
Selesai makan para tamu pun berpulangan. Ayah dan tante pun mulai mengantuk karna beberapa hari ini lelah mempersiapkan acara.
Shahzad dan khalil masih duduk di kursi makan. Mereka sangat suka udang sambal kentang buatan tante. Nazulfa pun turut duduk bersama mereka. Tertawa dan bercanda hingga tanpa terasa sudah pukul 3.00am waktu malaysia.
Sebenarnya sejak pukul 10.00pm Shahzad sudah mengajak Nazulfa untuk pulang ke kediamannya di Shah Alam, Selangor, Malaysia.
Namun Nazulfa menolak karna merasa malu pada orangtua nya dan juga tante. Ntar dikirain gak sabar mau malam pertama. Ouupss..
Akibatnya Shahzad yang gak bisa tidur pun tidak mengizinkan sepupunya pulang. Ia meminta Khalil untuk menginap disana dan temani dia karna tidak mungkin malam itu sekamar dengan Nazulfa.😅
Suasa hening sepertiga malam membuat mata Nazulfa sudah tak tertahankan lagi. Akhirnya ia pun memutuskan masuk ke kamar dan tidur bersama tante.
Lalu Shahzad dan khalil pun mencari lapak tidur di dekat ayah Nazulfa tidur.
"Allahu Akbar Allah......hu Akbar..."
Azan subuh berkumandang..
Ayah Nazulfa sudah melaksanakan sholat, Shahzad dan Khalil menyusul, lalu tante dan Nazulfa pun sholat.
Sehabis sholat tante memanaskan makanan untuk sarapan. Sayang banyak makanan tidak habis semalam.
Kami semua pun sarapan bersama. Sehabis sarapan Shahzad dan Khalil permisi pulang ke kediaman Shahzad untuk persiapan acara syukuran nikah Shahzad khusus untuk rekan kantor, anggota kerja dan partimers, dan teman Pakistan Shahzad.
Mereka telah menyewa peralatan masak. Namun yang memasak adalah teman-teman Shahzad dari Pakistan yang juga merupakan tetangganya di Pakistan namun juga bekerja di Malaysia.
__ADS_1
Nazulfa dan keluarga masih di rumah dinda. Pagi itu mereka packing barang-barang yang akan dibawa pulang. Shahzad telah menyewa satu mobil untuk mengantarkan mereka berkeliling.
Selesai semuanya mereka pun bersiap untuk pamit sebab malam ini akan menginap di rumah Shahzad, mengantarkan Nazulfa disana lalu esok hari nya mereka pulang ke Indonesia.
Supir membantu memasukkan koper keluarga Nazulfa ke bagasi mobil. Mereka pun melambaikan tangan pada Dinda tanda perpisahan.
Dari rumah Dinda di lokasi Puchong, Malaysia. Mereka menuju Putra Jaya. Mengunjungi Istana Negara dan Masjid Putra. Ayah Nazulfa pun menyempatkan diri sholat sunnat di mesjid itu. Tak lupa pula berfoto ria.
Dari Putra Jaya kembali menuju Kuala Lumpur. Mengunjungi Menara Malaysia. Lalu beberapa tempat perbelanjaan. Dan yang terakhir adalah KLCC. Mereka pun sibuk berkeliling di dalam mall membeli oleh-oleh. Tanpa terasa waktu sudah petang. Mereka keluar ke belakang mall menuju taman. Berfoto-foto memperlihatkan view Twins Tower. Dan mengistirahatkan kaki di tempat duduk sekitar taman. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Shahzad.
Supir kini bingung harus meletakkan dimana lagi barang bawakan keluarga Nazulfa. Mereka terlalu kalap dalam berbelanja.
Mobil melaju melewati jalan tol untuk menghindari kemacetan di sore hari. Hari sudah mau gelap. Sebentar lagi azan maghrib berkumandang.
Tante mengucap salam dan mengetuk pintu. Khalil dengan langkah besar langsung membukakan pintu. Dan membantu mengangkat barang.
Mereka di sambut hangat oleh Shahzad yang datang dari dapur. Ternyata semua masakan sudah ready. Nasi Briyani, Chicken Qorma, Salad sayur, dan Katles(seperti pergedel). Lengkap dengan dissert Salad buah, Keer dan Ice Cream.
Sehabis azan maghrib Khalil membentang karpet di ruang tamu. Acara mereka hanya duduk di bawah menikmati hidangan.
Nazulfa dan tante berada di kamar sudah ready. Shahzad tidak mengizinkan Nazulfa dan tante membantu. Sebab teman-teman Pakistan nya sudah berdatangan. Mereka sendiri yang akan mengatur hidangan.
Semua rekan kantor, pekerja, dan teman sudah berkumpul. Tinggal menunggu Bos besar. CEO dari perusahaan dekor tempat Shahzad bekerja. Yang memfasilitasinya di Malaysia.
"Assalamualikum.." ucap CEO menghadiri acara
__ADS_1
"Waalaikumsalam..." jawab semua yang ada di ruangan.
Shahzad langsung menghampiri bos dan mengajak bos duduk di paling depan bersebelahan dengan nya dan ayah Nazulfa.
CEO itu sangat ramah dan tidak sombong sama sekali. Ia langsung mengulurkan tangan pada ayah Nazulfa. Dan mereka saling bertutur sapa berkenalan. Ceo itu pun tiada sungkan duduk dibawah bersama semua orang yang tak lain adalah pekerjanya.
Sungguh mulia hatinya.. Semoga Bos dan keluarga selalu dalam lindungan Allah swt dan dilimpahkan Keberkahan di dunia dan akhirat. Amiiinnnn ya robbal alamin...
Semua orang sangat menikmati hidangan. Dalam sekejar ludesss. Dan pula memang orang Pakistan porsi makannya jauh lebih banyak dibanding kita orang Indonesia.
Setelah semua orang selesai menyantap hidangan, Shahzad memanggil Nazulfa dan tante ke ruangan tempat mereka duduk.
Shahzad ingin memperkenalkan istrinya pada bos dan rekan kerjanya. Acara ini memang khusus dibuatnya agar tak ada seorangpun yang akan salahpaham di kemudian hari, jika ia tinggal bersama Nazulfa di rumah itu atau pun jika bertemu di jalan ketika ia bersama Nazulfa.
Nazulfa pun duduk dan mengucap salam. Tak boleh banyak bicara pada para tamu sebab lelaki. Tante pun ikut serta duduk dan memberi salam pada semua orang yang ada disana.
Setelah beberapa saat Nazulfa dan tante kembali masuk kamar.. Acara pun selesai semua orang pamit pulang. Teman-teman Shahzad banyak memberikan hadiah pernikahan. Bos pun memberikan amplop berisi uang Rm**** kepada Shahzad sebagai hadiah pernikahan.
Malam ini malam terakhir keluarga Nazulfa di Malaysia. Esok pagi-pagi sekali mereka harus ke bandara sebab penerbangan mereka pukul 8.00am.
Mereka pun kembali lagi packing barang dan beranjak tidur..
Shahzad menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Sebab ia tahu malam ini masih belum bisa berduaan dengan Nazulfa.
Shahzad sendiri pun malam itu masih tidur dengan sepupunya dan ayah Nazulfa. Sedangkan Nazulfa tidur di kamar pengantin bersama tantenya.
__ADS_1