
Sore pukul 5.00pm selesai mandi Nazulfa langsung memakai gaun pernikahan berwarna silver sesuai permintaan Shahzad.
Merias wajah dengan make up natural, memakai hijab simple dengan hiasan kepala. Tak lupa pula gaun itu dilengkapi selendang panjang ala Pakistan di tambah hena merah merona di jari dan telapak tangan Nazulfa.
Azan maghrib berkumandang..
Sehabis sholat, ayah pun sudah siap memakai baju teluk belanga melayu. Para tante pun tak mau kalah, mereka pun berdandan merias wajah dan mengenakan pakaian pesta.
Meskipun hanya acara sederhana namun mereka yang begitu bergembira seakan acara ini bagai pesta besar nan megah.
Tante terus candain Nazulfa dengan humor sedikit mengarah topik dewasa. Mereka terus membahas bagaimana rasa menikah dengan pria asing.
Setelah semua orang ready mereka pun keluar dari kamar tempat berhias. Para tamu yang di undangan sudah berdatangan.
Keluarga Nazulfa tidak mengizinkan ia keluar kamar sampai ijab qabul selesai. Nazulfa tidak boleh menemui Shahzad sampai Sah Halal.
Tuan khadi pun tiba. Ayah Nazulfa pun mempersilahkan masuk. 15menit lagi tepak pukul 8 namun belum ada tanda-tanda Shahzad maupun rekan nya yang tiba.
Keluarga mulai mempertanyakan pada Nazulfa sebab tuan khadi tidak bisa menunggu lama. Nazulfa pun mulai merasa resah apa yang terjadi pada Shahzad, mengapa belum juga tiba.
Tante meminta Nazulfa untuk menelpon Shahzad. Menanyakan keberadaannya. Tapi Shahzad tidak bisa di telepon. Nazulfa menjadi panik, sebab keluarga pun terus mendesaknya.
"Ya Allah.. ada apa denganmu Shahzad.." gumam Nazulfa dalam hati.
__ADS_1
Kini Nazulfa hanya mondar mandir di dalam kamar. Ia terus mencoba menelpon Shahzad namun masih tetap tidak aktif.
Keringat pun bercucuran di dahi Nazulfa, badan nya menjadi terasa panas. Padahal dia berada di dalam ruangan ber AC.
Rasanya ingin menangis. Jantungnya berdetak kencang seperti tak dapat lagi ia tahan. Dinda berusaha menenangkan hatinya. Memberinya segelas air dan menyuruh untuk duduk.
Tante berusaha mengatakan pada tuan khadi untuk sedikit lagi bersabar. Mungkin di perjalanan sedang macet. Maklum saja rumah Shahzad jauh dari rumah dinda.
Para tamu juga ikut berbisik kenapa bisa pengantin nya terlambat.
Nazulfa teringat ia pernah di whatsapp Khalil sepupu Shahzad beberapa bulan lalu. Ia sempat menyimpan nomor itu.
Akhirnya setelah di cari-cari ketemu juga whatsapp Khalil. Ia langsung kirim "tes" untuk mengecek apakah kontak itu masih atau tidak.
"Assalamualikum.." ucap Nazulfa tergesa-gesa.
"Waalaikumsalam.." sahut Khalil.
"Boleh saya tanya apa awak tahu Shahzad ada dimana..?" tanya Nazulfa.
"Shahzad kan hari ini ada disana nikah, tadi sebelum maghrib dia call saya tanya saya pukul berapa datang, tapi sebab saya ada ot sikit mungkin saya lambat sampai.." jelas Khalil.
"Tapi dia belum sampai lagi la Khalil.. orang yang bagi kawin nak cepat balek.." ujar Nazulfa.
__ADS_1
"Cube awak call shahzad pakai jangan guna whatsapp, guna top up.." suruh Khalil.
"Maaf Nazulfa, saya tengah kerja.. nanti sambung balek.." ucap Khalil.
"Ok ok.., tak pe terima kasih.." ujar Nazulfa.
Nazulfa pun langsung menelpon Shahzad menggunakan hp dinda, karna hp Nazulfa tidak ada pulsa. Dia di Malaysia cuma isi paket saja.
"tiiitttt.. tiiittt.. tittt.." Nazulfa tengah menelpon.
"Assalamualikum.." jawab Shahzad.
"Shahzad...." panggil Nazulfa lemas.
"Ya.. Awak ke ni Nazulfa.." tanya Shahzad heran sebab bukan nomor kontak Nazulfa.
"Awak kemana.. Kenapa belum sampai.. Semua orang sudah tunggu.. Khadi pun dah nak balek.. Saya whatsapp awak tak boleh.." ujar Nazulfa dengan nada pelan.
"Sekejab.. Sekejab.. Sikit lagi sampai.. Trafic jem.. Maaf saya tadi lupa bagi on data,, sebab tadi petang saya call kampung lepas tu terus siap-siap" jelas Shahzad.
Akhirnya Nazulfa pun merasa lega.. Dan dinda langsung keluar menyampaikan pada tante untuk mengatakan pada tuan khadi agar sedikit lagi bersabar. Sebab jalan macet sehingga Shahzad terlambat.
Kini Nazulfa bisa kembali tersenyum dan menghela nafas dalam-dalam. Ia menenangkan diri sejenak. Memperbaiki riasan yang tadi sudah dipenuhi keringat. Ia berusaha menata senyum di depan cermin, sembari berdoa kepada Allah supaya acara pernikahannya diberikan kelancaran.
__ADS_1