
Pagi sekali Nazulfa telah berada di kantor dimana ia bekerja. Namun bukan untuk bekerja melainkan mengantarkan surat pengunduran diri. Nazulfa memutuskan berhenti bekerja dan memilih berangkat ke Malaysia untuk memperjelas masa depannya dengan pria asing itu.
Setelah urusan dikantor selesai Nazulfa langsung pulang ke rumah dan membereskan barang yang akan dibawanya esok.
Semua orang di rumah tampak acuh dan tak banyak bicara. Mungkin mereka sedikit kecewa dengan pilihan Nazulfa meninggalkan pekerjaannya.
Semua orang ingin memiliki kerja, akan tetapi Nazulfa malah memilih berhenti bekerja.
Sebenarnya Nazulfa menginginkan Shahzad yang datang ke Indonesia, namun apalah daya sangat sulit mendapatkan visa dengan status Shahzad sebagai pekerja di negara ketiga.
Nazulfa bersama tante pun kini telah tiba di KLIA2,, di depan pintu keluar sudah terlihat Shahzad bersama temannya menantikan mereka.
"Assalamualikum tante.." sapa Shahzad.
"Waalaikumsalam.." jawab tante.
Shahzad tak banyak bicara, mungkin malu pertama kali bertemu si tante.
"Nazulfa.. Apa kalian lapar..??" tanya Shahzad.
"Sedikit lapar tapi masih boleh tahan.." ujar Nazulfa.
"Kalau macam tu kita turun ke bawah ada tempat makan yang banyak pilihan menu, aunty bole pilih sesuai selera.." ujar Shahzad.
"Ok.. Jom.." sahut Nazulfa.
Setelah kenyang mereka pun beranjak pergi dan menuju pintu keluar tempat pemesanan taxi. Shahzad telah memesankan hotel di dekat KL Sentral.
Nazulfa dan aunty berada di hotel dan saat ini mereka istirahat sejenak. Sedangkan Shahzad setelah mengantar mereka check in langsung kembali ke pekerjaannya.
__ADS_1
Hari sudah petang, Nazulfa dan tante sudah siap mandi dan mereka berencana akan keluar makan sekalian jalan-jalan didekat sekitaran hotel.
Setelah puas berkeliling jalan kaki, mereka kembali ke hotel dan langsung terjun ke dunia bawah sadar alias tidur.
Keesokan harinya Nazulfa udah janjian sama Shahzad mau pergi ke lokasi kerja Shahzad.
Pukul 8 pagi shahzad udah nunggu di lobby hotel, Nazulfa bergegas turun ke bawah menemui Shahzad.
Sampai dibawah mereka bertutur sapa dan langsung menuju lokasi..
Nazulfa yang kebingungan kenapa Shahzad malah membawanya ke hotel 5* yang ada di pusat kota. Namun Nazulfa mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ia hanya mengikuti langkah kaki Shahzad kemana membawanya.
Di depan pintu Hall terdapat banyak orang sedang mendekor ruangan itu, tampak mewah dan megah sekali.
Nazulfa memberanikan diri untuk bertanya..
"Shahzad siapa yang akan pesta, kenapa kita disini??" tanya Nazulfa.
Ketika Shahzad akan menjawab datang salah seorang menyapa Shahzad..
"Bhai.." sambil melirik ke arah Nazulfa.
Shahzad tidak menjawab, Shahzad tak suka orang lain melihat Nazulfa seperti itu.
Kebetulan hari ini abang Shahzad tidak datang di sebabkan ia ada job yang lebih.
Tanpa basa basi Shahzad langsung mengajak Nazulfa masuk ke dalam lokasi yang sedang di dekor. Semua mata memandang pada mereka.
"Nazulfa.. Macam mane menurut awak.. Apakah suka tengok pekerjaan macam ini..?" tanya Shahzad.
__ADS_1
"Maksud awak apa..?" tanya Nazulfa.
"Maksud saya ya ini pekerjaan macam dekor ni apakah awak tak suka..??" tanya Shahzad lagi.
"Saya betul-betul tak paham maksud awak g.." ujar Nazulfa.
"Sebenarnya ini lah kerjaan saya, saya kerja di Office yang menangani urusan dekorasi suatu event" kata Shahzad menjelaskan.
"Mereka semua adalah pekerja saya yang datang dari Pakistan, mereka ikut dengan saya sebagai partimers dan digaji per jam, tidak hanya di perusahaan ini saja, saya juga mengirim para ahli dekor Pakistan di beberapa perusahaan dekor lainnya". diperjelas Shahzad.
"Waooo... Mashallah.." Nazulfa tidak banyak berkata apa-apa lagi, ia hanya takjut melihat hasil kerja para pendekor. Semuanya luar biasa indah. Sebab dekorasi perusahaan ni khusus VVIP class seperti Dato', Tan Sri, bahkan Perdana Mentri. Tidak hanya di Malaysia, mereka juga sering mendekor di Singapore dan Brunei.
Setelah mengetahui pekerjaan sebenarnya Shahzad, Nazulfa bernafas lega.
"Ternyata dia buka pekerja bangunan.." gumamnya dalam hati sambil tersenyum simpul.
Maklumlah...., namanya juga wanita pasti ingin hidup aman nyaman dan bahagia lahir batin. Bukan hanya ingin dicintai dengan tulus oleh seorang pria, semua wanita juga pasti ingin hidup terjamin secara ekonomi.
Gambar asli Shahzad saat dilokasi kerja..
Shahzad adalah tipe seorang pekerja keras, Ia tidak mengambil keuntungan sebab dipercaya oleh CEO. Apalagi bermalas-malasan ataupun korupsi waktu.
Dan meskipun para pekerja partimer adalah pekerjanya dia, dia yang mengatur siapa yang akan ia panggil kerja di suatu event, !ia tidak pernah melakukan hal tidak jujur soal gaji mereka.
Di lokasi saat bekerja ia mengerjakan semua kerjaan tanpa pandang berat atau ringan, itulah sebabnya saat kemarin celah jarinya sampai terpotong.
Itu lah sebab mengapa CEO dari perusahaan decor itu sangat menyayanginya dan menghargainya.
__ADS_1
Sungguh suatu keberuntungan bagi Nazulfa mengenal seorang pria yang tampan, sayang, dan pekerja keras.
"MIMPI APALAH DULU SI NAZULFA ITU " 🥰