Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Malam Pertama


__ADS_3

Masih pagi sekali sebelum fajar Ayah, Ibu dan tante sudah bersiap-siap. Taxi pesanan shahzad sudah sampai di depan rumah. Shahzad dan supir taxi pun memasukkan semua koper bawaan mereka ke dalam bagasi mobil.


Ibu dan tante memeluk nazulfa lama sekali. Lalu ayah pun memegang kepala nya sambil memberikan sedikit nasihat. Sebab mereka akan pulang ke tanah air dan meninggalkan nazulfa bersama suaminya.


Air mata nazulfa pun menetes melepas kepulangan keluarga tercinta. Shahzad merangkul nazulfa mengajak kembali masuk ke dalam rumah.


Azan subuh pun berkumandang. Shahzad mengajak nazulfa untuk sholat berjamaah. Selesai sholat shahzad membacakan doa. Tak jauh berbeda sholat antara madzhab syafi'i dan madzhab hanafi. Sebab kebanyak orang Indonesia mengikuti madzhab syafi'i sedangkan Republik Islam Pakistan mengikuti madzhab hanafi.


Habis sholat nazulfa mulai ingin memasak sarapan. Namun tiba-tiba shahzad datang ke dapur dan mulai sedikit genit. Ia memeluk nazulfa dari belakang lalu mencium pundaknya.


Nazulfa yang sangat terkejut pun tanpa sengaja menjatuhkan pisau yang ia pegang. Untung saja tidak mengenai salah satu dari mereka.


"Baby.. awak buat apa?" ujar shahzad lembut


"Mau masak sarapan untuk awak dan juga khalil.." jawab nazulfa


Sebab nazulfa menyebut nama khalil barulah shahzad teringat bahwa masih ada satu orang lagi di rumah mereka yang belum pulang. Alhasil niat nya ingin menggoda nazulfa pun di batalkan.


Tak lama dari itu, khalil pun keluar dari kamar dan menuju kamar mandi. Setelah mandi khalil bergegas sholat karna sudah kesiangan.


Sehabis sholat.., Shahzad meminta khalil untuk membeli sarapan di luar. Ini adalah pertama kali nazulfa akan menetap disini, ia tidak ingin istrinya itu terlalu lelah karna masih banyak yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Khalil pun mengambil kunci motor milik shahzad dan langsung pergi membeli pesanan shahzad yaitu roti canai telur.


Ketika khalil berada di luar shahzad pun kembali mendekati nazulfa dan sedikit memijat bahu nazulfa. Mungkin ia rasa nazulfa lelah beberapa hari ini tak ada waktu untuk beristirahat.


"Baby.. sudahlah.. awak sendiri pun letih.. tak payah bagi massage saya.." ujar nazulfa

__ADS_1


"Tak pe.. saya biasa letih.. biasa kerja siang malam.." jawab shahzad


"Saya cuma tak nak awak letih.." ujar shahzad sambil mengelus pipi nazulfa


"tinnn.. tinn.." bunyi klakson motor shahzad menandakan khalil sudah kembali


Shahzad membuka pintu dan langsung membawa sarapan menuju meja makan. Nazulfa membantu mempersiapkan penyajiannya.


Mereka pun makan bersama sambil bercerita panjang lebar.


Sehabis sarapan khalil berpamitan untuk kembali ke kost nya yang berada di Kuala Lumpur.


Shahzad pun mengantarkan khalil di depan rumah sambil menunggu taxi.


Nazulfa di dalam sibuk membereskan bekas makanan mereka. Mencuci piring sendok yang kotor. Dan setelah semua bersih ia kembali masuk ke kamar dan membuka posel miliknya.


Suara orang mengunci pintu terdengar. Mungkin khalil sudah pergi dan shahzad masuk ke dalam rumah. Shahzad tak akan bekerja beberapa hari ke depan. Bos nya spesial memberikan cuti nikah untuknya, walaupun jarak rumah dan kantor hanya beberapa meter saja dan bisa di tempuh dengan berjalan kaki.


Shahzad masuk ke kamar dan tersenyum melihat nazulfa yang saat itu berada di sudut tempat tidur.


Ia menghampiri istrinya lalu nazulfa pun meletakkan ponselnya.


Shahzad memegang tangan nazulfa lalu mencium tangan itu.


"Nazulfa.. apa awak bahagia menikah dengan saya.." tanya shahzad


"Tentu saja shahzad.. pernikahan ini adalah hal yang telah kita perjuangkan.. bagaimana mungkin saya tak bahagia.." ujar nazulfa sambil tersenyum

__ADS_1


Mendengar ucapan nazulfa, shahzad pun langsung mengecup kening nazulfa lama lalu memeluk dan membelai rambut nazulfa yang panjang dari kepala hingga ke punggungnya.


Tanpa terasa belaian kasih sayang itu mulai menjalar. Tentu saja nazulfa paham bahwa ada kewajiban lain seorang istri selain memasak dan menyiapkan keperluan suami. Ia juga harus menunaikan kewajiban di ranjang.


Shahzad mulai membelai rambut lalu wajah nazulfa dengan lembut. Mengecup kening lalu mata dan pipi. Ia pun memandang wajah istrinya dalam-dalam sambil tersenyum.


Shahzad yang pemalu kini berubah bagaikan singa yang akan menerkam. Nazulfa yang biasanya suka bercanda tertawa dan usil pada shahzad kini mendadak kaku dan pendiam.


Melihat tingkah nazulfa, shahzad tertawa kecil lalu merangkul dan membawa masuk ke dalam pelukan dada bidangnya. Mereka pun duduk berdua di bagian kepala tempat tidur, dengan posisi nazulfa merebahkan kepalanya di pundak shahzad.


Mereka bercerita mengingat bagaimana saat-saat pertemuan pertama, saat suka duka yang harus dilalui. Pandangan mereka lurus ke depan namun mulut mereka mengisahkan bagaimana "Perjuangan Cinta Beda Negara".


Setelah keduanya merasa relax. Shahzad mengangkat tubuh mungil nazulfa ke atas pangkuannya. Mata mereka saling beradu. Keduanya pun akhirnya melanjutkan aktivitas suami istri dengan perlahan, pelan, dan sentuhan lembut penuh cinta.


Pagi itu telah menjadi pagi yang bersejarah untuk mereka berdua. Bukan malam pertama seperti kebanyak orang, namun kali ini adalah pagi pertama.🤭


Pagi itu terbukti jelas bahwa sang suami benar-benar lelaki perjaka yang tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sebab perlakuan lembut dan romantis nya itu jelas kaku sekali dan ia benar-benar seperti bingung bagaimana cara melakukannya.


Dan sungguh terkejutnya lagi, ketika nazulfa bertanya apakah shahzad tak pernah belajar atau melihat dari internet. Shahzad berkata ia sama sekali tidak pernah membiasakan matanya untuk melihat hal-hal seperti itu.


Mashallah.. Sungguh beruntung Nazulfa memiliki pasangan hidup yang berakhlaqul karimah. Tak seperti kebanyak pria yang hanya memikirkan kenikmatan saja.


Namun berbeda dengan nazulfa gadis modern yang sangat mengerti meskipun belum pernah melakukannya. Namun ia paham seperti apa cara bercinta.


Akan tetapi setelah merasakan indahnya mendayung mahligai cinta. Pria asing itu tidak cukup hanya sekali, ia mampu berkali-kali. Seperti meminum obat kuat, tenaganya tak ada habisnya.


Bahkan ia sanggup setiap hari. Istrinya itu sudah menjadi candu baginya.😊

__ADS_1


__ADS_2