
********
Plashback
Setelah nazulfa kehilangan pekerjaan di Bandara Juanda. Sangat sulit menemukan pekerjaan yang sesuai kriteria Nazulfa di kota Medan.
Sudah hampir 3bulan Nazulfa tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan Ia harus membayar cicilan motor honda yang baru saja ia ambil beberapa bulan lalu. Kini tabungannya juga sudah habis. Ia tidak mampu membayar semua tunggakan cicilan motornya.
Syukur temannya saat di Aero School membantunya menemukan job di perusahaan tour & travel. Alhasil Nazulfa bisa membayar cicilan motor walau belum mampu melunasi semua tunggakan.
Di kantor barunya Nazulfa begitu rajin bekerja sehingga dengan cepat ia memiliki peserta tour ke Malaysia. Ia pun mengurus semua keperluan tour termasuk membuat SPJ dan juga kerjasama dengan travel yang ada di negara yang akan dikunjungi.
************
Back to the present
Sepulangnya dari tour, Nazulfa yang telah mengenal dan berteman dengan pria Pakistan merasa hidupnya sedikit ada yang berubah.
Sebelumnya ia yg cuek dengan penampilan merasa ingin lebih merawat diri, karna setiap hari pasti ada yang video call.
Dalam kesusahan Nazulfa selalu memperlihatkan wajah senyum kepada Shahzad. Dalam video call Shahzad lebih berani bicara dibandingkan saat bertemu langsung.
__ADS_1
Wajah Shahzad yang tampan, matanya yang bening berwarna coklat hazel, hidungnya yang mancung, bibirnya tipis dan memiliki gigi yang rapi. Itu semua membuat Nazulfa selalu ingin memandangi wajah Shahzad yang mempesona.
Begitu pula Shahzad yang begitu semangat tiap kali video call Nazulfa, bahkan ia tidak melewatkan satu hari pun tanpa video call dengan Nazulfa.
Wajah Nazulfa yang Oriental khas wanita asia serta kulit yang kuning langsat tidak begitu putih namun sedap di pandang, Ia juga tidak terlalu tinggi. Tinggi 160cm dengan BB 53kg. Hal ini membuat Shahzad tidak bisa melupakan Nazulfa sejak pandangan pertama. Namun di karenakan ia tidak memiliki pengalaman dalam percintaan membuatnya kaku dan tabu untuk mendekati seorang gadis apalagi harus banyak bicara soal perasaan. Itu sangat sulit baginya.
Ya... Shahzad adalah pria yang belum pernah pacaran sebelumnya. Di Pakistan laki-laki tidak bisa berdekatan atau berteman dengan wanita. Hampir kebanyakan gadis Pakistani memakai cadar atau niqab saat keluar rumah dan selalu pergi dengan saudara laki-lakinya ataupun keluarganya. Tidak ada kesempatan untuk sekedar berteman antara pria dan wanita Pakistan. Itu juga yang membuat Shahzad tidak paham akan percintaan.
Nazulfa sudah pernah berpacaran sebelumnya dengan tentu paham gerak gerik Shahzad yang selalu ingin video call dan selalu chat Nazulfa siang malam.
Saat ini travel sepi hingga Nazulfa tidak punya uang masuk. Gaji pokok tidak lah cukup untuk biaya hidupnya dan cicilan.
Saat ini Nazulfa benar-benar dalam kesusahan.
Nazulfa merasa sangat kebingungan harus berbuat apa. Gaji dari bekerja di travel tidaklah sebesar saat di Airline.
Shahzad yang melihat wajah murung Nazulfa bertanya kenapa terlihat sedih dan tak bersemangat.
"Nazulfa... awak apa sebab muka sedih macam itu...?" tanya Shahzad.
"Apa saya ada buat salah sama awak..?"
__ADS_1
"Tak ada apa-apa.. Semua Oke.. Awak tak de buat salah sama saya.. Cuma saya tengah dalam kesusahan saat ini.. tapi saya tak boleh cerita dengan awak masalah pribadi saya.." jawab Nazulfa.
"Kalau boleh bagi tah saya.. mana tau saya boleh ringankan masalah awak.." kata Shahzad.
Nazulfa bingung antara ingin bercerita ataukah tidakš¤.
"Begini Shahzad.. dulu saya punya kerja oke dari saat ini. Dulu kerja di airport. Di salah satu maskapai penerbangan . Gaji lumayan dan banyak uang masuk. Tapi saya resign sebab ada pakcik kurang ajar suka kacau saya.." jelas Nazulfa.
"Lalu saya pun dapatlah kerja lagi Tour & Travel, itu lah semalam saya bawa orang jalan-jalan ke Malaysia Singapore" kata nazulfa.
"Namun saat ini saya tak bole bayar cicilan motor saya. Hingga pihak showroom bagi tau kalau saya tak bayar, mereka akan tarik motor saya.." ujar Nazulfa dengan wajah sedih.
Shahzad diam mendengar pengakuan Nazulfa. Lalu dia secara sadar mengatakan..
"Andai saya boleh bantu meringankan beban awak, apa awak bersedia menerima bantuan saya..?" ujar Shahzad.
"Saya ikhlas membantu awak......" kata Shahzad kembali.
Nazulfa yang kebingungan tidak tahu lagi mau mencari uang darimana, Ia pun langsung refleks meng iya kan tawaran dari shahzad.
"Aku sangat berterima kasih awak bersedia bantu saya, uang itu saya anggap hutang saya sama awak. Bila saya dah boleh simpan uang 5juta itu akan saya kembalikan", kata Nazulfa.
__ADS_1
Shahzad pun melunasi tunggakan cicilan motor Nazulfa akhirnya.
Nazulfa sangat berterima kasih pada Shahzad.