Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Walima


__ADS_3

"Mashallah.. bride so beautiful.." kata si perias pengantin kepada salah seorang ipar nazulfa yang berada di kamarnya.


Hari bahagia yang telah lama tersemat dalam doa tengah malam nazulfa. Memiliki keluarga yang sayang dan menerima dirinya. Semua doa nya selama ini telah terkabul.


Dahulu sebelum ia bertemu langsung ia tak tahu bagaimana keluarga suaminya, apakah mereka akan sayang atau hanya sekedar menghargai pilihan shahzad. Ia selalu gundah jika memikirkan hal itu, mengingat perjalanan cinta mereka yang sangat sulit dalam meminta restu orangtuanya. Sehingga nazulfa tak pernah putus mengirimkan doa di setiap selesai sholat, agar keluarga suaminya dapat merasakan cinta tulus nya meskipun belum berjumpa.


Dan hari ini semua doa-doa nya terjawab. Seluruh keluarga besar shahzad menyayanginya sepenuh hati. Semua itu dapat ia rasakan dengan melihat perhatian yang mereka berikan kepadanya.


Adik iparnya membantu nazulfa keluar dari kamar. Para tamu undangan sudah berkumpul di marriage hall. Shahzad sedari tadi pun telah berada di gedung tersebut. Jarak rumah mereka menuju marriage hall tak begitu jauh, hanya sekitar 7menit saja.


Di acara walima tak begitu banyak resam atau acara adatnya. Walima atau biasa di sebut ngundoh mantu jika di Indonesia, acaranya hanya sekedar bersanding, menjamu makan seluruh keluarga mempelai wanita dan Berfoto ria.


Nazulfa pun memasuki pintu hall. Berjalan perlahan menuju panggung pelaminan. Ia memakai Lehenga merah gaun ala Pakistan.



Penampilan tokoh asli saat di dandani ala Pakistan tahun jadul...🥰


Semua mata tertuju pada nazulfa. Gadis Indonesia yang di dandani bak ratu salimar. Wajah oriental mata kecil hidung pesek jarang sekali ada di Pakistan sehingga ketika nazulfa memasuki ruangan pesta semua orang berbisik-bisik. Antara memuji ataukah menghina, nazulfa tak mau memikirkannya. Yang jelas hari ini adalah hari paling bahagia untuk dirinya.


Acara di mulai dan para tamu pun menikmati makanan yang telah disediakan.


Nazulfa terus saja berfoto bersama seluruh keluarga besar shahzad secara bergantian. Semua orang mengucapkan kata "Mubarak" untuknya.


Namun di sela-sela acara, nazulfa merasa sangat lapaarrr...


Nazulfa merasa cacing di perutnya memberontak. Ia meminta seseorang untuk segera mengambilkannya makanan.


Nazulfa makan dengan lahap nya tanpa memikirkan lipstik nya akan berkurang cerah.

__ADS_1


Shahzad yang hanya melihat istrinya makan seperti kuli bangunan itu merasa heran. Tidak pernah ia melihat nazulfa selahap itu.


"Baby... what happen.. kenapa awak makan macam tu.." tanya shahzad


"Saya merasa lapar terus shahzad, sudah sejak kemarin, tapi bila saya makan beberapa sendok terus rasa mau muntah." ujar nazulfa


"Kenapa boleh macam tu baby... awak sakit ke..??" tanya shahzad khawatir


"Tak.. saya rasa tak de macam sakit pun..." jawab nazulfa santai sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Di saat keluarga asik bergantian berfoto bersama pasangan pengantin, nazulfa merasa mual.


Ia membisikkan pada nazulfa ingin ke toilet. Dan meminta adik ipar membantunya.


Shahzad memandangi istrinya penuh keheranan, sangat tidak biasa baginya melihat istrinya seperti itu.


Setelah acara pun selesai, para tamu telah kembali ke kediaman masing-masing. Shahzad dan keluarga besar juga kembali ke rumah. Nazulfa yang sudah merasa kelelahan langsung masuk kamar dan meminta bantuan shahzad melepaskan semua hiasan. Dan membantu membuka pakaian yang di penuhi payet batu yang berkilau hingga baju itu terasa sangat berat.


"Ya sudah..., awak rehat lah dulu... nanti malam kita masih ada acara lagi.." ujar shahzad senyum genit


"Acara apalagi beib... Bukan udah semua.., saya letih la baby..." ujar nazulfa manja


Selesai mandi.. Ami ji ibunya shahzad memanggil nazulfa. Ia meminta guriya adik ipar nazulfa mentranslate kan bahasa nya ke bahasa inggris agar nazulfa dapat mengerti..


"Kakak ipar.., ibu bilang malam ini kamu juga masih harus berpakaian bagus dan sedikit ber make-up.. jangan seperti biasa di rumah.." begitulah arti dari bahasa adik iparnya


"Lho.. kenapa harus begitu.." tanya nazulfa


"Jadi selama satu dua minggu kakak ipar harus memakai pakaian bagus dan perhiasan ketika di rumah sekalipun, ini adalah adat.." jelas guriya

__ADS_1


"Okay baiklah kalau begitu aku ganti baju dulu dan berdandan.." ujar nazulfa


Ia pun kembali masuk ke kamar dan memakai baju bagus yang telah disediakan keluarga serta sedikit memoles make up tipis di wajahnya.


Malam hari pun tiba..


Nazulfa sudah berada di kamar sejak tadi. Shahzad baru saja masuk kamar dan melemparkan senyuman kepada nazulfa


Ia membawa nazulfa duduk di atas temapt tidur dengan posisi berhadapan.


Shahzad memegang kedua pipi nazulfa lalu mengecup kening istrinya.


Tiba-tiba ia mengeluarkan box berbentuk panjang dari saku baju salwar qameez nya.


Box itu lalu di buka dan terlihat sebuah kalung dengan motif ukiran membuat nazulfa menutup mulutnya penuh kagum.


Shahzad lalu mengambil kalung tersebut lalu menyematkannya di leher putih nazulfa. Penuh kebahagiaan nazulfa langsung memeluk suaminya lama dan menatap wajah suaminya dalam-dalam.


Shahzad hanya tersenyum melihat betapa gembiranya sang istri.


"Sebenarnya ini adalah bagian dari culture kami, malam pertama pengantin pria harusnya memberikan hadiah kepada sang istri." Jelas shahzad


"Namun kita menikah di Malaysia dan tanpa acara besar, maka hadiah malam pertama awak saya bagi saat ini." ujar suaminya itu


"Baby... Ya Allah.. saya tak pernah menyangka akan sebahagia ini.. Saya sangat bersyukur memiliki suami dan keluarga yang sayang sama saya... Thank You Allah.." ucap nazulfa


Dan akhirnya mereka pun memulai lagi keromantisan malam pengantin yang kedua kalinya..🤭


__ADS_1


Kalung Pemberian Shahzad malam itu..


__ADS_2