
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disaat para keluarga kerajaan membicarakan Arata, tokoh utama yang sedang di bicarakan oleh mereka saat ini sedang bersantai-santai di kamarnya dengan berbagai pikiran.
"Cihh pusing sekali kepalaku, lebih baik tanya saja langsung ke Yulia" ucap Arata.
Ia pun bangkit dari tempatnya dan pergi mencari keberadaan Yulia.
"Apa kalian tahu dimana Yulia?" tanya Arata ke orang-orang sekitarnya yang berlalu-lalang.
"Tuan putri sedang bersama Yang Mulia raja tuan" ucap seorang pelayan.
"Hemmm apa kamu bisa mengantarkan aku kesana?" ucap Arata.
"Ahh boleh tuan, silahkan ikuti saya" ucap pelayan tersebut kemudian membawa Arata ke suatu ruangan.
Tok…tok…tok…
"Yang Mulia, maaf mengganggu tetapi tuan Arata datang mencari tuan putri" ucap pelayan tersebut dengan sopan setelah mengetuk pintu di depannya.
"Oh baiklah, biarkan dia masuk" ucap raja di balik pintu.
"Baik Yang Mulia…" ucap pelayan tersebut kemudian membukakan pintunya dan mempersilahkan Arata agar masuk.
__ADS_1
Setelah Arata masuk, maka pintu ruangan di tutup kembali dan pelayan sebelumnya pun pergi melanjutkan pekerjaannya.
"Maaf mengganggu tetapi ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan dengan tuan putri" ucap Luo An dengan serius.
Raja dan ratu saling memandang, kemudian melirik Yulia yang sedang kebingungan.
"Aku? anda ada urusan denganku tuan?" tanya Yulia.
"Benar, apa aku boleh meminta waktu mu sebentar?" ucap Luo An.
"Tentu tidak masalah tuan… Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ayah, ibu" ucap Yulia berpamitan dan pergi keluar bersama Luo An.
Setelah mereka berdua keluar ruangan, raja dan ratu seperti sedang memikirkan sesuatu.
Setelah keluar dari ruangan, Luo An membawa Yulia ke belakang halaman kerajaan.
"Apa yang ingin anda bicarakan tuan?" tanya Yulia.
Luo An memandang Yulia terlebih dahulu, kemudian tersenyum kecil.
"Maaf kalau aku lancang, tetapi bisakah kamu membuka identitas aslimu- ahh tidak maksudnya identitas kalian semua?" ucap Luo An dengan tenang.
Mendengar pernyataan itu membuat Yulia terkejut setengah mati, ia tidak pernah menyangka Arata akan menyadari sesuatu yang tidak boleh di ketahui oleh siapapun di dunia ini.
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak mengerti maksud anda" ucap Yulia yang tiba-tiba berubah menjadi serius dan waspada.
"Tidak perlu khawatir, aku tidak akan berbuat hal-hal yang merugikan kalian"
"Aku hanya ingin tahu kebenarannya saja, karena sedari aku merasakan adanya sesuatu yang aneh dengan kalian"
"Istana air yang terisolasi dan para rakyat yang bisa hidup tentram tanpa terlibat dunia luar sangat-sangat tidak masuk akal"
"Jadi siapa kalian sebenarnya?" tanya Luo An.
"Maaf tuan, saya tidak mengerti apa yang anda maksud" ucap Yulia tetap mempertahankan kebenarannya.
"Hahhh… Memang tidak mudah seperti yang ku duga"
"Tapi kalau kalian tetap bersikeras menyembunyikan identitas diri kalian, maka tidak ada pilihan selain menjadikan kalian sebagai musuhku"
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu hal yang merepotkan kedepanya apabila pembicaraan ini tidak ada hasilnya" ucap Luo An mulai serius terlihat dari aura yang keluar dalam tubuhnya.
Dingin dan mencekam terasa di antara sekitar mereka, namun kekebalan Luo An lebih hebat daripada Yulia yang mulai gemetaran dan berkeringat dingin tidak mampu menahan tekanan aura dari Luo An.
"Cepatlah aku tidak ada waktu lagi… Pilih sebagai lawan atau kawan" ucap Arata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1