Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Pertemuan 2


__ADS_3

Hari ini nazulfa bersiap menuju bandara Kualanamu. Ia pergi dengan airport suttle bus ALS jalur gagak hitam Medan. Sesampainya ia di bandara Nazulfa langsung menuju check in counter dan bergegas menuju gate.


Tiket PP yang dibelinya hanya untuk 3hari saja. Hari ini berangkat esok bertemu Shahzad dan lusa ia kembali ke Indonesia.


Nazulfa tidak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama. Cuti kerja hanya 3hari. Itu pun di potong gaji😔.


Pesawat telah landing. Nazulfa langsung menuju loket imigrasi. Alhamdulillah semua berjalan mulus sebab ia memiliki tiket PP dan dengan durasi stay yang cukup singkat, hanya 3hari.


Nazulfa mengaktifkan hp ny. Pesan whatsapp dari Shahzada mulai bermunculan. Shahzad tahu kalau pesawat yang Nazulfa tumpangi telah mendarat karena ia melihat di platform jadwal kedatangan.


"Awak dah dimana?" tanya Shahzad.


"Saya tengah tunggu awak kat pintu keluar.." beritahu Shahzad pada Nazulfa


"Saya tengah menuju kesana" jawab Nazulfa.


Dan saat telah di depan pintu keluar Shahzad yang memakai tshirt putih dengan celana joger simple melambaikan tangan. Sungguh begitu tampan.


Nazulfa terkesima melihat senyuman yang Shahzad lontarkan padanya.


"Hari ini dia begitu berbeda dari pertemuan pertama.." gumam Nazulfa dalam hati.


Nazulfa segera menghampiri Shahzad. Namun Shahzad masih seperti biasa, masih kaku. Tiada bersalaman apalagi berpelukan.


Shahzad hanya langsung membawa koper Nazulfa lalu berjalan perlahan. Tidak terlalu banyak bicara. Mungkin ia memang tipe lelaki pemalu.


"Nazulfa... Apa awak rasa lapar?" tanya Shahzad.


"Ya.. Sebenarnya saya sedikit rasa lapar sebab dalam penerbangan saya tak dapat makan.." kata Nazulfa.

__ADS_1


Maklum naik pesawat murah semua harus beli🤭.


Mendengar Nazulfa yang merasa lapar, ia langsung membawanya menuju restoran yang ada di dalam airport.


Nazulfa pun langsung menyantap makanan. Karna cacing perutnya yang sudah memberontak tak tertahankan lagi.


Setelah selesai makan mereka pun langsung menuju tempat pemesanan taxi. Lalu ia mengantar Nazulfa ke rumah teman nya Dinda. Sampai di rumah Dinda, Nazulfa pun mengenalkan Shahzad pada Dinda dan juga suaminya.


Shahzad langsung berpamitan pulang. Karna masih ada hari esok waktu untuk bertemu lagi.


Ke esokan harinya..


Nazulfa sudah ready dan menunggu Shahzad menjemputnya. Di karena rumah Dinda yang sedikit masuk ke dalam membuat Nazulfa harus berjalan keluar untuk sampai ke tempat menunggu bus maupun taxi.


Shahzad pun tiba. Ia memakai kemeja lengan panjang putih bercorak kecil dengan jeans dan juga memakai sepatu sport putih.


Kami pun berangkat menuju Berjaya Times Square. Shahzad membelikan Nazulfa beberapa barang dengan alasan untuk oleh-oleh.


Setelah lelah berkeliling shoping mall, Shahzad mengajak Nazulfa makan di Restoran Pakistan yang ada di Chowkit yaitu Mehran Restoran.


Setelah dari Chowkit mereka pergi lagi ke taman yang berada di dekat Twins Tower.


Di taman mereka mengabadi foto bersama tengah duduk di kursi kayu dengan bantuan seseorang.


Dan saat matahari mulai terbenam. Nazulfa akan pulang. Tak terasa seharian sudah berkeliling bersama Shahzad.


"Shahzad mari kita pulang.." pinta Nazulfa


"Hari sudah mulai malam, saya tak sedap hati pada dinda" kata Nazulfa.

__ADS_1


"Ok baiklah.." ujar Shahzad


"saya akan hantarkan awak balik" katanya


"Tapi......, boleh ke awak tunggu sekejab...?! pinta Shahzad.


"Ada hal yang ingin saya sampaikan pada awak Nazulfa..." ujar Shahzad


"Oo.. ya, oke baiklah.. apa itu Shahzad..?" ujar Nazulfa sambil bertanya.


"Bolehkah hubungan kite lebih serous..?" pinta Shahzad.


"Saya janji saya jaga awak, saya inginkan awak jadi pendamping hidup saya.." ucap Shahzad seperti sebuah permintaan.


Terlihat wajah Shahzad menjadi merona saat mengungkapkan perasaan itu. Nazulfa yang bengong dan syok bagaikan mimpi berada dalam moment seperti saat ini.


"Ya Allah..... Bagaimana bisa dia jatuh cinta padaku dan ingin hidup bersamaku... Apakah ini cuma mimpi...?" dalam benak Nazulfa.


Ingin rasa hati Nazulfa melompat-lombat karna kegirangan, hatinya dipenuhi bunga-bunga bermekaran. Ia tidak habis pikir lelaki yang tampan ini menyatakan cinta di taman Twins Tower. Dan saat itu pula lampu-lampu KLCC mulai memancarkan sinarnya, air mancur di kolam taman pun mulai menari.


Mereka pun mulai bergandengan berjalan pulang. Hati mulai terasa sedih karna esok akan berpisah.


"Nazulfa... Jagalah dirimu dan hatimu baik-baik disana untuk saya.." pinta Shahzad.


"Inshallah.. Aku akan menjaga perasaan ini Shahzad.. Tapi bagaimana dengan keluarga kita?? Apakah mereka akan menyetujui..??" tanya Nazulfa.


Jangan khawatir masalah itu biar saya yang urus, Awak pulanglah ke Indonesia baik-baik dan sampaikan salam saya untuk keluarga disana, katakan bahwa saya akan datang untuk melamar awak..".


Sungguh Singkat.. Hanya 3bulan berkenalan pria asing itu langsung menyatakan cinta dan serius ingin melamar Nazulfa. Mashallah atas izin Allah swt🥰.

__ADS_1


__ADS_2