Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Shahzad Telah di Jodohkan


__ADS_3

Tangannya bercucuran darah segar. Teman kerja Shahzad membantu membalut dengan kain berusaha menghentikan keluarnya darah.


Bos kerja yang telah diberitahu oleh salah seorang staff nya langsung datang untuk melihat. Bos langsung menyuruh staff lainnya untuk segera bawa ke klinik terdekat karna terpotong mungkin perlu di jahit. Bos terlihat sangat khawatir. Maklum saja, Shahzad adalah salah satu staff kesayangannya. Kemanapun ia selalu membawa Shahzad, meeting, meet up client, bahkan hanya sekedar breakfast ataupun dinner. Mereka sering pergi bersama-sama. Bos yang setiap bulan ke luar negeri, Eropa, Asia, Australia bahkan Amerika, namun bos tidak pernah melupakan Shahzad. Ia selalu membawakan banyak buah tangan untuk Shahzad dari negeri yang ia kunjungi.


Ketika bos perusahaan berada di luar negeri, Shahzad lah yang dipercayakan oleh bos untuk mengurus para staff kerja, menyelesaikan dekorasi suatu event. Karir Shahzad di Malaysia sangat menjanjikan. Namun itu semua Nazulfa belum ketahui, Nazulfa hanya tau Shahzad adalah seorang pekerja konstruksi.


Hari ini adalah hari minggu, Nazulfa yang sudah beberapa hari demam pun sudah terasa pulih. Ia duduk di kursi dekat kolam ikan rumah tantenya.


"Kenapa ya aku merasa sepi..", ujar Nazulfa dalam hati


Nazulfa sebenarnya kangen seseorang yang selalu mengirimi ia emoticon "❤" , selalu bertanya sudah makan belum, masak apa, dll..


Saat ia termenung tiba-tiba ada satu panggilan nomor baru di whatsapp Nazulfa.


"Halo.. Assalamualaikum.." Nazulfa mengangkat panggilan di hp nya.


"Walaikumsalam..", sahut penelpon di seberang sana.


"Maaf dengan siapa ini? Saya tidak mengenal nomor ini?" tanya Nazulfa.


"Sister.. I'm Shahzad's friend.." penelpon perkenalkan diri, ia belum bisa bahasa melayu, namun paham maksud ketika kita bicara padanya.


"Okay, so why did you call me..?" tanya Nazulfa.


"I just want to inform you that Shahzad had an accident, he accidentally cut his finger gap.. so thats why i call you.." jelas Khalil teman terdekat Shahzad sekaligus adalah sepupunya.


Nazulfa yang terdiam mendengar berita itu langsung menutup panggilan dan menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya.


Tak bisa di pungkiri, hatinya berdebar dan merasa cemas. Ia bingung harus menceritakan pada siapa tentang perasaan khawatirnya ini.


Melihat sikap Nazulfa yang tidak biasa tante bertanya..

__ADS_1


"Nazulfa kenapa dari tadi ku perhatikan asik mondar mandir di depan kolam ikan?" tanya Si Tante.


"Tidak apa-apa tante, aku hanya sedikit risau.." jawab Nazulfa.


"Apa yang kamu risaukan sampai gak bisa diam begitu..?" tanya Si Tante lagi.


"Emmm itu tan.. Tidak apa-apa.." batal Nazulfa beritahu tante.


"Sudahlah katakan, kenapa seperti orang bingung.." tegas tante.


"Tapi gini tan, Shahzad kawanku yang Pakistan itu....." kata Nazulfa.


"Ouhhh... Iya.. Cowok bule mu itukan.." sindir Si Tante.


"Tu kan...., belum apa-apa udah di ledekin, malas ah mau cerita.." wajah Nazulfa masam menjawab sindiran Si Tante.


"Ya udah, kenapa dia..?" tanya tante kembali.


"Ya Allah... Kenapa bisa begitu...??" heran Si Tante.


"Aku juga gak tau tan.. Orang dia kerja konstruksi mungkin aja lah kena benda tajam.." kata Nazulfa mengutarakan pikirannya yang tidak tidak tahu pekerjaan asli Shahzad.


Di Malaysia..


Shahzad yang sudah kembali dari klinik dengan tangan terbalut perban pun duduk di kursi hall tempat mereka sedang dekor.


Naeem Shahzad nama abang dari Amir Shahzad, yang saat itu tengah bekerja menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Shahzad untuk melihat tangan adik kesayangannya.


Jauh di dalam hati Naeem sangat khawatir pada adik bungsu nya itu, mereka yang hanya berbeda usia 3 tahun sangat akrab dibanding saudara laki-lakinya yang lain.


Naeem adalah anak ke 8 dan Amir anak ke 9 laki-laki paling kecil. Keluarga dan teman-teman nya memanggil Amir, hanya Nazulfa seorang yang memanggil Shahzad.

__ADS_1


Sebenarnya Naeem heran kenapa wajah adiknya terlihat murung tidak seperti biasanya. Lalu ia pun datang pada Khalil dan menanyakan apakah adiknya memiliki masalah, namun Khalil hanya menggelengkan kepala menyatakan tidak tahu.


Naeem merasa kesal sebab Khalil menutupi hal apa yang membuat adiknya berubah sikap.


Melihat Naeem yang bingung, Khalil mendatanginya saat posisi Naeem jauh dari Shahzad lalu memberitahu Naeem.


"Aapke bhai mohabbat mei hai" ujar Khalil berbisik


(Adikmu sedang jatuh cinta)


"Kya.... Kis ko..?" Naeem merasa syok.


(Apa.... Pada siapa?)


"Indonesian larki hai.." jawab Khalil.


(Gadis indonesia)


"Larki yaha kya kar rahi hai" tanya Naeem.


(Kerja apa gadis itu disini)


"Mein nahi jantha.. Lakhin.. Larki Indonesia mei hai yaha nahi.." jawab Khalil.


(Aku tidak tahu, tapi gadis itu ada di Indonesia bukan disini)


Naeem yang telah mengetahui perihal adiknya itu pun ingin sedikit murka namun melihat keadaan adiknya yang terlihat tidak bahagia pun mengurungkan niatnya.


Bagaimana tidak murka karna ternyata "SHAHZAD TELAH DIJODOHKAN" orangtua mereka akan menikahkan Naeem dan Shahzad secara bersamaan.


Begitulah rencana keluarga di Pakistan..

__ADS_1


__ADS_2