Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Kerinduan Shahzad


__ADS_3

Dengan adanya bantuan yang diberikan Shahzad, membuat Nazulfa tidak bisa menolak setiap panggilan whatsapp darinya. Shahzad semakin hari semakin dekat dengan Nazulfa. Hubungan pertemanan yang di anggap Nazulfa namun tidak dengan Shahzad, ia telah berpikir Nazulfa adalah kekasih hatinya yang akan selalu ia jaga dan lindungi meskipun mereka hidup berjauhan tidak pernah bertatap muka.


Hari demi hari mereka lalui dengan canda tawa disetiap kali video call. Tidak ada perbincangan soal perasaan, rasa nyaman bagai memiliki seorang sahabat.


Sampai suatu malam, perbincangan serius terjadi.


"Nazulfa....."


"Ya Shahzad..."


"Bolehkah saya meminta sesuatu padamu..?" tanya Shahzad.


"Awak nampak serious, ada apa..?" jawab Nazulfa sambil bercanda.


"Datanglah ke Malaysia..🙏"


Shahzad seperti memohon.


"Maaf Shahzad, sudah 3bulan ini belum ada group tour ke Malaysia. Bagaimana saya kesana, saya tidak memiliki uang cukup". Jawab Nazulfa.

__ADS_1


"Awak jangan risaukan masalah uang, saya akan mengirimi awak uang untuk membeli tiket. Datanglah dengan seorang teman". Sahut Shahzad.


Shahzad yang sudah tidak sanggup menahan rindu, ingin segera bertemu dengan Nazulfa. Ia sudah menyimpan perasaan cintanya sejak pertemuan 3bulan lalu.


Setiap malam Shahzad selalu berdoa untuk wanita yang ia cintai itu.


Memohon pada Yang Maha Kuasa agar mereka berjodoh.


Disisi lain, Nazulfa yang tidak peka dengan perasaan Shahzad, kegirangan karna mendapat tiket gratis dan uang saku untuk jalan-jalan lagi ke Malaysia.


Nazulfa pun menelfon temannya Dinda yang telah menikah di Malaysia untuk meminta bantuan tempat tinggal selama ia disana. Nazulfa juga minta Dinda untuk menemaninya saat bertemu dengan pria asing itu.


Hingga ia mendapat tawaran melanjutkan kuliah di UI. Tapi karna ketiadaan biaya ia mengurungkan niat kuliah di UI dan mamilih Akademi Penerbangan agar cepat bekerja.


Orangtua Nazulfa pun mudah memberikan izin untuk pergi ke Malaysia bukan tak sayang anak tapi Nazulfa sebelumnya sudah keliling Indonesia dari pekerjaannya di dunia penerbangan menjadikan Nazulfa sangat mandiri dan bisa dipercaya. Itulah kenapa ayah dan ibu nya selalu support Nazulfa selagi hal positif.


Di negeri jiran, Shahzad yang tengah melamunkan hari esok saat bertemu Nazulfa tersenyum senyum sendiri, lalu ia di kagetkan oleh temannya.


"Hai... (Shahzad syok) lamunannya buyar seketika.."

__ADS_1


"Kya kar rehi ho ji....?" tanya Khalil best friend Shahzad.


Yang artinya "Lagi ngapain bro..?" kira kira begitu..


"Kuch bhi nahi.." sahut Shahzad.


"Enggak ada apa apa.." jawabnya.


Sudah terlihat keanehan pada Shahzad yang membuat temannya itu bertanya ada apa dengan sahabat karibnya itu.


Shahzad sering terlihat cengar cengir sendiri tanpa sebab bahkan ketika melihat handphone nya sendiripun ia bisa merona.


Benar benar sudah gila, pikir Khalil dalam hati.


Ternyata selama berkomunikasi dengan Nazulfa ia tidak pernah di depan temannya, ia selalu vc saat sendiri di rumah atau ia mengunci kamarnya.


Ia tidak ingin memberi tahu sahabatnya tentang Nazulfa sebelum hubungan ini menjadi sebuah ikatan yang pasti.


Di pertemuan ini Shahzad ingin menyatakan perasaannya pada Nazulfa.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2