
Hari ini Nazulfa sangat sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk pergi besok.
Pukul 8.30 malam waktu Malaysia pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur telah tiba. Nazulfa dan peserta tour kini telah berada di dalam bus jemputan khusus travel menuju penginapan.
"Huuufht....,hari yang melelahkan".. gumam Nazulfa dalam hati.
Belum sempat membersihkan tubuh ia sudah terbaring di atas tempat tidur. Matanya seakan mau terpejam karna dilanda ngantuk yang tidak tertahankan.
Keesokan hari semua peserta tour telah sarapan di restoran hotel. Setelah sarapan mereka langsung berangkat memulai petualangan di Negara Twins Tower.
Tak terasa sudah seharian mereka berkeliling kota KL. Setelah maghrib mereka memutuskan makan di Restoran Nasi Kandar yang sangat famous di Malaysia.
Di sebelah meja ada beberapa orang pria asing yang begitu tampan. Terlihat berpakaian simple namun tubuh mereka tinggi dan berhidung mancung. Namun di antara mereka ada seorang yang tak begitu tinggi di bandingkan para pria lainnya. Nazulfa melihat ke arah pria tersebut, namun pria itu terlihat kurang nyaman karna teman-teman Nazulfa yang terlalu ribut memilih makanan. Maklum tadi lupa makan karna terlalu bersemangat jalan-jalan.
Salah seorang dari pria asing itu sangat berani dan mengajak berkenalan kepada salah seorang peserta tour.
"Hai.. Assalamualaikum.." sapa salah seorang dari peria asing.
"Walaikumsalam.." kata Sinta salah satu peserta tour.
__ADS_1
"Where are you from?" kata pria tersebut.
"I am from Indonesia..and you?" jawab Sinta.
"Mashallah.., I am from Pakistan.." jawab pria asing.
Percakapan mereka pun mulai intens dan saling bertukar whatsapp. Nazulfa hanya duduk menikmati makanannya tidak terlalu peduli. Selagi masih di dalam kawasan setiap orang bebas melakukan apa saja. Asalkan tidak berada diluar jangkauan pemandu tour.
Disini lah awal mula perkenalan Nazulfa dengan Shahzad. Karna Shahzad yang pemalu tidak berani bicara secara langsung seperti teman-temannya yang meminta nomor whatsapp.
Shahzad hanya meminta temannya menyampaikan pada Sinta untuk meminta nomor whatsapp Nazulfa. Nazulfa berpikir tidak ingin memberikan contact whatsapp nya namun karna tau Shahzad adalah pria yang ia kagumi saat di resto, akhirnya ia pun memberikan.
Saat sore hari kedua Shahzad mengirim pesan melalui whatsapp.
"Hi..Assalamualaikum.." chat Shahzad
"Waalaikumsalam.." jawab Nazulfa
"Apa kabar..??" tanya Shahzad kembali
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat..." jawab Nazulfa singkat
Lalu Shahzad mengirim pesan suara.
"Esok kalau boleh saya nak jumpa awak.."😊
Nazulfa yang syok pun mendadak migren, kebingungan harus balas apa😅
"Esok hari terakhir saya disini, lusa kita semua dah pergi Singapore".
"Ouu.. Ok kalau awak sibuk tak pe.. maaf jika saya ganggu aktivi awak.. terima kasih dah reply". ujar Shahzad
"Begini.. esok kita akan shoping di KLCC kalau awak nak jumpa boleh kat sane.." tawar Ngazulfa
Keesokan harinya Nazulfa dan teman-teman asik shoping memilih untuk oleh-oleh.
Nazulfa selalu membuka hp karna menantikan pesan dari orang yang berjanji menemuinya hari ini. Namun orang tersebut belum juga mengirimi pesan. Nazulfa berpikir lebih baik kembali ke hotel, lagipula pria itu bukanlah hal yang penting. Kenal saja tidak, pikir nya dalam hati. Dan juga hotel mereka tidak jauh dari Twins Tower, hanya beberapa menit saja.
Nazulfa yang keberatan membawa barang belanjaannya pun bergegas balik ke hotel mengikuti teman-temannya. Tangannya telah penuh oleh paperbag box sepatu Vincci. Semua itu adalah oleh-oleh untuk keluarga di Medan.
__ADS_1