Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Bertemu Kembali


__ADS_3

Sampailah saat yang di nantikan. Shahzad pun tiba di Lahore, Pakistan.


Nazulfa tidak ikut menjemput suaminya ke bandara. Ia di desa bersama anak-anak menunggu di rumah.


Masih banyak waktu untuk bersiap-siap menyanbut sang suami. Perjalanan dari Lahore menuju Sialkot desa mereka sekitar 3 jam an.


Nazulfa bergegas memandikan anak-anak dan memakaikan pakaian serta parfume baby.


Setelah itu ia pun juga mandi memakai scrub dan menggosok seluruh bagian tubuhnya. Tak lupa juga ia mencuci rambut panjangnya.


Selesai mandi nazulfa mengeringkan rambut memakai lotion dan bodymist. Memakai set hitam bermotif gold ala rajasthan. Ia menata rambut panjang lurusnya itu dengan sedikit menjepit sebagian rambutnya. Merias wajah natural dan tidak berlebihan. Warna nude menjadi pilihan warna lipstik nazulfa.


"Assalamualaikum..." terdengar suara tak asing.


Rombongan yang menjemput suami nya tercinta sudah tiba. Nazulfa bersembunyi di dapur mengintip dan mencari sosok yang ia rindukan.


Tampak terlihat shahzad yang memutar kepalanya kesana sini seperti mencari seseorang. Ia langsung masuk ke kamar ami ji sebab Ibrahim dan Yusouf berada disana. Menggendong anak-anak yang masih belum pandai bicara. Hanya senyuman yang mereka lontarkan kepada babanya.


Ariba ponakan perempuan pun langsung membawakan air untuk shahzad dan rombongan yang menjemput. Namun shahzad tak langsung minum ia malah meninggalkan ruangan itu.


Ia berkeliling rumah melihat-lihat kesana sini. Nazulfa yang sedang bersembunyi menatap suami nya diam-diam.


Si Pakistan semua orang menutup kepala mereka dengan Duppata yaitu selendang panjang. Sedangkan nazulfa, duppata nya hanya ia selempangkan di leher nya saja.

__ADS_1


Perlahan shahzad melangkah ke arah dapur. Jantung nazulfa pun berdetak lebih kencang. Terasa seperti saat awal mereka bertemu🤭.


Shahzad mulai melebarkan senyumnya. Ia telah dapat menemukan dimana istrinya. Terlihat dari jauh rambut yang paling panjang dan lurus itu tengah bersembunyi di balik kulkas.


Saat shahzad akan mengejutkan nazulfa pun membalikkan badannya. Mereka pun beradu pandang. Shahzad langsung memeluk nazulfa penuh kerinduan hingga badan kecil istrinya itu terangkat. Membelai rambut, mengelus kepala dan mengecup kening sang istri. Tanpa di sadari disana ada ibu mertua, abang ipar dan istrinya serta adik ipar melihat adegan 18+ mereka.


Semua orang menutup mulut dan perlahan tersenyum malu. Nazulfa baru menyadari dan ikut tersipu malu.


Kemesraan mereka membuat semua orang yang melihatnya menjadi iri. Mereka akan tahu betapa Shahzad dan Nazulfa saling mencintai.


Tak sabar menunggu malam. Shahzad terus saja lengket dengan istrinya. Ia terus saja berada di dekat nazulfa. Bau harum tubuh dan rambut nazulfa terus saja mengejek jiwa kelelakiannya.


Matahari yang perlahan tenggelam. Menggantikan sinar mentari menjadi rembulan. Semua anggota keluarga makan bersama malam ini. Selesai makan shahzad membuka koper oleh-oleh dan memberikan kepada setiap orang di dalam rumah.


Meletkkan anak-anak di kasur. Nazulfa pun pergi ke toilet membasuh tangan kasi mencuci muka dan menggossok gigi.


Nazulfa mengganti salwar qameez nya dengan piyama tidur lalu berdiri di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


"huuuuufff.." tiba-tiba terdengar dengusan di balik telinganya.


Sang suami telah memeluknya dari belakang dan menghirus wangi tubuhnya lalu meniup leher istrinya.


"I miss You.." ucap shahzad.

__ADS_1


"I miss You too.." ucap nazulfa.


Shahzad membalikkan tubuh nazulfa lalu memberikan sebuah ciuman di bibirnya. Mencium kening, kedua mata, hidung dan bibirnya.


Nazulfa kembali berbalik dan menyelesaikan sisir rambutnya. Shahzad memegang bahu istrinya, tanpa sengaja ia memegang kedua tulang antara bahu dan leher. Sungguh terlihat menonjol bahwa sekarang nazulfa sangat kurus.


Shahzad pun melanjutkan dengan memeriksa seluruh bagian tubuh istrinya. Lalu ia menatap wajah istrinya lama.


"Kenapa..????"


"Nazulfa kenapa..??"


"Apa nya kenapa baby..?" sahut nazulfa


"Kenapa bisa sekurus ini,, selama saya kenal awak tak pernah sekurus ini. Apa ada masalah selama saya tak ade." tanya shahzad


"Sudahlah.. jangan risaukan saya yang penting sekarang awak ada disini". ujar nazulfa


Mereka pun kembali berpelukan dan berlanjut hingga aktifitas panas di tempat tidur hingga akhirnya kelelahan dan terlentang sambil menatap langit-langit kamar. Nazulfa pun meletakkan kepalanya di atas lengan kekar suaminya. Sambil memeluk tubuh sang istri, shahzad pun berulang kali mengecup dahi nazulfa dan membelai rambutnya.


"Nazulfa.. saya janji sejak saat ini tak kan pernah tinggalkan awak sendiri di Pakistan" ucap shahzad.


Nazulfa hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum bahagia.🥰

__ADS_1


__ADS_2