk anak tersebut" ucap Lin Yu.


Arata pun melepas pelukannya dan langsung berpikir keras nama apa yang cocok untuk anaknya.


Lin Yu tersenyum lembut saat melihat Arata yang sangat-sangat berdedikasi sebagai suami dan ayah, sungguh beruntung ia mendapatkan laki-laki seperti Arata.


"Namanya …"


"Oaa…oaaa…oaaa…"


Sebelum ucapan Arata selesai tiba-tiba terdengar suara tangisan yang sangat lembut dan hangat terdengar di dalam ruangan.


Hal tersebut membuat Arata sedikit meneteskan air matanya.

__ADS_1


"A-aku t-telah m-menjadi ayah?!" ucapnya terbata-bata dengan air mata mengalir di wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2