Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Lanjut Pacaran apa Putus


__ADS_3

Di dalam pesawat Nazulfa tidak bisa memejamkan matanya. Ia terus memikirkan penyebab apa yang membuat Shahzad pergi meninggalkannya.


Sampai tak terasa ternyata pesawat telah landing. Ia pun keluar dan bergegas menuju pintu keluar.


Lalu ia memilih naik bus untuk pulang menuju rumahnya.


Sampai di rumah keluarga menyambutnya dengan gembira. Belum sempat membersihkan diri mereka sudah memburu oleh-oleh yang dibawa Nazulfa.


Semua buah tangan ini adalah pemberian Shahzad. Tak sepeser pun berasal dari uang Nazulfa. Shahzad sungguh royal untuk keluarga.


Malam pun sudah tiba. Namun Shahzad masih belum membalas pesan Nazulfa. Tampak dilayar hp kapan Shahzad melihat whatsapp nya.


Malam hari Nazulfa pun merasa sangat sepi, biasa akan ada seseorang yang betanya apakah dia sudah makan, apakah sudah sholat, dll.


Sampai pada akhirnya Nazulfa memutuskan untuk tidur. Ia pun tertidur pulas sekali sampai ia tak menyadari bahwa azan subuh telah berkumandang.


Hari ini ia bangun kesiangan. Ia pun bangun menuju kamar mandi. Membasuh wajah dan menggosok gigi.


Biasanya setelah bangun tidur ia akan segera mengecek hp nya, namun kali ini ia merasa malas.


Nazulfa mengabaikan handphone nya..


Setelah keluar dari kamar mandi ia pun langsung menuju dapur. Perutnya terasa lapar. Ia melihat ada lauk jengkol rendang kesukaannya.


"Waahhhhh...." mata Nazulfa berbinar.

__ADS_1


Hidung nya tak sanggup menahan aroma dari rendang jengkol. Ia pun langsung mengambil piring menyendok nasi panas.


Saat akan menyuap makanan ia pun terpikir untuk mengambil handphone nya.


Ia pun melangkah menuju kamar untuk mengambil hp nya dan membawanya ke dapur.


Sambil makan sambil main hp. Sungguh kebiasan buruk seorang Nazulfa.


Akan tetapi..., ia terperanjat saat melihat beberapa pesan dari Shahzad.


Isi pesan tersebut adalah...


"Assalamualaikum.."


"Sebenarnya saya tak sanggup menahan malu saat awak bagi kertas bertulisan Miss You.."


"Saya sangat malu, hingga tak sanggup memandang wajah awak.."


"Saya langsung naik taxi dan pulang ke rumah, lalu saya menenangkan hati saya namun saya pun tertidur kan memang saya juga merasa lelah"


"Sekali lagi saya minta maaf" ujar Shahzad melalui pesan suara.


Setelah mendengarkan pesan dari Shahzad Nazulfa pun semakin berselera makan.


Kini ia tahu bahwa tidak ada kelakuan nya yang salah, namun Shahzad lah yang sungguh polos.

__ADS_1


Hanya dengan kata "Rindu Kamu" ia langsung merona bahkan lari tanpa kata-kata.


"Beruntungnya aku dipertemukan pria seperti dirinya" pikir Nazulfa.


"Semoga ia adalah jodohku ya Allah..." doa Nazulfa.


Nazulfa pun membalas pesan dari Shahzad.


"Walaikumsalam Shahzad...."


"Okay tak pe, awak jangan risau saya dah memaafkan awak" ketik Nazulfa.


Semakin hari hubungan dan komunikasi mereka semakin intens. Sampai suatu hari tante Nazulfa mengatakan tidak setuju jika Nazulfa menjalin hubungan dengan pria asing.


Tante berkata bahwa pria asing tidak akan serius bersamamu. Mereka akan meninggalkanmu setelah mereka pulang ke negara asal mereka.


Sebab tante selalu mendengar berita dari teman-teman kantor, bahwa pria asing banyak setelah bosan hidup bersama mereka akan mencampakkan kita.


Nazulfa pun menjadi bimbang. Karna memang belum ada bukti bahwa Shahzad benar-benar mencintainya, bagaimana bisa mempercayainya.


Nazulfa tidak ingin dibilang halu oleh teman-teman. Nazulfa pun rasa ingin memastikan apa jaminan hubungan ini adalah serius.


Nazulfa menunggu waktu yang tepat untuk membahas masalah hubungannya bersama Shahzad.


Apakah Lanjut ataukah Putus ?!

__ADS_1


__ADS_2