Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Kepulangan Ibu dan Twins


__ADS_3

"Hari ini ibu sudah boleh pulang.., namun bayi ibu masih harus disini sampai kondisinya benar-benar siap berada diluar incubator dan tanpa alat pembantu.." jelas sang suster


"Ibu boleh mengunjungi setiap hari pagi dan sore jika ingin menyusui mereka.." ujar suster lagi.


Mereka pun bersiap-siap untuk pulang. Shahzad dan ibu nazulfa menyelesaikan semua administrasi dan mendapatkan surat izin pulang dari rumah sakit.


Sebelum pulang pasangan suami istri itu ke ruangan bayi untuk bertemu dengan bayi kbar mereka yang saat itu berada di dalam peti kaca terpisah namun berdampingan, kaki dan tangan dicucuk oleh jarum-jarum, serta mulut di masukkan seperti pipa.


Nazulfa meneteskan airmata melihat anaknya,rasanya ia tidak rela meninggalkan mereka pulang. Pulang ke rumah melihat kamar dan perlengkapan bayi yang telah disediakan namun tanpa tangisan bayi akan terasa hampa dan sunyi.


Shahzad meremas pundah istrinya lembut dan mengusap airmata nya.


"Mari kita pulang, setiap hari kita kesini untuk melihat nya, saya akan tetap disini sampai anak kita boleh dibawa pulang dan kondisi sudah stabil baru saya balek ke Malaysia" ucap shahzad menguatkan hati nazulfa.


Setiap hari mereka mengunjungi bayi mereka, tanpa rasa lelah mereka datang setiap pagi dan petang. Kini nazulfa tak perlu lagi bantuan kursi roda. Ia sudah mampu berjalan seperti biasa.


Dokter memanggil shahzad dan mengatakan hari ini salah satu dari bayi mereka bisa dibawa pulang. Mereka yang tidak membawa perlengkapan bayi seperti selimut dll pun meminta izin untuk sebentar saja membeli di babyshop terdekat. Tidak mungkin harus pulang dulu sebab rumah mereka 1jam an dari rumah sakit, belum jika harus terkena macet.


Setelah shahzad menandatangi surat izin pulang dan bayi mereka pun siap nazulfa menggendong bayi nya menuju lobby dan mobil pun datang.


Akhirnya mereka pun sedikit terhibur dengan adanya bayi di rumah, meskipun masih belum komplit namun in sudah menjadi pelipur lara mereka.


"Saif Ibrahim Shahzad & Saif Yusouf Shahzad"


Itulah nama kedua bayi kembar mereka. Nama itu diberikan nazulfa tanpa melihat wajah anaknya. Ia pun tidak tahu yang mana Ibrahim dan mana Yusouf. Saat itu sehabis operasi ia dibawa ke ruang pemulihan, saat sebelum shahzad menerobos masuk, suster datang dan bertanya nama bayi mereka.


Nazulfa hanya berkata..

__ADS_1


"Yang lahir di awal adalah Saif Ibrahim Shahzad dan yg kedua adalah Saif Yusouf Shahzad." begitulah yang di ucapkan nazulfa saat itu.


Dan ternyata bayi yang menangis kencang saat lahiran itu adalah si Ibrahim yang beratnya hanya 1,9kg namun lebih sehat dibandingkan Yusouf yang beratnya 2kg namun lemah tidak ada suara tangisan.


Memiliki bayi premature yang beratnya sangat dibawah standart berat bayi normal sangatlah harus berhati-hati dalam menjaganya. Bayi ini belum boleh mandi sampai beratnya mencapai 2,5kg dan ia harus tetap hangat. Begitulah kata bidan yang mereka panggil ke rumah untuk membantu membersihkan dan merawat bayi mereka.


Beberapa hari berlalu tanpa Yusouf bersama mereka, setiap hari nazulfa masih harus ke rumah sakit melihat adik si Ibrahim. Namun tiba suatu sore nazulfa mendapat panggilan dari pihak rumah sakit.


"Selamat sore ibu.." ucap seseorang disana


"Sore.." jawab nazulfa


"Kami dari pihak rumah sakit xx ingin menyampaikan, besok pagi bayi ibu bernama Saif Yusouf Shahzad sudah boleh pulang ya ibu.." ujar si penelpon


"Alhamdulillah..." ujar nazulfa


Keesokan harinya ia telah menggendong putra nya, adik si Ibrahim.


