Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Airmata


__ADS_3

Setiap hari mereka menampilkan kemesraan. Pagi hari saat semua masih berada di dalam selimut sebab saat ini masih di penghujung musim dingin, sedangkan mereka telah memasak roti capati bersama di dapur.


Dengan rambut yang masih setengah kering terlihat wajah nazulfa yang berbinar. Dan senyum lebar shahzad tiap kali bercerita dengan nazulfa.


Waktu mereka hanya 2minggu lagi di Pakistan sebab shahzad telah membeli tiket PP. Masa ini mereka gunakan bersenang-senang bersama keluarga.


Wanita-wanita Pakistan sangat jarang sekali keluar rumah. Hidup mereka hanya bergelut dengan kehidupan di dalam lingkungan rumah dan keluarga.


Sedangkan nazulfa bukan dari bangsa itu hingga sangat merindukan suasana berkeliaran berjalan-jalan bebas seperti di Indonesia.


Shahzad yang telah lama di Malaysia sangat memahami kepribadian nazulfa, maka selama di Pakistan ia tidak pernah meninggalkan istrinya sendiri di rumah. Kemanapun ia selalu mengajak istrinya.


Keluarga Pakistan menjuluki nazulfa "jika tidak keluar satu minggu maka akan sakit". Sebab selama ini nazulfa selalu menjadikan alasan pergi ke dokter atau ke apotik membeli vitamin dll sebagai alasan untuk bisa berjalan-jalan.🤭


Shahzad juga sangat suka mengajak nazulfa makan "Kulfi" di pinggir jalan. Kulfi adalah makanan khas seperti ice cream. Bisa di tambahkan macam-macam topping, dan di sajikan di dalam mangkuk.


Istri shahzad bukan tipe wanita yang pelit, ia sangat royal kepada siapa saja. Tiap kali pergi keluar ia pasti membelikan sesuatu untuk dibawa pulang. Hal itu menjadi nilai plus bagi mertuanya maka ia pun bisa bebas kemana saja dengan syarat bersama muhrimnya.


Tanpa terasa sudah satu minggu berlalu..


Sebentar lagi mereka akan kembali ke Malaysia. Mertuanya mulai mengumpulkan oleh-oleh untuk dibawa nazulfa. Sudah biasa mertuanya selalu menyiapkan untuk diberikan kepada ibu ayah dan adik-adiknya bahkan tante dan keluarga biasa, juga kebagian.


"Tere jaane ka gam, Aur na aane ka gam, Phir zamaane ka gam, Kya kare?" adalah dering panggilan whatsapp shahzad.


"Morning bhai" ucap shahzad


"Morning mr.shahzad" jawab si penelpon


Ini adalah panggilan dari travel langganan mereka di Malaysia.

__ADS_1


"Saya nak bagi information bahwa penerbangan awak cancel, disebabkan Malaysia akan melaksanaknan Lockdown Pandemi Covid 19" ujar pihak travel.


"Jadi bila lockdown akan berakhir?" tanya shahzad.


"Kemungkinan sekitar 2bulan kedepan" jawab penelpon.


"Oke baiklah kalau begitu tiket saya macam mane?" tanya shahzad.


"Kami akan pindahkan jadwal penerbangan awak saat sudah buka" jelas pihak travel.


"Ok baiklah terima kasih sudah bagi kabar" ujar shahzad.


"Sama-sama"


Penerbangan mereka pun batal disebabkan saat ini dunia di gemparkan oleh virus mematikan. Virus Corona telah menyebar di seluruh pelosok dunia dan juga pakistan.


Selang beberapa hari dari batalnya penerbangan mereka, Pakistan juga melaksanakan sistem lockdown terhadap warganya.


Saat maghrib Ariba menemukan nazulfa gemetaran di dalam kamar. Saat itu shahzad tengah melaksanakan sholat maghrib di mesjid.


Ariba yang terkejut melihat nazulfa sangat pucat memnaggil ami ji dan seisi rumah pun datang ke kamar nazulfa.


Nazulfa sakit..


Badannya sangat dingin dan pucat. Ia bahkan sulit untuk bicara karna tulang dan sendinya terasa nyeri dan kaku.


Nazulfa meneteskan airmata. Namun tidak mengeluarkan suara sepatah pun. Semua orang menjadi panik. Abang ipar segera memanggil shahzad. Memberi kabar kepada soal keadaan nazulfa.


Shahzad pun langsung pulang dan memangku nazulfa. Nazulfa memberitahukan shahzad tentang apa yang sedang ia rasakan.

__ADS_1


Abang ipar langsung memanggil dokter ke rumah. Nazulfa di periksa oleh dokter di dampingi oleh suaminya.


Nazulfa mengalami demam biasa namun ada reaksi nyeri sendi dan tulang di sebabkan cuaca dingin.


Selepas meminum obat dan mendengar penjelasan dokter keluarga merasa tenang.


Dokter berpesan agar nazulfa banyak istirahat dan tidak terlalu banyak berpikir.


Efek dari lockdown dan batalnya penerbangan mereka untuk kembali membuat nazulfa sangat kecewa. Setiap hari ia memikirkan kapan semua musibah akan berakhir.


Tidak bisa kembali ke Malaysia sudah pasti suaminya tidak dapat bekerja.


Sudah 2bulan berlalu lockdown diperpanjang lagi sampai saat ini sudah 6bulan. Pihak travel pun telah mengajukan pengembalian uang tiket atau refund full untuk mereka.


Semakin lama keuangan semakin menipis. Kesabaran menghadapi cobaan pun semakin di uji. Emosi shahzad kini tidak stabil. Jika salah sedikit saja dalam berbicara ia sangat mudah marah.


Sudah hampir 1 tahun meraka terlockdown di Pakistan. Pekerjaan di Malaysia memang tidak melepasnya namun mereka tidak memiliki pemasukan.


Masalah ekonomi merupakan maslah paling serius di dalam rumahtangga. Di saat seperti ini lah Cinta akan di uji.


Tidak tahu kenapa sekarang shahzad menjadi pemarah. Terkadang ia membentak dan bicara kasar terhadap oranglain.


Nazulfa sangat sedih melihat perubahan suaminya. Namun seluruh keluarga meminta nazulfa untuk sabar sebab shahzad seperti ini dikarnakan tertekan oleh keadaan.


Sampai suatu ketika tanpa sadar suaminya melempar gelas di hadapan nya hanya karena salahpaham. Pecahan gelas melukai kaki nazulfa. Melihat darah di kaki nazulfa shahzad panik dan sangat menyesali perbuatannya.


Ia menggendong istrinya masuk kamar dan meletakkannya di atas tempat tidur king size mereka.


Nazulfa menangis tersedu-sedu. Airmata nya terus saja mengalir. Rasa sakit hatinya bagai di tusuk pisau belati. Shahzad memandang wajah istrinya pilu sambil membalut luka kaki nazulfa.

__ADS_1


Nazulfa sama sekali tidak menatap wajah suaminya. Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun kecuali airmata.


__ADS_2