Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Pertemuan


__ADS_3

Teman-teman Nazulfa masih asik melihat-lihat tidak ingin di ajak pulang.


Saat akan beranjak kembali ke hotel..


"Uuhhh jariku sakit sekali.." gumam Nazulfa dalam hati.


Saat ini mereka sedang berada di lantai 3 mall. Tiba-tiba hp Nazulfa berdering. Ia mengeluarkan hp dari bag dan melihat ternyata panggilan whatsapp dari Shahzad.


"Assalamualaikum.." suara pria asing diseberang sana, siapa lagi kalau bukan Shahzad.


"hmmm.., walaaikumsalam.." sahut Nazulfa


"Maaf saya lama bagi kabar" kata Shahzad.


"Awak kat mane sekarang..??"


"Aku masih di KLCC mall.." jawab Nazulfa jutek.


Dia bahkan tidak bertanya apakah ingin bertemu atau tidak. Dia sudah bosan menunggu pesan dari Shahzad.


"Kalau macam tu saya dah disini.." kata Shahzad menjawab.


"Awak dimana nya..?" tanya Nazulfa kepo


"Ini saya ada di Lantai dasar.." jawab Shahzad.


Nazulfa yang ada di lantai 3 langsung menoleh kebawah mencari sosok pria yang ingin ia temui hari ini.


"Saya di lantai 3.., Coba lihatlah ke atas..." kata Nazulfa.


Shahzad pun menoleh ke atas. Dan Nazulfa pun melambaikan tangannya ke arah Shahzad.


Ia tersenyum dan memberikan kode agar Nazulfa segera turun kebawah.

__ADS_1


Nazulfa yang diam-diam ingin ketemuan sama shahzad tidak ingin diketahui teman-teman tournya pun mencari alasan untuk bisa kabur dari grup. Karena hari ini adalah acara bebas maka boleh pergi kemana saja asal tidak membuat masalah dan kembali ke hotel sebelum tengah malam.


Nazulfa pun turun menemui pria asing yang berasal dari Pakistan tersebut.


Saat sampai di bawah.., Nazulfa rasa ingin balik badan dan kabur saat melihat penampilan Shahzad.


Bagaimana tidak ingin kabur.., Shahzad memakai sendal jepit dengan celana kain bahkan rambutnya style belah tengah.


Karna dari lantai 3 Nazulfa tidak bisa melihat dengan jelas sehingga ia turun untuk menemuinya. Andai dia tau dari awal sudah kabur. wkakakaka...😆


"Kemarin saat di resto, penampilannya tak seperti ini.." gumam Nazulfa dalam hati🤔.


Namun begitupun, nilai plus Shahzad yang pemalu tidak ingin memandang wajah Nazulfa lama. Ia sangat sopan dan juga sangat tampan.


Sembari berjalan Shahzad menawarkan Nazulfa membeli sesuatu. Namun Nazulfa menolak, karna Nazulfa takut menghabiskan uang Shahzad, Nazulfa berpikir Shahzad adalah pekerja kasar di Malaysia. Ia juga tidak ingin di anggap cewek matre🤭.


Akhirnya Shahzad mengajak Nazulfa ke sebuah restoran yang ada di seberang mall.


Shahzad pun membawa barang belanjaan Nazulfa. Sebab ia tau Nazulfa begitu kerepotan membawa semua belanjaannya.


"Ambillah apa pun yang ingin awak makan.." kata Shahzad.


"Tidak.. terima kasih.., saya minum saja" kata Nazulfa.


Lalu mereka pun duduk bersebelahan bukan berhadapan. Shahzad tidak sedikitpun menoleh ke arah Nazulfa. Dia hanya melihat minumannya.


Nazulfa merasa bosan karna hanya diam. Akhirnya Nazulfa pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa awak ingin bertemu saya.." kata Nazulfa.


Namun Shahzad tidak juga menjawab, ia hanya tunduk. Nazulfa mencuri-curi pandang.


"Oh ya.. Nama awak siapa?" tanya Shahzad

__ADS_1


ternyata dari awal chatingan mereka belum tau nama satu sama lain😆


"Nama saya Nazulfa"


Nama awak..??? tanya Nazulfa kembali


"Nama saya Shahzad"


Awak sudah menikah ke belum..?? tanya Shahzad.


"Saya single.." jawab Nazulfa


Bagaimana dengan awak..??


"Saya juga single.." Shahzad menjawab sambil tersenyum.


Minuman pun telah habis. Nazulfa pun ingin pamit untuk kembali ke hotel. Karna khawatir teman-temannya mencarinya.


"Shahzad saya harus balek ke hotel.." pamit Nazulfa.


"Esok adalah hari keberangkatan saya ke Singapore".


"Terima kasih sudah mengajakku makan, senang bertemu denganmu.." kata Nazulfa.


Terlihat dari wajah Shahzad yang berat hati harus merelakan Nazulfa kembali ke hotel.


Shahzad hanya berkata......


"Jangan pernah melupakan pertemuan ini.."


"Hubungi saya jika awak ada waktu.."


Nazulfa pun pergi meninggalkan restoran. Menuju penginapan.

__ADS_1


Dan sejak saat itu Nazulfa dan Shahzad telah menjadi teman selalu berkomunikasi setiap hari saat waktu luang.


__ADS_2