Yosouf terlihat lebih pendiam tidak seaktif Ibrahim. Ia tidak menangis dengan suara nyaring. Sesekali ia hanya melirik wajah nazulfa.


Sudah hampir satu bulan usia mereka. Namun berat badan mereka masih di bawah berat bayi baru lahir. Itu pun nazulfa dan suaminya sangat bersyukur atas nikmat yang Alalh berikan pada mereka.


Meskipun biaya perobatan sangat mahal hingga 100jt harus rela mereka keluarkan demi kesembuhan anak mereka. Itu semua tidak ada bandingnya dengan keselamatan kedua putra mereka.


Satu minggu kemudian bidan pun memandikan bayi kembar itu. Tampak keceriaan di wajah segar Ibrahi. Yusouf yang baru selesai mandi. Sudah bersihdan wangi membuat setiap anggota rumah ingin mencium mereka namun dokter telah mengingatkan agar jangan membiasakan terlalu banyak di cium. Tubuh bayi masih rentan terhadap penyakit.


Shahzad meminta ibu nazulfa untuk memberikan sedekah syukuran bayi mereka. Dengan memanggil anak-anak yatim ke rumah dan menyantuni mereka.

__ADS_1


Keluarga pakistan setiap hari bergantian video call shahzad hanya untuk melihat si kembar. Semua orang memilih salah satu idola mereka. Ada pendukung Ibrahim dan ada pula pendukung Yusouf.


Kini suasana dipenuhi dengan canda tawa jeluarga besar nazulfa maupun keluarga besar shahzad meskipun jarak jauh. Kebahagiaan yang tidak pernah ada sebelumnya kini menghiasi hari-hari mereka semenjak kedatangan bayi kembar putra penerus keluarga Mughal.


Yach.. Mereka tentunya mengikuti darah ayahnya yang berasal dari garis keturunan suku Mughal yang terkenal dengan kerajaan penakluk beberapa wilayah di India dan Pakistan bahkan ke negara-negara bagian lain sebelum kedatangan Inggris. Kisah kerajaan yang pernah dijadikan film berjudul "Jodha Akbar" dengan seorang Raja bernama "Jalaluddin Akbar" dari kekaisaran "Mughal Empire".


Menurut pemahaman orang di Pakistan bahwa keturunan mereka hanya akan dinikahkan dengan gadis bergaris keturunan sama. Namun tidak dengan baba twins yang menikahi gadis Indonesia. "Baba" adalah panggilan untuk seorang ayah dari bahasa urdu Pakistan.


Sejak dini nazulfa mengatakan pada shahzad, kelah jika anak mereka sudah dewasa jangan pernah kita menentukan jodoh mereka sebab kita sendiri menikah atas dasar cinta. Nazulfa tidak ingin anak-anak nya terjebak dalam perjodohan egois itu.


Shahzad hanya tersenyum mendengar pernyataan nazulfa yang menurutnya masih terlalu jauh sampai ke saat itu.


Shahzad dan nazulfa menggendong bayi mereka satu satu. setiap pagi bayi kembar itu duduk bersama orangtuanya di depan rumah untuk berjemur.


Makin hari Ibrahim dan Yusouf semakin aktive. Matanya sudah terbuka lebar dengan jelas. Memandang kesana sini dengan memutarkan kepala kekanan dan kekiri. Sungguh menggemaskan.


Wajah mereka sejak lahir dipenuhi bulu, terutama Ibrahim yang terlahir dengan rambut dan bulu yang lebat. Bulu-bulu bahkan sampai ke pungung nya, persis bayi Pakistan. Namun Yusouf tidak begitu banyak bulu, mungkin ia mengikut Indonesia.



Wajah asli si kembar. Bayi yang di sebelah kiri adalah Ibrahim dan yang kanan adalah Yusouf.


Bayi premature yang lemah atas izin Allah swt kini menjadi anak yang sangat aktive dan menggemaskan.


Hanya dalam waktu 3bulan mereka telah berubah menjadi bayi yang montok dan aktive. suara tangisan ketika mereka haus bersaut-sautan. Rumah ini terasa sangat ramai.


......"KARIR TERBAIK DAN PROFESI YANG TAKKAN PERNAH BERHENTI UNTUK BELAJAR ADALAH MENJADI SEORANG IBU"......

__ADS_1


__ADS_2