
Sebelum mereka kembali ke rumah orangtua shahzad di desa, semua orang hari ini akan pergi shopping berbelanja pakaian untuk acara walima shahzad dan nazulfa.
Mereka mengajak nazulfa ke sebuah butik yang berada di kota Lahore. Nazulfa tanpa banyak permintaan hanya mengatakan kalian boleh memilihkan baju mana yang cocok untuknya di acara itu.
"Api ji.. Do you like wear read colour?"
"of course.. why not.."jawab nazulfa
"actually here the red color is usually used when baraat, and when walima time wear others colour, but because i see you in Malaysia nikah time wear silver colour so here we want you wear read colour.." jelas guriya adik iparnya yang berbeda usia 4tahun saja darinya.
Ibu shahzad meminta guriya mendampingi nazulfa dan menyampaikan setiap permintaan keluarga. Karna perbedaan usia yang tak begitu jauh mereka malah seperti teman.
Semua orang sudah selesai shopping dan mereka pun kembali kerumah. Lalu keesokan harinya mereka pun on the way menuju rumah kelahiran shahzad, kampung halaman suaminya.
"Now.. We arrive home......." ucap guriya
Mereka pun keluar dari mobil dan semua orang di dalam rumah berkumpul menyambut nazulfa.
"Mashallah... mashallah... Welcome to our home" ujar salah satu istri abang ipar nazulfa
__ADS_1
Guriya pun langsung mengajak nazulfa menuju sebuah kamar, menunjukkan bahwa itu adalah kamar nazulfa dan shahzad.
Kamar yang tertata rapi dan sedikit di hiasi seperti kamar pengantin baru. Meskipun furniture bukanlah serba baru. Namun hati nazulfa sangat bahagia melihat penyambutan keluarga shahzad kepadanya.
"Tomorrow evening we will do function Mehendi Night. So api can rest now. Maybe you will tired for the next few days." ujar guriya
"Okay thank you guriya.." sahut nazulfa
Malam ini di meja makan semua orang menikmati hidangan sambil bersenda gurau. Nazulfa yang tak paham bahasa urdu hanya menjadi pendengar setia.
Satu persatu keluarga besar shahzad berdatangan berkumpul di rumah mereka. Rupanya sebelum kepulangan mereka ibu shahzad sudah langsung memberi kabar seluruh keluarga bahwa ia akan membuat acara sederhana penyambutan menantu baru dan sedikit acara ngundoh mantu.
Malam itu Sehabis maghrib nazulfa pun di persiapkan untuk acara mehendi night.
Acara mehendi ini tidak membutuhkan perias pengantin, karna acara ini kita hanya memakai pakaian simple. Nazulfa memakai dress berwarna kuning di lengkapi dengan gelang dan perhiasan satu set sesuai warna baju nya itu.
Sedangkan shahzad mengenakan salwar kameez berwarna navy dengan memakai shawl berwarna kuning di lehernya.
Nazulfa pun dibawa keluar dan duduk di kursi yang telah dipersiapkan.
__ADS_1
Begitu juga dengan shahzad, ia juga diperintahkan duduk di kursi yang sama.
Seharusnya acara ini di buat terpisah di rumah keluarga masing-masing. Namun dikarenakan nazulfa dan shahzad sudah menikah jadi mereka membuat acara menjadi satu. Lagi pula keluarga nazulfa tidak ada disana.
Di acara ini.., keluarga akan di panggil satu persatu untuk di persilahkan memberikan minyak di kepala, di gosok-gosok di rambut. Lalu mencolek kan hena di atas telapak tangan pengantin. Setelah itu menyuapkan barfi ke pengantin. Mereka sangat suka saat akan menyuapkan barfi ke dalam mulut pengantin, mereka malah menarik ulur sendok barfi sehingga menjadikan suasana yang lucu dan membuat tertawa. Setelah itu lalu mereka memutar-mutarkan uang di atas kepala pengantin lalu meletakkannya sebagai hadiah malam mehendi.
Satu persatu sampai selesai semua orang mengikuti ritual ini. Malam itu mereka sangat kelelahan, hampir pukul 1.00am malam acara barulah selesa
Para ponakan dalam acara mehndi night..
Mereka membawakan piring terbuat dari kertas dengan sebuah lilin di atasnya..
Memakai gelang warna warni dan berjalan beriringan menuju pengantin.
Dalam acara ini para gadis akan menari dan mereka juga menyanyikan syair dengan memukul gendang..
Namun di masa modern biasa mereka tidak lagi memukul gendang, mereka hanya memakai musik dengan sound sistem.
__ADS_1